Ada Riwayat Maag, Bupati Raymundus Batal Vaksin Covid-19 | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Ada Riwayat Maag, Bupati Raymundus Batal Vaksin Covid-19


VAKSIN SINOVAC. Dandim 1618/TTU, Letkol Arm Roni Junaidi saat mengikuti vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Sasi, Kelurahan Sasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten TTU, Kamis (4/2). (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Ada Riwayat Maag, Bupati Raymundus Batal Vaksin Covid-19


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Raymundus Sau Fernandes terpaksa tak bisa mengikuti proses vaksinasi dalam pencanangan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tingkat Kabupaten TTU yang berlangsung di Puskesmas Sasi, Kelurahan Sasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kamis (4/2).

Bupati TTU dua periode ini awalnya sudah siap sebagai salah satu peserta perdana yang menerima suntikan vaksin Sinovac dari unsur pejabat esensial, namun saat melewati tahapan skrining awal oleh tim medis, ditemukan riwayat penyakit maag, darah tinggi (darting), dan sejumlah penyakit lainnya. Politikus yang akrab disapa Ray itu akhirnya tak dapat mengikuti program vaksinasi.

Selain Bupati Raymundus, dari 10 pejabat lainnya yang gagal mengikuti vaksin, yakni Kapolres TTU, AKBP Nelson Filepe Diaz Quintas, Plt Kajari TTU Agustinus Baka, dan Juru Bicara Satgas Covid-19, Kristofoforus Ukat.

Sementara pejabat yang lolos skrining hingga tahapan penyuntikan vaksin tahap pertama, yakni Dandim 1618/TTU, Letkol Arm. Roni Junaidi, Ketua Pengadilan Negeri, I Made Aditya Nugraha, Ketua Majelis Klasis GMIT TTU, Pdt. Lay Abdi Karya Wenyi, Kepala Badan Kesbangpol, Thelymitro Kapitan, dan Kadis Kesehatan Thomas Laka.

Pantauan Langsung Timor Express, di Puskesmas Sasi, Kamis (4/2), setiap peserta penerima suntikan vaksin Sinovac harus melewati empat tahap, yakni tahap pendaftaran, skrining, vaksinasi dan pencatatan, pelaporan, dan observasi selama kurang lebih selama 30 menit.

Dari lima pejabat yang menjalani vaksinasi tersebut, selama observasi tidak ditemukan adanya gejala atau efek samping yang muncul setelah vaksinasi.

Kepala Dinas Kesehatan TTU, Thomas Laka kepada Timor Express, di sela-sela kegiatan itu mengatakan, Pemerintah Daerah telah meluncurkan program vaksinasi Covid-19 tingkat kabupaten untuk tahap pertama.

Dalam peluncuran tersebut, terdapat 10 orang pejabat di lingkup Pemkab TTU sebagai penerima pertama, dan akan diikuti oleh 1.770 tenaga kesehatan (Nakes).

Sepuluh pejabat tersebut, yakni Bupati Raymundus Sau Fernandes, Ketua PN Kefamenanu Kelas II, I Made Aditya Nugraha, Kapolres TTU, AKBP Nelson Felipe Dias Quintas, Dandim 1618/TTU Letkol Arm. Roni Junaidi, dan Plt Kajari TTU, Agustinus Baka. Selanjutnya Ketua Majelis Klasis GMIT TTU, Pdt. Lay Abdi Karya Wenyi, Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten TTU, Kristoforus Ukat, Kadis Kesehatan, Thomas Laka, dan Kepala Kesbangpol, Thelymitro Kapitan.

“Kabupaten TTU sudah luncurkan program vaksinasi Covid-19 yang dibuka secara resmi oleh Bupati TTU bersama Forkopimda,” ungkap Thomas.

Sementara, Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes kepada Timor Express, Kamis (4/2) mengatakan, vaksinasi perdana yang dilakukan tersebut menjadi sesuatu kekuatan untuk menguatkan kembali sendi-sendi kehidupan yang melemah karena pandemi ini. Melalui vaksinasi, kata Ray, masyarakat diajak hidup dengan korona. Masyarakat juga harus tahu dan mengenal apa itu virus korona.

Menurut Bupati Ray, tugas pemerintah adalah membangkitkan rasa percaya diri masyarakat untuk mengendalikan kecemasan masyarakat. Karena kecemasan yang berlebihan akan menjadi biang masuk beragam penyakit pada tubuh manusia.

“Kalau petugasnya takut dan cemas apalagi masyarakat. Kita perlu membangun persepsi yang sama antara petugas dan masyarakat maka persoalan ini akan teratasi dengan baik. Jadi persepsi yang harus kita bangun, adalah imun tubuh, kekebalan tubuh, gizi yang baik, dan ketahanan pangan yang baik maka masalah ini akan teratasi,” ungkap Bupati Ray.

Bupati Ray menegaskan bahwa kehidupan dan kematian manusia telah digariskan oleh Tuhan. Karena itu para tenaga medis diminta untuk tidak takut. Karena jika tenaga kesehatan yang takut maka masyarakat akan melihat hal ini sebagai momok. Untuk itu, tenaga medis harus membangun optimisme dan percaya diri demi segenap masyarakat TTU.

“Mari kita perangi bersama dan hindari rasa takut dan kecemasan yang berlebihan untuk bersama-sama perangi masalah ini,” pinta Bupati Ray.

Sementara, Dandim 1618/TTU, Letkol Arm. Roni Junaidi, mengatakan masyarakat tidak boleh takut untuk divaksin. Pasalnya, setelah dilakukan vaksinasi pihaknya tidak merasa ada reaksi negatif dalam tubuhnya.

Dikatakan, vaksin yang diberikan akan membentuk kekebalan kelompok. Semakin banyak kelompok yang kebal, maka akan menghambat perkembangan transmisi virus Covid-19.

Dandim Roni berharap seluruh masyarakat TTU dapat mendukung suksesnya program vaksinasi Covid-19 agar tercipta komunitas yang kebal korona.

“Tidak usah merasa takut karena kami tidak merasa apa-apa. Jarum masuk dan langsung divaksin dan selesai. Kurang lebih hanya lima detik. Tidak boleh takut karena tidak rasa apa-apa. Dengan vaksinasi ini akan membentuk kekebalan kelompok. Semakin banyak kelompok yang kebal, maka akan menghambat perkembangan transmisi virus ini. Kita berharap kepada masyarakat semua agar bisa mendukung demi terciptanya komunitas yang kebal Covid-19,” pungkasnya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top