Polres Matim Tetapkan SP Tersangka Kasus Perkosaan, Ini Ancaman Hukumannya | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Polres Matim Tetapkan SP Tersangka Kasus Perkosaan, Ini Ancaman Hukumannya


Kasat Reskrim Polres Matim, Iptu Deddy Karimoy. (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Polres Matim Tetapkan SP Tersangka Kasus Perkosaan, Ini Ancaman Hukumannya


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Manggarai Timur (Matim), langsung menahan SP, 43, tersangka kasus dugaan persetubuhan anak di bawah umur asal Desa Sipi, Kecamatan Elar Selatan. SP kini mendekam di balik terali besi Polsek Borong.

“Sebelumnya tersangka ini kita periksa sebagai saksi atas dugaan persetubuhan seorang anak di bawah umur. Dari hasil pemeriksaan itu,  tersangka mengakui perbuatanya,” ujar Kasat Reskrim Polres Matim, Iptu Deddy Karimoy, kepada TIMEXKUPANG.com di ruang kerjanya, Rabu (3/2) petang.

Menurut Deddy, tersangka ditahan untuk kepentingan penyelidikan. Selanjutnya, pihaknya akan memeriksa saksi lain, termasuk nantinya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Semua itu demi melengkapi syarat formil material dalam kasus tersebut atau kepentingan pelimpahan ke pihak kejaksaan.

“Korban dalam kasus ini sudah diambil keterangan. Korban dan tersangka berasal dari satu desa. Kasus ini sebelumnya dilaporkan ke Polres Ngada karena orang tua korban, tinggal di Bajawa, Kabupaten Ngada. Tapi karena TKP di Matim, laporanya diteruskan ke Polres Matim,” jelas Deddy yang saat itu didampingi KBO Reskrim, Ipda Yostan A. Lobang.

Deddy menjelaskan, kasus ini sesuai keterangan korban dalam laporan ke Polres Matim menyebutkan bahwa perbuatan yang dilakukan tersangka sudah sejak Februari 2019. Saat itu korban dipaksa oleh pelaku untuk bersetubuh. Terakhir korban diperkosa pada Juni 2020. Akibat perbuatan cabul itu, korban kini mengandung bayi dengan usia 7 bulan.

BACA JUGA: Perkosa Gadis di Bawah Umur, Polisi Amankan Ignasius Igi

Selain itu, kata Deddy, dari keterangan yang ada, korban disetubuhi lebih dari satu kali. Pernah ketika usai menyetubuhi paksa korban, pelaku memotret korban dalam kondisi tanpa busana.

“Akibat perbuatanya, tersangka dijerat dengan undang-undang perlindungan anak. Ancama hukumannya di atas 5 tahun penjara. Tahun 2021, ini kasus persetubuhan anak dibawa umur yang dilaporkan ke Polres Matim,” jelas Deddy.

Deddy menyebutkan, di Matim, kasus persetubuhan anak di bawah umur terbilang tinggi. Yang ditangani Polres Matim tahun 2020 lalu, jumlahnya sangat tinggi, yakni mencapai 10 kasus. Semuanya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan. Sementara tahun ini, baru satu kasus, yakni di Desa Sipi.

“Sangat disayangkan bahwa kasus persetubuhan anak di bawah umur di Matim begitu tinggi. Ini jumlah yang dilaporkan ke polisi. Saya tidak tahu kasus yang tidak lapor ke polisi. Masa depan anak ini kita harus jaga, dan ini peran semua pihak. Saya minta pemerintah, untuk lakukan sesuatu yang bisa menekan kasus seperti ini,” pinta Deddy. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top