Tanpa judul | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

NIKMATI TERANG. Masyarakat Desa Kabanda, Kecamatan Ngadu Ngala, Kabupaten Sumba Timur kini sudah menikmati terang berkat inovasi PLN yang menghadirkan SPEL dan APDAL di daerah 3T. Diabadikan belum lama ini. (IST)

Advetorial


 

Terangi Daerah 3T, PLN Siapkan SPEL dan APDAL

Masyarakat Desa Kabanda, Sumba Timur Nikmati Terang//

KUPANG, TIMEX – PT PLN (Persero) terus melakukan inovasi untuk menghadirkan listrik ke wilayah 3T (Terdepan, Tertinggal dan Terluar). Salah satunya dengan menghadirkan Stasiun Pengisian Energi Listrik (SPEL) di Desa Kabanda, Kecamatan Ngadu Ngala, Kabupaten Sumba Timur.

Untuk menghadirkan listrik di rumah masyarakat, PT PLN (Persero) melalui program PLN Peduli memberikan bantuan berupa Alat Penyimpanan Daya Listrik (APDAL). Bantuan APDAL ini diberikan ke 161 Kepala Keluarga (KK) di desa tersebut. Total biaya pembangunan SPEL dan penyediaan APDAL untuk menerangi masyarakat Kabanda mencapai Rp 1,7 miliar.

“Program ini merupakan bagian dari program PLN Peduli. Pemanfaatan SPEL dan APDAL ini merupakan solusi untuk menerangi desa-desa yang masih gelap gulita dan sulit untuk dijangkau,” kata General Manager (GM) PT PLN (Persero) Wilayah NTT, Agustinus Jatmiko sesuai rilis yang diterima Kamis (4/2).

APDAL, kata Agustinus Jatmiko, merupakan alat penyimpan energi listrik berbasis baterai dengan kapasitas Watt hour (Wh) dan dapat di isi ulang pada SPEL. Sementara untuk pemanfaatan ADPAL di Kabanda justru memanfaatkan sinar matahari melalui panel surya sebagai sumber energi.

“Jadi potensi energi yang ada di lokal kita manfaatkan sebaik mungkin, ini yang akan terus kita dorong,” ucap Jatmiko.

Dikatakan, APDAL yang telah terisi oleh listrik selanjutnya dapat disambungkan di instalasi listrik milik pelanggan dengan tiga buah lampu dan tiga buah saklar. Selain itu, APDAL juga bisa diisi ulang secara mandiri di SPEL PLN yang tersedia di beberapa titik.

Sementara Kepala Desa Kabanda, Umbu Ndamung Kilimandu juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada PLN yang telah menghadirkan listrik untuk masyarakat di desanya.

”Kami sangat mengapresiasi dan menyampaikan ucapan terima kasih bagi PLN yang telah menyalurkan bantuan tabung listrik di desa kami. Ini adalah satu loncatan besar bagi desa kami dalam memenuhi kebutuhan kelistrikan di desa yang merupakan bagian dari roda penggerak berbagai aspek masyarakat diantaranya perekonomian dan pendidikan,” kata Umbu Ndamung Kilimandu.

Rasa syukur dan bahagia juga disampaikan Umbu Ndaing yang merupakan salah salah satu warga penerima bantuan APDAL. Dikatakan, hadirnya listrik membuat masyarakat dapat beraktivitas pada malam hari.

“Selama ini kami menggunakan alat sederhana yaitu lampu pelita yang minyak tanahnya kami beli dengan harga Rp 15 ribu untuk daerah yang terisolir seperti ini. Paling sedikit dalam sebulan menghabiskan 2 liter minyak tanah. Artinya, setiap bulan kita mengeluarkan biaya Rp 30 ribu. Dilihat dari fungsi penerangan yang baru kami terima saat ini memang sangat luar biasa karena kami bisa melakukan beberapa kegiatan di malam hari termasuk memecahkan kemiri yang merupakan hasil tani di Desa Kabanda,” tandas Umbu Ndaing. (*/gat)

Caption

Komentar Pembaca

Baca Selengkapnya
Rekomendasi untuk anda ...
Komentar

Berita lainnya Advetorial

To Top