Terima Vaksin Covid-19 Perdana, Bupati Belu: Semua Warga Harus Dilindungi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Terima Vaksin Covid-19 Perdana, Bupati Belu: Semua Warga Harus Dilindungi


VAKSIN SINOVAC. Bupati Belu, Willybrodus Lay menerima suntikan vaksin Sinovac tahap perdana oleh petugas medis di RS TK. IV Atambua, Kamis (4/2). (FOTO: JOHNI SIKI/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Terima Vaksin Covid-19 Perdana, Bupati Belu: Semua Warga Harus Dilindungi


ATAMBUA, TIMEXKKUPANG.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu menggelar pencanangan program vaksinasi Covid-19 kemarin (4/2). Penyuntikan pertama vaksin Sinovac ini diikuti 10 orang dari unsur pejabat pemerintah, TNI, Polri, dan pimpinan BUMN termasuk perwakilan wartawan.

Bupati Belu, Willybrodus Lay hadir sekaligus menjadi orang pertama yang menerima suntikan vaksin Covid-19 ini di Rumah Sakit (RS) TK. IV Atambua, Kamis (4/2).

Selain Bupati Willy Lay, Dandim 1605/Belu, Letkol Inf Wiji Untoro, Ketua Pengadilan Negeri, Anak Agung Gede Susilaputra, Kabag Ops Polres Belu, I Nengah Suta Winaya, Kepala Inspektorat, Rumualdus T. H. J. Manek, Kadis Kominfo Yohanes Andes Prihatin, Sekretaris BKKBN, drg M. Ansila F. Ekamuti, dan Ketua Pena Batas/Kontributor I News TV Belu, Stefanus Dile Payong juga mendapat kesempatan menerima suntikan vaksin tahap pertama ini.

Dua calon penerima vaksin lainnya, yakni Michael Tae, Humas Protokol Setda Belu dan Chandra Nuradi dari BPJS Kesehatan Cabang Atambua, tidak jadi menerima suntikan vaksin karena hasil pemeriksaan tekanan darah tidak memenuhi kriteria sebagai peserta. Sebagai pengganti, panitia menghadirkan petugas medis Dinas Kesehatan yang sudah disiapkan sebelumnya.

Bupati Willy Lay mengatakan, penerima vaksinasi tahap awal diikuti 10 orang, selanjutnya tahapan untuk tenaga kesehatan (nakes) dan masyarakat.

Menurut Bupati Willy, pemerintah wajib melindungi semua warganya dari ancaman pandemi ini, termasuk pekerja media yang aktifitasnya cukup mobile setiap harinya sebagai pemberi informasi kepada masyarakat luas. Untuk itu perlu ketahanan tubuh yang sehat dalam melaksanakan tugas pewartaan dengan baik, sebab bisa saja kekebalan tubuh yang tidak baik bisa menularkan kepada orang lain.

“Ini hanya perwakilan, nanti selanjutnya tenaga kesehatan dan masyarakat. Semua warga harus dilindungi dari ancaman pandemi ini termasuk wartawan. Itu pertimbangannya,” tandasnya.

Bupati Willy juga menjelaskan pencanangan vaksin Covid-19 di Kabupaten Belu merupakan program nasional, sehingga pemerintah dan masyarakat Belu harus mendukung program ini. Setiap warga mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan vaksin demi menjaga kesehatannya.

BACA JUGA: Vaksin Sinovac Tiba Atambua, Awal Februari Action

Bupati Willy menambahkan, sebagai penerima vaksin perdana, ia merasa biasa-biasa saja. Tidak ada gejala ikutan, baik itu sebelum dan sesudah vaksin. Kondisi tubuhnya normal saja. Sehingga ia berharap masyarakat tidak perlu khawatir untuk divaksin petugas nantinya.

“Kita imbau seluruh masyarakat Belu untuk tidak perlu takut divaksin. Vaksin Sinovac sangat aman untuk kekebalan tubuh seseorang,” tandasnya.

Bupati Willy juga berharap agar peserta yang sudah divaksin agar tetap menjaga protokol kesehatan Covid-19 dengan tetap menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Sebab masih ada giliran tahapan vaksin kedua karena setiap orang mendapat dosis vaksin dua kali.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Belu, Florianus Nahak mengatakan, proses vaksinasi perdana diawali kesiapan sebelumnya seperti skrining test antigen dan skrining verbal terhadap 60 orang. Tetapi sesuai aturan hanya 10 orang yang mendapat giliran awal untuk menjalani vaksin perdana dan semua proses vaksinasi berjalan aman dan lancar.

“Ya hari ini (Kamis, 4/2, Red) bisa dilakukan vaksinasi semua baik dan lancar. Hanya ada dua orang yang mengalami gangguan sehingga diganti dengan peserta cadangan dari tenaga medis,” tandasnya.

Dikatakan, para penerima vaksin perdana, setelah diobservasi selama 30 menit, tidak ada gejala ikutan. Kondisi peserta vaksin baik-baik saja. “Tentunya peserta vaksin adalah orang-orang yang sudah siap untuk divaksin sesuai pemeriksaan awal,” kata Florianus.

Florianus menyebutkan, 10 orang yang sudah menjalani vaksinasi perdana akan menerima suntikan dosis kedua terhitung sejak 14 hari dari vaksin pertama. Sehingga diharapkan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan sehingga bisa mengikuti vaksin kedua nantinya.

Mengenai vaksin untuk nakes, lanjut Florianus, diharapkan pada 21 Februari nanti semua sudah selesai dilaksanakan.

Florianus menyebutkan, jatah 3.080 dosis vaksin sinovac yang tersedia akan digunakan untuk seluruh nakes di Kabupaten Belu. Baik nakes di rumah sakit maupun nakes di 17 Puskesmas di Belu. Dari jumlah tersebut akan digunakan dua kali, sehingga sebanyak 1.540 yang akan dilayani vaksinasi. (mg33)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top