Longsor, Ruas Jalan Sabuk Merah Mota’ain-Motamasin Terancam Putus | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Longsor, Ruas Jalan Sabuk Merah Mota’ain-Motamasin Terancam Putus


TERGERUS LONGSOR. Jalan Sabuk Merah Perbatasan yang nyaris putus akibat tergerus longsor di Desa Duarato, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu. Gambar diabadikan Sabtu (6/2). (FOTO: JOHNI SIKI/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Longsor, Ruas Jalan Sabuk Merah Mota’ain-Motamasin Terancam Putus


ATAMBUA, TIMEXKUPANG.com-Tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan longsor di sejumlah titik di wilayah perbatasan RI-Timor Leste. Salah satu yang parah adalah terancam putusnya ruas jalan Sabuk Merah Perbatasan jalur Mota’ain, Kabupaten Belu menuju Motamasin, Kabupaten Malaka.

Pantauan wartawan media ini Sabtu (6/2), kerusakan jalan negara akibat longsor ini paling parah terdapat ditiga lokasi, yakni di Desa Duarato, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu. Tiga titik longsor pada bahu kiri dan kanan jalan, bahkan ada titik longsor yang masuk hingga badan jalan. Lokasi longsor volume panjangnya mencapai 100 meter. Kedalaman longsor mencapai 4 meter. Ada pula bronjong tetapi terbawa longsor.

Di titik lokasi yang paling parah terdapat salah satu alat berat ekskavator sedang beraktifikas menutup area longsoran itu. Meski demikian bila hujan terus tentunya berpotensi longsor susulan pada seluruh badan jalan. Sehingga mengakibatkan akses jalan pada dua kecamatan terancam lumpuh.

Para pelintas yang menggunakan jalan ini harus ekstra hati-hati. Sebab bisa saja mengancam keselamatan. Bila tidak secepatnya diperbaiki, bisa terancam putus. Akses jalan yang menghubungkan Kecamatan Lamaknen Selatan dan Lamaknen terancam lumpuh sebab tidak ada jalan alternatif.

Bukan hanya itu. Longsor di lokasi itu juga merusak sejumlah rumah penduduk dan fasilitas kesehatan masyarakat. Ada warga yang dapurya sudah ambruk, termasuk kamar mandi, tanaman jagung dan hasil pohon produktif lainnya.

Sementara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Zulkifli Arif, pada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kerusakan sejumlah titik akibat longsor. Kerusakan murni alam akibat hujan deras yang terjadi beberapa pekan ini sehingga mengakibatkan longsor.

Dikatakan ruas jalan yang rusak di lokasi Desa Duarato, Lamaknen dikerjakan PT. Bahagia Timor Mandiri, kontrak kerja tahun 2019. Di lokasi ini masih dalam status pemeliharaan. Saat ini rekanan yang bersangkutan sedang di lokasi memperbaiki kerusakan.

“Kita sudah turun lokasi dan pantau ruas jalan sabuk merah ada banyak titik yang rusak karena longsor. Lokasi longsor di Desa Duarato sedang diperbaiki,” katanya. (mg33)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top