Pemkot Rencana Refocusing Rp 80 M, DPRD: Pentingnya Jujur dan Transparan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pemkot Rencana Refocusing Rp 80 M, DPRD: Pentingnya Jujur dan Transparan


Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man. (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Pemkot Rencana Refocusing Rp 80 M, DPRD: Pentingnya Jujur dan Transparan


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang berencana untuk melakukan refocusing atau memfokuskan kembali anggaran untuk Penanganan dan Pencegahan Covid-19 tahun ini sebesar Rp 80 miliar.

Wakil Walikota (Wawali) Kupang, dr. Hermanus Man, saat diwawancarai di Balai Kota Kupang, Jumat (5/2) menjelaskan, untuk proses refocusing itu, Pemkot Kupang kini sedang melakukan kajian, pada pos-pos anggaran mana saja yang bisa di-refocusing. Ini untuk menjawab arahan Gubernur NTT, dimana Pemkot Kupang diminta harus melakukan refocusing anggaran hingga Rp 80 miliar untuk penanganan pencegahan Covid-19.

Herman Man mengungkapkan, saat ini organisasi perangkat daerah terkait masih melakukan perhitungan berapa kebutuhan untuk penanganan Covid-19 di Kota Kupang.

“Prinsip arahan dari Gubernur tadi adalah semua difokuskan pada kebutuhan dan kepentingan manusia. Yang non manusia atau tidak berhubungan dengan keselamatan dan kesehatan manusia di tengah pandemi Covid-19 ini dipending sementara,” ungkap Wawali yang baru saja pulih setelah beberapa hari menjalani isolasi karena terpapar Covid-19.

Herman menjelaskan, ada beberapa hal urgen yang akan dilakukan melalui refocusing anggaran ini. Salah satunya adalah membeli peralatan untuk Laboratorium PCR dengan perkiraan harga antara Rp 6 miliar sampai Rp 7 miliar. Anggaran ini dipersiapkan karena Pemkot menargetkan dalam sehari laboratorium ini bisa memeriksa 500-600 sampel, dan agar Pemkot Kupang juga tidak bergantung pada laboratorium pemerintah provinsi.

Masih menurut Herman, alokasi anggaran ini juga sekaligus untuk pengadaan reagen dan perlengkapan Laboratorium PCR sendiri termasuk kebutuhan obat-obatan.

“Kita targetkan pada Mei mendatang laboratorium PCR milik Pemerintah Kota Kupang sudah tersedia sehingga dapat membantu mempercepat hasil pemeriksaan sampel swab, dimana targetnya minimal dalam sehari dapat memeriksa 500-600 sampel,” ujarnya.

Menurut Herman Man, untuk percepatan penanganan Covid-19, Kota Kupang perlu memiliki laboratorium sendiri. Sebab selama ini sampel swab yang dikirim ke laboratorium di provinsi membutuhkan waktu satu sampai dua minggu. “Karena jumlah dan tren kasus saat ini terus meningkat, sehingga Kota Kupang perlu mengadakan laboratorium PCR,” kata Herman.

Gubernur NTT, demikian Herman Man, juga meminta agar Pemkot Kupang tidak membiarkan masyarakat melakukan isolasi mandiri di rumah, khusus bagi masyarakat yang kondisi rumahnya tidak memenuhi standar.

Karena itu, lanjut Herman Man, Pemkot Kupang sementara berupaya untuk menemukan tempat isolasi mandiri yang baik bagi masyarakat tidak mampu yang kondisi rumahnya tidak sesuai standar layak sehat.

“Sementara bagi masyarakat yang kondisi rumahnya layak dan sesuai dengan standar, diperbolehkan melakukan isolasi mandiri di rumah,” katanya.

BACA JUGA: Realokasi APBD se NTT untuk Covid-19 Capai Rp 1 Triliun, Ini Rinciannya

Herman Man menyebutkan, untuk pasien yang menjalani isolasi mandiri di rumah, Pemkot melalui Gugus Tugas Covid-19 akan memantau termasuk menyuplai obat-obatan seperti vitamin B, C, dan Vitamin D, juga antibiotik dan lainnya.

Herman menjelaskan, saat ini, Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Kupang bersama dengan tim anggaran pemerintah serta organisasi perangkat daerah sedang mengkaji, program dan kegiatan apa saja yang bisa dipending sementara tahun ini.

“Tentunya kita akan laporkan hasilnya kepada DPRD Kota Kupang dan juga ke Pemerintah Provinsi hasil kajian tersebut, dan peruntukannya untuk apa-apa saja,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Kupang, Adrianus Talli mengatakan, sebagai anggota DPRD di Badan Anggaran, saat ini Kota Kupang memang dalam kondisi darurat baik bencana alam maupun Covid-19.

“Sehingga untuk penanganan kondisi sekarang ini membutuhkan anggaran untuk intervensi. Oleh karena itu, kalau pemerintah mengusulkan untuk melakukan refocusing, tentunya DPRD menyetujui,” katanya.

Adrianus Talli mengingatkan Pemkot agar melihat secara baik, pos-pos anggaran mana dan pada organisasi perangkat daerah mana yang dananya mau direfocusing.

“Pengalaman tahun 2020 kemarin, Pemerintah Kota Kupang juga melakukan refocusing anggaran tetapi hasilnya tidak kelihatan sampai sekarang. Imbasnya sampai sekarang angka Covid-19 di Kota Kupang terus menanjak,” ujar politikus yang akrab disapa Adi Talli itu.

Adi menilai, Pemkot Kupang tidak melakukan penanganan secara baik sejak awal melakukan refocusing anggaran.

Menurut Adi, jika Pemkot Kupang berencana melakukan refocusing anggaran tahun ini, maka harus duduk bersama DPRD, dan melihat anggaran dari pos-pos mana yang mana diambil, dan kegiatan atau program apa saja yang bisa dipending.

“Ada banyak kegiatan yang disetujui bersama melalui pembahasan dan itu diusulkan oleh pemerintah yang juga merupakan kegiatan prioritas bagi masyarakat,” sebutnya.

Dia menegaskan kembali bahwa anggaran yang di-refocusing tahun 2020 lalu sebesar Rp 45 miliar tidak dirasakan dan dilihat hasilnya. “Jadi mari kita DPRD dan pemerintah duduk bersama membahas ini. Jika ada kegiatan yang dipending maka dapat dibahas bersama, apa dampaknya kepada masyarakat. Mari kita bicara sama-sama, karena program dan kegiatan yang telah disetujui itu diusulkan oleh pemerintah dan dibahas bersama oleh DPRD dengan berbagai macam pertimbangan sehingga disetujui,” terangnya.

Anggota DPRD tiga periode ini menegaskan, yang paling penting adalah kejujuran dan keterbukaan pemerintah. “Jangan sampai dengan kondisi yang darurat ini, hanya memiliki semangat refocusing, tetapi tidak jujur dan transparan,” pungkas Adi. (mg25)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top