Belum Setahun, Bronjong di Seunbam-TTU Ambruk | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Belum Setahun, Bronjong di Seunbam-TTU Ambruk


AMBRUK. Tampak bangunan bronjong di Seunbam, Desa Maubesi, Kecamatan Insana Tengah, TTU yang ambruk akibat dihantam banjir. Gambar diabadikan Sabtu (6/2). (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Belum Setahun, Bronjong di Seunbam-TTU Ambruk


Mutu Kerja Kontraktor Pelaksana Dipertanyakan

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Kondisi pekerjaan bronjong di Seunbam, Desa Maubesi, Kecamatan Insana Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang dikerjakan CV Impian Bersama tahun 2020 lalu dipertanyakan kualitasnya. Pasalnya, bangunan bronjong yang rampung dikerjakan pada akhir November 2020 itu sudah ambruk.

Bangunan ini dikerjakan dengan anggaran sebesar Rp 700 juta lebih yang bersumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten TTU. Diduga kuat proyek itu dikerjakan asal jadi.

Pantauan Timor Express, Sabtu (6/2), terdapat kurang lebih bangunan bronjong sepanjang 100 meter dari volume pekerjaan kurang lebih sepanjang 195 meter hanyut terbawa arus banjir.

Dari kerusakan kurang lebih 100 meter tersebut, Diperkirakan sepanjang 50 meter tidak ada bekas bronjong yang tersisa di lokasi pekerjaan. Kerusakan itu diduga tidak kuatnya konstruksi bronjong, sehingga mudah ambruk saat dihantam banjir.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Frans Sanbein saat dikonfirmasi Timor Express melalui telepon selulernya, Sabtu (6/2) mengatakan, proyek bronjong itu masih dalam masa pemeliharaan.

Karena itu, pihaknya berjanji akan segera menyurati kontraktor pelaksana agar segera memperbaiki bagian bronjong yang ambruk.

“Bagian yang rusak harus diperbaiki kembali sesuai keadaan semula seperti yang tertuang dalam perencanaan. Kami akan perintahkan kontraktor untuk memperbaiki kembali, sesuai perencanaan awal. Artinya, panjang seluruh target misalnya 195 meter kubik, ini harus diperbaiki kembali sesuai kontrak,” ungkapnya.

Frans menambahkan, pengerjaan Bronjong tersebut hanya dimaksudkan untuk menjaga bagian fondasi dari tembok penahan agar tidak dirusaki banjir.

Terkait rendahnya mutu pekerjaan bangunan yang berujung kerusakan itu, menurut Frans, saat proses pengerjaan pihaknya selalu mengawasi dengan baik namun pihaknya juga tidak mengetahui persis penyebab terjadi kerusakan pada bangunan itu.

“Kita tidak bisa prediksi kalau banjir akan sebesar kemarin. Kita pikir kali ini kering, beberapa tahun kita datang juga kali ini kering,” jelasnya.

Terpisah, Direktur CV. Impian Bersama, Tedi ketika dikonfirmasi Timor Express, Sabtu (6/2) mengatakan, kesalahan pada proyek tersebut dinilainya terletak pada perencanaan. Pasalnya, dalam perencanaan tersebut hanya menempatkan bronjong di atas fondasi.

Menurutnya, dalam pertemuan bersama antara kontraktor, PPK dan Perencana, pihaknya sudah mengusulkan agar bronjong tersebut tidak hanya ditempatkan di atas fondasi tetapi ditanam dalam tanah agar tidak mudah hanyut terbawa arus banjir. Sayangnya, kata Tedi, usulan pihaknya ditolak oleh PPK dan konsultan perencana.

“Saya sempat kirim foto ke PPK. Saya bilang ini perencanaan konstruksinya fatal, perencanaannya tidak bagus, fatal semua. Tapi PPK tidak ada tanggapan, saya WA saja centang 1 (Tidak terbaca, Red) sampai sekarang,” tandasnya.

Tedi menambahkan, pada prinsipnya, pihaknya siap memperbaiki kerusakan pada bronjong tersebut. Namun ia tidak menjamin, hasil perbaikan nanti bisa bertahan lama dari terjangan banjir jika pengerjaan masih berpatokan pada perencanaan awal.

Karena itu, pihaknya meminta PPK, agar memanggil konsultan perencana, agar bisa bersama-sama membahas guna dicari solusi terbaik. “Sebentar atau hari Senin, saya mau cari PPK biar telepon konsultan perencana datang untuk lihat. Kalau sonde saya akan buat surat tidak bertanggung jawab, sehingga kita buat, tapi yang terakhir berpatokan pada surat itu,” pungkasnya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top