Adik Tega Habisi Kakak Ipar, Diduga Gegara Cemburu Status Sosial | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Adik Tega Habisi Kakak Ipar, Diduga Gegara Cemburu Status Sosial


SEMAYAMKAN. Jenazah Serly Mone Mandala, korban penganiayaan saat diantar untuk disemayamkan di rumah duka, Minggu (7/2). (FOTO: Istimewa)

PERISTIWA/CRIME

Adik Tega Habisi Kakak Ipar, Diduga Gegara Cemburu Status Sosial


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Serly Mone Mandala, 32, warga RT 013/RW 007, Dusun Hoiledo, Desa Maubesi, Kecamatan Rote Tengah, Kabupaten Rote Ndao meregang nyawa di tangan adik iparnya sendiri. Peristiwa berdarah di tengah pandemi Covid-19 ini bermula dari sebuah pertengkaran mulut, sang adik ipar, Deni Yesi Mone nekad menghabisi kakaknya itu dengan cara yang amat tragis.

Kejadian ini terjadi pada Minggu (7/2) sekira pukul 18.00 Wita. Serly yang saat itu sedang berdiri persis di depan kios, milik tetangganya, Delsiana Tomeluk Kiuk, terlibat dalam sebuah percakapan yang cukup serius. Keduanya diduga membicarakan hal negatif terhadap Helmi Mone Lesiangi.

“Helmi adalah istri dari Deni Yesi Mone, pelaku yang menghabisi Serly. Pelaku ini masih keluarga dekat dengan korban sebagai adik ipar,” kata Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Rote Tengah, Ipda Igo Pringgondani, yang dikonfirmasi Timor Express, di Mapolsek Rote Tengah, Senin (8/2).

Kapolsek Igo menyebutkan, kronologis kejadian yang berujung pada hilangnya nyawa Serly Mone Mandala ini diperoleh dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kapolsek Igo menuturkan, dalam percakapan antara Serly dan Delsiana itu terdengar oleh Martinus Mone. Martinus yang merupakan kakak kandung dari Deni Yesi Mone kemudian menegur Serly dan Delsiana agar kalau bercerita tidak menyindir atau menyinggung orang lain.

“Kalau mau bacerita, jangan sindir orang,” ucap Kapolsek Igo menirukan teguran yang diucapkan Martinus terhadap Serly dan Delsiana.

Merasa tak terima dengan teguran tersebut, lanjut Kapolsek Igo, Serly kemudian terlibat pertengkaran mulut dengan adik iparnya, Martinus Mone. Pertengkaran mulut itu sampai terdengar oleh pelaku, Deni Yesi Mone yang rumahnya berdekatan.

Karena tersulut amarah, demikian Kapolsek Igo, Deni Yesi Mone langsung menghampiri Serly dengan membawa sebilah parang. Tanpa ampun Deni menebas Serly dengan parang, dan seketika langsung jatuh tersungkur bersimbah darah.

“Waktu potong, korban berusaha menyelamatkan diri. Tetapi pelaku tetap memotong, persis di bagian kepala,” ungkap Kapolsek Igo.

Beberapa bagian tubuh korban, seperti kepala, telinga, dan tangan mengalami luka berat, akibat tindakan penganiayaan tersebut. Sehingga sewaktu korban berusaha menyelamatkan diri, Serly kembali terjatuh pada jarak kurang lebih 50 meter dari kios milik Delsiana itu.

Frangki Mone, 43, yang merupakan kakak kandung pelaku, mendapati istrinya, Serly, sudah terkapar bersimbah darah di atas aspal, beberapa menit setelah kejadian itu. Dengan bantuan warga sekitar, korban pun dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ba’a.

“Korban tak tertolong, dan meninggal dunia sekitar pukul 21.30 Wita. Dari hasil visum, luka potong pada bagian kepala/wajah, telinga kiri putus dengan empat jari di tangan kiri,” beber Kapolsek Igo.

Kapolsek Igo menambahkan, setelah kejadian itu, pelaku langsung menyerahkan diri dan ditahan di Mopolsek Rote Tengah. Pelaku diantar langsung oleh Eser Mone, salah satu kakak kandungnya.

Sedangkan terhadap motif penganiayaan, Kapolsek Igo, menduga akibat dendam yang sudah lama terpendam, yakni terkait kecemburuan sosial dalam keluarga. “Motif tindak pidana ini, diduga akibat dendam lama terkait kecemburuan sosial dalam keluarga,” ujar Kapolsek Igo. (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top