Akibat Bencana, Akses Transportasi Warga 4 Desa di Rote Ndao Terganggu | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Akibat Bencana, Akses Transportasi Warga 4 Desa di Rote Ndao Terganggu


MENGANCAM JIWA. Oprit jembatan Moklain yang membentuk lubang besar akibat tergerus air hujan. Kondisi ini mengancam jiwa setiap pengendara yang melintas jika tidak cepat ditangani dinas teknis. (FOTO: Istimewa)

KABAR FLOBAMORATA

Akibat Bencana, Akses Transportasi Warga 4 Desa di Rote Ndao Terganggu


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Akses transportasi warga tiga desa di Kabupaten Rote Ndao terganggu akibat jebolnya oprit jembatan Moklain sepanjang delapan meter. Warga tiga desa yang terganggu aksesnya akibat kerusakan ini yakni Desa Lidamanu, Limakoli, dan Desa Suebela. Semuanya di Kecamatan Rote Tengah. Tampak, oprit jembatan yang tergerus air tersebut membentuk lubang menganga.

Oprit merupakan jalan pendekat yang dibuat sepadat mungkin, untuk menghubungkan ruas jalan dengan struktur jembatan.

Kerusakan oprit tersebut akibat hujan deras hampir seharian, pada Jumat (4/2), yang menggerus hingga badan jalan. Gerusan tanah yang berbentuk lubang mencapai kedalaman empat meter, dengan lebar di bagian atas oprit adalah 3 meter. Kondisi ini sangat mengganggu akses transportasi.

Sebagian ruas jalan yang ikut tergerus tidak bisa dilalui kendaraan besar, jenis dump truck. Hanya bisa dilalui kendaraan berukuran kecil.

Jika berbapapasan dengan berlawanan arah, tidak bisa dilalui secara bersamaan. Harus mengantre sebab hanya tersisa ruas jalan seukuran sebuah mobil pick up.

“Tidak bisa untuk kendaraan besar, seperti dump truck. Karena jalan hanya bisa untuk pick up,” kata Charles Sinlae, warga Dusun Batuleli, Desa Lidamanu, kepada Timor Express, Senin (8/2).

Menurutnya kondisi tersebut disaksikan sendiri, saat ia melintas. Dengan kendaraan jenis pick up yang dikendarainya, disebut harus berhati-hati, saat melewati jalur itu.

Sebab, longsoran yang sangat dalam itu terancam longsor lagi dari mobiltas kendaraan yang bermuatan berat. Sehingga untuk saat ini, khusus jalur Moklain, di Desa Lidamanu, yang menghubungkan Desa Limakoli dan Suebela, hanya bisa dilalui kendaraan berukuran kecil.

“Kalau kendaraan jenis dump truck bisa lewat, tetap harus tanpa muatan. Itupun sangat berisiko,” tambah Charles.

Sementara salah satu warga Dusun Batuleli lainnya, Eldad Muskananfola, mengatakan, setelah kejadian tersebut, hampir saja memakan korban. Sebab, longsoran yang cukup dalam itu, nyaris tak terlihat jika pengendara tak berhati-hati.

Sehingga setelah diketahui, dirinya bersama warga sekitar, memberi penanda yang mudah dilihat orang. Penanda tersebut, kata Eldad, yakni, ditanam sebuah tiang panjang, kemudian diikat plastik yang menyerupai bendera.

“Kalau tidak hati-hati, maka pasti celaka. Sebab dengan kendaraan bermotor, hampir tidak lihat lubang itu,” kata Eldad, yang menambahkan, lokasi tersebut sudah ditinjau petugas.

Terpisah, Kepala Dusun Moklain Desa Lidamanu, Yefta Sinlaeloe, S.Si, yang dikonfirmasi Timor Express, mengakui telah meninjau lokasi tersebut. Yefta mengaku setelah meninjau ia langsung melaporkan ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rote Ndao.

“Kami sudah laporkan secara tertulis. Dari laporan itu, petugas langsung datang ke lokasi,” kata Yefta.

Dalam salinan laporan yang diperoleh Timor Express, Senin (8/2) menyebutkan, adanya kerusakan pada jalan, jembatan dan deker di dusun Moklain desa Lidamanu. Dengan waktu kejadian, sebagaimana dituangkan dalam surat laporan tersebut adalah, Kamis (4/2).

Kepala Pelaksana BPBD Rote Ndao, Diksel Haning, SE, yang dikonfirmasi Timor Expres, di ruang kerjanya, Senin (8/2), mengakui kejadian tersebut. Kerusakan itu, disebutnya diakibatkan curah hujan dengan intensitas yang tinggi.

“Iya benar, kami sudah cek lokasi setelah ada laporan,” kata Diksel Haning. Ia menyebut, jembatan Moklain dibangun pada tahun 2009 silam.

Selain di Moklain, tambah Diksel, longsor juga melanda ruas jalan, Ngefak-Henulain, di Desa Oetutulu, Kecamatan Rote Barat Laut. Kerusakan sepanjang kurang lebih 40 meter bahu jalan dengan lebar 4 meter, tergerus membentuk lubang sedalam dua meter.

Kondisi ini sekaligus mengganggu aktifitas warga Desa Oetutulu. Sebab, jalan tersebut merupakan akses bagi 78 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Henulain. Jalur ini selain sebagai penghubung warga desa sekitar, juga mengarah ke sentral produksi pertanian.

“Upaya kami melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD adalah mendata, sambil menunggu perhitungan dari Dinas PUPR untuk diperbaiki,” pungkasnya. (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top