Belum Setahun, Ruas Jalan Negara SoE-Oelfaub Sudah Rusak | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Belum Setahun, Ruas Jalan Negara SoE-Oelfaub Sudah Rusak


TERKELUPAS. Kondisi aspal butas pada ruas jalan negara SoE-Oelfaub yang dikerjakan PT Ramayana tepatnya di Km 5 Jurusan Kupang, Kelurahan Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu, TTU yang sudah berlubang dan terkelupas. Kondisi serupa juga terjadi di ruas jalan El Tari Kefamenanu. Gambar diabadikan Selasa (9/2) petang. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Belum Setahun, Ruas Jalan Negara SoE-Oelfaub Sudah Rusak


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Kualitas atau mutu jalan negara SoE-Oelfaub yang dikerjakan PT Ramayana tahun anggaran 2019 hingga tahun 2020 dipertanyakan. Pasalnya, aspal butas yang baru dikerjakan sudah terkelupas. Diduga kuat, agregat yang digunakan dalam pengerjaan jalan hotmix di ruas jalan negara tersebut tidak sesuai speksifikasi.

Kondisi kerusakan tersebut terjadi di Km 5 Jurusan Kupang, Kelurahan Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan di sepanjang ruas jalan El Tari Kefamenanu. Kondisi aspal butas yang baru dikerjakan PT Ramayana lebih buruk dari kondisi aspal butas lama atau sebelum ditingkatkan.

Diduga kuat, aspal butas yang digunakan dalam mengerjakan ruas jalan negara tersebut pun tidak sesuai spek karena setelah dikerjakan kondisi aspal langsung bergelombang bahkan berbentuk gumpalan yang mudah retak. Kondisi kerusakan ruas jalan negara tersebut memicu komentar sejumlah anggota DPRD TTU. Para legislator ini mengaku prihatin milihat fisik pekerjaan yang terkesan terbangkalai dan tak terurus itu.

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD TTU, Fabianus One Alisiono kepada Timor Express, Selasa (9/2) mengaku perihatin atas kondisi ruas jalan negara SoE-Oelfaub yang terkesan dikerjakan asal jadi oleh PT Ramayana.

Menurut Fabianus, kondisi kerusakan ruas jalan negara tersebut dipicu oleh kurangnya pengawasan dari PPK Balai Pelaksanaan Jalan Nasional X Kupang. Hasilnya, mutu jalan yang menghabiskan anggaran puluhan miliar rupiah tersebut tak berkualitas.

BACA JUGA: Ruas Jalan Negara SoE-Oelfaub Dikerjakan Asal Jadi, Begini Respon Kasatker

“Sistem pengawasan yang maksimal dapat memberikan pengaruh positif bagi kualitas pembangunan dan perbaikan jalan. Sebaliknya, proses pembangunan dan perbaikan jalan bila dibiarkan tentunya kualitasnya sangat buruk,” katanya.

Atas kerusakan ruas jalan negara tersebut, Fabianus meminta kontraktor pelaksana harus bertanggungjawab dengan melakukan perbaikan.

Selain itu juga, Fabianus juga mmeminta Aparat penegak hukum (APH) baik itu kejaksaan maupun kepolisian melakukan penyelidikan untuk memastikan ada atau tidak dugaan besaran kerugian negara yang timbul akibat kerusakan ruas jalan negara tersebut.

“Seharusnya aparat penegak hukum melakukan penyelidikan untuk bisa mengetahui besaran kerugian negara dalam pengerjaan proyek ini, bukan membiarkan begitu saja meskipun kondisi fisik di lapangan terbangkalai. Penyelidikan aparat keamanan ini juga penting untuk mengetahu penyebab terjadinya kerusakan,” tegasnya.

Sementara, Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Balai Pelaksanaan Jalan Nasional X Kupang, belum berhasil dikonfirmasi Timor Express hingga berita ini diturunkan. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top