DPRD TTU: Kerusakan Bronjong Seombam Akibat Salah Perencanaan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

DPRD TTU: Kerusakan Bronjong Seombam Akibat Salah Perencanaan


TINJAU LAPANGAN. Pimpinan dan Anggota Komisi III DPRD TTU saat meninjau kerusakan Bronjong Seunbam, di Desa Maubesi, Kecamatan Insana Tengah, TTU, Selasa (9/2). (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

POLITIK

DPRD TTU: Kerusakan Bronjong Seombam Akibat Salah Perencanaan


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Peristiwa ambruknya bronjong di Kali Seombam, Desa Maubesi, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) mendapat atensi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.

Untuk memastikan fakta lapangan, sejumlah legislator melakukan pantauan langsung ke lokasi guna memastikan penyebab ambruknya proyek senilai Rp 700 juta lebih itu.

Pantauan Timor Express di lapangan, Selasa (9/2), tim monitoring dari DPRD TTU tiba di lokasi sekira pukul 11.00 Wita. Tim terdiri dari Wakil Ketua DPRD TTU Yasintus Lape Naif, Ketua Komisi III Therensius Lasakar, para anggota Komisi III, rekanan, PPK, dan pengawas.

Dalam monitoring tersebut, DPRD menemukan fakta bahwa ambruknya bronjong di Kali Seombam disebabkan sistem perencanaan yang salah. DPRD meminta PPK, rekanan, dan konsultan perencana untuk segera duduk bersama dan mencari solusi guna menyelesaikan kerusakan tersebut.

Wakil Ketua DPRD TTU Yasintus Lape Naif kepada media ini menjelaskan, setelah mengikuti pemberitaan di media, pihaknya langsung turun ke lokasi guna memastikan kondisi tersebut.

Dari hasil monitoring itu, kata Yasintus, pihaknya menemukan fakta bahwa bronjong tersebut ambruk akibat terkikis banjir. Pihaknya di satu sisi sangat menyayangkan dinas teknis yang dalam proses merencanakan pengerjaan proyek ini tidak memperhitungkan dan mempertimbangkan aspek-aspek teknis secara menyeluruh.

“Karena ini masih dalam masa pemeliharaan, kita mengharapkan supaya ada koordinasi dengan pihak ketiga, dalam hal ini kontraktor untuk bisa memperbaiki. Jika tidak maka menimbulkan kerugian bagi masyarakat sekitar,” ungkap Yasintus.

Menurut Yasintus, dari pengamatan lapangan, pihaknya berkesimpulan bahwa kesalahan terletak pada pihak perencana. Pasalnya, bronjong yang merupakan pekerjaan minorlah yang terkikis oleh banjir yang terkikis.

BACA JUGA: Belum Setahun, Bronjong di Seunbam-TTU Ambruk

Sementara pekerjaan mayornya tetap tidak mengalami kerusakan. Oleh karena itu, pihaknya meminta supaya dinas berkoordinasi dengan pihak konsultan perencana, agar dalam masa pemeliharaan ini dapat segera melakukan perbaikan sehingga tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat sekitar.

“Kita berharap supaya dinas secara serius kemudian tidak sekadar berbicara di media sosial, tapi harus turun untuk menyaksikan secara langsung tingkat kerusakannya seperti apa, sehingga kemudian, karena ini masih masuk dalam masa pemeliharaan, agar bisa diperbaiki,” tegasnya.

Yasintus menambahkan, selaku pimpinan DPR, pihaknya akan berkoordinasi dengan komisi teknis dalam hal ini Komisi III agar segera menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama dinas terkait guna membahas hal ini.

Dengan demikian, jika ada rekomendasi-rekomendasi dari DPRD, maka hal tersebut dapat segera ditindaklanjuti oleh dinas guna mengatasi ambruknya bronjong di Seunbam, Desa Maubesi tersebut.

“Semoga para pihak yang terlibat dalam kegiatan ini bisa duduk bersama untuk menyelesaikan masalah ini sehingga dapat memberikan manfaat banyak bagi masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, PPK, Frans Sanbein, mengatakan pihaknya berterima kasih kepada DPRD TTU yang langsung merespon peristiwa ambruknya bronjong ini dengan turun langsung melihat ke lokasi.

Menurutnya, hasil dari pemantauan lapangan tersebut akan ditindaklanjuti pihaknya selaku PPK, dan mewakili dinas untuk mempertemukan semua pihak yang berkepentingan dalam pekerjaan itu guna mencari solusinya.

“Kunjungan hari ini melibatkan rekanan, pengawas dan PPK, minus perencana saja. Dengan pertemuan hari ini di lapangan nanti akan ditindaklanjuti oleh PPK mewakili dinas untuk mempertemukan semua pihak yang berkepentingan dalam pekerjaan ini untuk mencari solusinya. Dalam waktu dekat saya akan melayangkan surat panggilan kepada konsultan perencana untuk secepatnya kami mencari solusi, apa yang kami lakukan agar bisa menyelesaikan persoalan ini,” pungkasnya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top