Kades Fafinesu B Dilaporkan ke Kejaksaan, Diduga Selewengkan Dana Desa | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kades Fafinesu B Dilaporkan ke Kejaksaan, Diduga Selewengkan Dana Desa


Anggota BPD Fafinesu B, Andreas Lalus. (FOTO: ISTIMEWA)

KABAR FLOBAMORATA

Kades Fafinesu B Dilaporkan ke Kejaksaan, Diduga Selewengkan Dana Desa


Sekdes: Tidak Usah Kasih Keterangan ke Wartawan, Urusan Kita dengan Inspektorat

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Oknum Kepala Desa (Kades) Fafinesu B, Kecamatan Insana Fafinesu, Yohanes Seko Haki, dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Timor Tengah Utara (TTU) atas kasus dugaan penyelewengan pengelolaan dana desa (DD) tahun anggaran 2019 dan 2020.

Anggota BPD Desa Fafinesu B, Andreas Lalus kepada Timor Express, Rabu (10/2) mengatakan, pihaknya bersama masyarakat Desa Fafinesu B telah mendatangi kantor Kejari TTU dan mengadukan adanya indikasi penyelewengan dana desa dua tahun anggaran.

Selain ke Kejaksaan, perwakilan BPD bersama masyarakat Desa Fafinesu B juga mengadukan persoalan serupa ke lembaga DPRD dengan harapan dapat ditindaklanjuti.

“Kami sudah lapor jaksa dan DPRD TTU untuk kasus dugaan korupsi penyelewengan pengelolaan dana desa di Desa Fafinesu B,” ungkap Andreas.

Andreas menambahkan, sejumlah proyek fisik yang dikerjakan menggunakan dana desa tahun 2019 diduga fiktif. Pasalnya, fisik pekerjaan belum rampung dikerjakan namun dalam laporan pertanggungjawaban keuangan, sang kades menyatakan realisasi anggaran mencapai 100 persen.

Proyek fisik tersebut di antaranya pembangunan 1 unit sumur bor dengan pagu anggaran Rp 310 juta. Selain itu, ada pula pengadaan sapi berjumlah 88 ekor.

BACA JUGA: Warga Desa Fafinesu C Pertanyakan Pengaduan Mereka, Begini Jawaban Kajari TTU

BACA JUGA: BPD Oekopa-TTU Laporkan Kadesnya ke Aparat Penegak Hukum

Andreas merincikan, untuk proyek pembangunan sumur bor dikerjakan oleh kepala desa sendiri dan letaknya di depan rumah pribadi kepala desa tanpa melalui pelelangan. Pembangunan delapan unit rumah tahun 2020 bersumber dari dana desa hingga kini pengerjaannya baru sebatas pembangunan tembok dan belum rampung.

“Pengadaan sapi dengan pagu anggaran Rp 433.400.000, dimana harga per ekor sebesar Rp 4.925.000 itu juga dipotong oleh kepala desa dan perangkat,” ujarnya.

Menurut Andreas, beberapa hari lalu pihaknya bersama seluruh BPD sudah menemui kepala desa dan meminta klarifikasi terkait pengadaan sapi, dimana kepala desa sendiri mengaku akan mengganti kerugian negara dari dana pengadaan sapi sebesar Rp 28 juta lebih. Tapi sampai saat ini belum ada pengembalian.

“Berdasarkan laporan pertanggungjawaban kepala desa, realisasi anggaran seratur persen. Tetapi kenyataan di lapangan lain. Sampai sekarang pengerjaan satu unit sumur bor itu belum selesai dari tahun 2019 sehingga LPj 2019 fiktif,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Desa Fafinesu B, Yohanes Seko Haki ketika dikonfirmasi enggan memberikan komentar.

Sementara, Sekertaris Desa, Eduardus Lau yang merupakan ipar kandung kepala desa dan Ketua TPK merangkap kaur selama lima tahun berturut-turut mengatakan bahwa wartawan tidak punya tupoksi di desa sehingga dirinya melarang kepala desa untuk memberikan keterangan.

“Tidak usah kasih keterangan di wartawan karena urusan kita dengan Inspektorat bukan dengan wartawan. Kita punya tahapan-tahapan,” ujar Sekdes Eduardus Lau. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top