Langkah Awal yang Dikerjakan Stefen Messakh setelah Jabat Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Langkah Awal yang Dikerjakan Stefen Messakh setelah Jabat Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT


POSE BERSAMA. Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT, Paulus Stefen Messakh bersama istri dan anak-anak pose bersama Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (tengah) usai pelantikan di aula Fernandez lantai IV Kantor Gubernur NTT, Rabu (10/2). (FOTO: BORGIAS KOLLO/TIMEX)

BISNIS

Langkah Awal yang Dikerjakan Stefen Messakh setelah Jabat Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Paulus Stefen Messakh, SE resmi menjabat sebagai Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT. Bankir yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Divisi SDM itu dilantik dan diambil sumpahnya oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) Bank NTT bertempat di aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT, Rabu (10/2).

Stefen Messakh masuk jajaran direksi setelah melalui persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas penilaian kemampuan dan kepatutan terhadap sosok sang bankir.

Stefen Messakh usai dilantik oleh Gubernur VBL, menyatakan, langkah pertama yang akan dia lakukan diawal masa jabatan barunya adalah melakukan upaya penyelamatan dan penyelesaian kredit secara optimal.

Selanjutnya, kata Stefen, melakukan langkah restrukturisasi kredit-kredit macet yang secara prospek usahanya, etikat baik debiturnya bisa diperoleh kembali.

Langkah berikut yaitu penyelesaian kredit. Langkah ini, kata Stefen Messakh, akan ditempuh dengan cara litigasi dan non litigasi. “Non litigasi yaitu kita akan melakukan negosiasi, penagihan yang maksimal kepada debiturnya. Kalau pun non litigasi gagal atau langkah ini tidak bisa jalan maka kami akan melibatkan pihak ketiga yaitu pihak kejaksaan sebagai pengacara negara untuk mengomunikasikan dengan debitur yang tidak kooperatif,” tegas Stefen.

Stefen menegaskan bahwa sejumlah langkah yang akan dia lakukan segera ini sebagai gambaran bahwa dirinya berkomitmen untuk menyelesaikan kredit macet yang ada sesuai temuan regulator OJK untuk ditindaklanjuti.

BACA JUGA: Lantik Stefen Messakh Jadi Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT, Gubernur VBL Bicara Bank Devisa

“Prinsipnya kredit macet yang ada harus kami selesaikan secara baik sesuai kepercayaan yang diberikan kepada kami. Ini tanggung jawab moril yang harus kami jalankan demi kebaikan lembaga dan masyarakat NTT,” tandasnya.

Perjalanan Karir

Untuk diketahui, perjalanan karir Paulus Stefen Messakh hingga ke kursi direksi tidak dilalui dengan mudah. Sosok yang menamatkan pendidikan dasar dan menengah di SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) ini memulai karirnya sebagai pelaksana di Bank NTT terhitung sejak 14 Februari 2002 hingga 17 November 2005.

Sejak 18 November 2005-19 Januari 2009, Stefen mendapat kepercayaan menjadi Kepala Cabang Pembantu merangkat Asistem Manajer Bank NTT Cabang Pembantu Baun, Kabupaten Kupang. Lalu pada 16 Januari 2009 hingga Agustus 2009 dipercaya menduduki jabatan sebagai Pejabat Kepala Cabang merangkap Manajer Bisnis Bank NTT Waingapu, Sumba Timur. Tujuh bulan di Waingapu, Stefen kemudian ditarik ke Kupang menjadi Kepala Sub Divisi Inspektur Wilayah I di Kantor Pusat Bank NTT. Jabatan ini ia emban sejak 18 Agustus 2009 hingga 7 Maret 2011.

Berkat kinerja dan prestasi kerjanya, Stefen kembali mendapat amanah sebagai Pimpinan Cabang Bank NTT Waingapu terhitung 8 Maret 2011 hingga April 2015. Empat tahun di Waingapu, Stefen kembali ditarik ke kantor cabang utama di Kupang, dan dipercaya menjabat sebagai Wakil Pimpinan Cabang Utama (WPCU) Kupang Bidang Bisnis terhitung April 2015 hingga Agustus 2016.

Setahun lebih cabang utama Kupang, Stefen mendapat promosi ke kantor pusat dengan menjabat sebagai Kepala Divisi Kepatuhan Bank NTT sejak Agustus 2016 hingga Juni 2019. Dari jabatan Kadiv Kepatuhan, Stefen dirotasi ke level yang sama sebagai Kadiv SDM Bank NTT sejak Juni 2019 hingga ia dilantik menjadi Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT terhitung 10 Februari 2021 hingga 9 Februari 2025. (ogi/aln)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top