Lantik Stefen Messakh Jadi Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT, Gubernur VBL Bicara Bank Devisa | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Lantik Stefen Messakh Jadi Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT, Gubernur VBL Bicara Bank Devisa


PELANTIKAN. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (kiri) saat melantik Paulus Stefen Messakh sebagai Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT di aula Fernandes, Kantor Gubernur NTT, Rabu (10/2) siang. (FOTO: STENLY BOYMAU/TIMEX)

BISNIS

Lantik Stefen Messakh Jadi Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT, Gubernur VBL Bicara Bank Devisa


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Jabatan Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT yang sebelumnya dirangkap oleh Direktur Utama (Dirut) Bank Pembangunan Daerah NTT itu, yakni Harry Alexander Riwu Kaho resmi diisi pejabat definitif. Adalah Paulus Stefen Messakh, SE yang mendapat kepercayaan untuk duduk dijajaran direksi sebagai Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT.

Paulus Stefen Messakh yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) Bank NTT, dinyatakan layak menduduki jabatan penting itu melalui persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas penilaian kemampuan dan kepatutan calon Direktur Pemasaran Kredit sesuai surat OJK Nomor: SR-427/PB.12/2020 tertanggal 30 Desember 2020. Surat OJK itu berisi usulan kepada pemegang saham Bank NTT untuk mengangkat Paulus Stefen Messakh sebagai Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT.

Akhirnya, melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB), Paulus Stefen Messakh dilantik dan diambil sumpahnya oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), bertempat di aula Fernandes Kantor Gubernur NTT, Rabu (10/2).

RUPS-LB ini dilakukan secara virtual, dimana Gubernur VBL, Sekda Ben Polo Maing, sejumlah pejabat Pemprov NTT, para Komisaris dan Direksi Bank NTT serta sejumlah pejabat lainnya mengikuti dari aula Fernandes Kantor Gubernur. Sementara para pemegang saham lainnya mengikuti secara virtual dari daerahnya masing-masing.

Usai pelantikan, Gubernur VBL kepada media ini mengatakan bahwa pengisian jabatan ini dilakukan dalam rangka mewujudkan Bank NTT sebagai bank yang sehat, dimana syaratnya seluruh direksi harus terisi.

“Kita bersyukur karena saudara Paulus Stefen Messakh ini setelah kita majukan ke OJK, dites dan dia patut dan layak untuk dapat dilantik menjadi Direktur Pemasaran Kredit,” ungkap Gubernur VBL.

Hal selanjutnya, kata VBL, target Bank NTT ke depan tidaklah ringan. Dimana pada 2023, Bank NTT akan dioperasikan sebagai bank devisa. Karena itu, seluruh Non Performing Loan (NPL), struktur, dan mindset kerja di Bank NTT harus berubah. “Kita harapkan ini bisa dikerjakan dengan baik,” harap VBL.

BACA JUGA: Steven Mesakh Jabat Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT

BACA JUGA: Bank NTT Segera Terapkan Sistem IT Terbaik di Asia

Dalam upaya mewujudkan Bank NTT sebagai bank devisi, ditargetkan pada akhir tahun 2024, modal di Bank NTT harus mencapai Rp 3 triliun. Terkait hal ini, Gubernur VBL mengatakan, sejumlah daerah di NTT sudah siap menambah setoran modal, namun masih ada beberapa daerah yang belum menyelesaian Perda untuk penambahan modal di Bank NTT. Meski demikian, kata VBL, pihaknya telah menyiapkan upaya lain dengan menawarkan saham minimum sesuai ketentuan perundang-undangan ke pihak ketiga, yakni para investor yang berminat.

“Ini memang kita belum putuskan (Investor, Red) mana yang berminat, namun kita harapkan agar aturan pemenuhan setoran inti Rp 3 triliun pada 2024 sesuai aturan OJK itu dapat diselesaikan,” tandas Gubernur VBL.

Sementara itu, Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho mengharapkan, dengan kehadiran seorang Direktur Pemasaran Kredit yang definitif, maka konsentrasi dan kewenangan dia dalam urusan penanganan kredit, dapat membawa dampak yang lebih baik.

Apalagi, lanjut Alex Riwu Kaho, pandemi Covid-19 ini membawa dampak pada berbagai hal, misalnya terbatasnya pertumbuhan kredit, juga sejumlah persoalan kredit, NPL, sehingga kehadiran Direktur Pemasaran Kredit yang definitif ini akan memberikan akselerasi penanganan yang lebih baik, fokusnya juga lebih terkendali dengan baik.

“Tahapan-tahapan untuk menyelesaikan kredit-kredit bermasalah dan ekspansi kredit pada sektor-sektor sesuai target yang telah ditetapkan bisa tercapai dengan optimal,” kata Alex Riwu Kaho.

Terkait terget mewujudkan Bank NTT sebagai bank devisa, Alex Riwu Kaho mengaku bersyukur dan mengapresiasi para pemegang saham yang sangat berkomitmen agar Bank NTT terus bertumbuh bahkan memenuhi beberapa ketentuan regulasi termasuk pemenuhan modal inti minimum Rp 3 triliun pada tahun 2024.

Dalam RUPS-LB hari ini (10/2), kata Alex Riwu Kaho, juga telah dibahas langkah-langkah pemenuhan modal inti minimum termasuk komitmen untuk menyetor modal secara organik juga mengantisipasi hal-hal ke depan agar tidak terjadi kekurangan penyetoran modal, maka dibuka kesempatan untuk mencari alternatif lain. (boy/aln)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top