Asik Ngopi Sore di Rumah PH, Penyidik Kejati NTT Amankan 2 Saksi Kasus Tanah Labuan Bajo | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Asik Ngopi Sore di Rumah PH, Penyidik Kejati NTT Amankan 2 Saksi Kasus Tanah Labuan Bajo


BACA SURAT PENANGKAPAN. Kordinator Bidang Datun Kejati NTT, Robert Lambila (kiri) saat membacakan surat penangkapan saksi di Jalan Rantai Damai, Kelurahan Tuak Daun Merah, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Kamis (11/2). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Asik Ngopi Sore di Rumah PH, Penyidik Kejati NTT Amankan 2 Saksi Kasus Tanah Labuan Bajo


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali mengamankan dua orang saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengalihan aset tanah di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar).

Kedua saksi diketahui berinisial ZDJ dan HF. Saat diamankan, kedua saksi sedang asik menikmati kopi sore bersama di rumah Penasehat Hukum (PH), Ali Antonius.

Pantauan TIMEXKUPANG.com, tim penyidik dipimpin Kordinator Bidang Datun Kejati NTT, Robert Lambila sekira pukul 14:30 Wita, tiba di Jalan Rantai Damai, Kelurahan Tuak Daun Merah, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Kamis (11/2).

Kasi Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim usai mengamankan kedua saksi menjelaskan, penangkapan tersebut dilakukan karena diduga mencederai proses hukum yang sedang di tangani Kejati NTT.

Menurutnya, kasus yang melibtakan sejumlah tersangka itu tengah menjalani persidangan praperadilan di Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang.

BACA JUGA: MAKI Ancam Gugat Kejagung dan Kemendagri Terkait Status Bupati Mabar

Dalam persidangan, kata Abdul Hakim, kedua saksi memberikan keterangan yang tidak sesuai pemeriksaan sebelumnya. Sehingga penyidik menganggap adanya upaya menghalang-halangi proses hukum.

“Kasus sedang bergulir di PN Kupang karena ada praperadilan tetapi dalam sidang pemeriksaan saksi itu, keduanya memberikan keterangan yang tidak sesuai pemeriksaan awal,” katanya.

Usai mengamankan ZDJ dan HF, penyidik Kejati NTT langsung memeriksa keduanya, dan jika terbukti langsung ditetapkan sebagai tersangka. “Kalau ada indikasi keterlibatan pihak lain kita akan kita proses sesuai aturan hukum yang berlaku,” tandasnya.

Selain mengamankan kedua saksi yang memberikan keterangan palsu, penyidik juga mengamankan 3 unit Hp. Mereka teracam melanggar pasal 21-22 Undang-Undang Tipikor dengan ancaman hukuman 7 Tahun kurungan penjara. (mg29)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top