Berbicara di Webinar KADIN NTT, Rosan Roeslani Beber 5 Urgensi Vaksinasi Gotong Royong | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Berbicara di Webinar KADIN NTT, Rosan Roeslani Beber 5 Urgensi Vaksinasi Gotong Royong


(Dari atas ke bawah), Ketua Komisi III DPR RI, Herman Herry, Pengurus KADIN NTT, Bobby Lianto, Ketua KADIN NTT, Abraham Paul Liyanto, dan Ketua Umum KADIN Indonesia, Rosan P. Roeslani saat tampil diacara webinar KADIN NTT, Kamis (11/2). (FOTO: Marthen Bana/TIMEX)

BISNIS

Berbicara di Webinar KADIN NTT, Rosan Roeslani Beber 5 Urgensi Vaksinasi Gotong Royong


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Rosan P. Roeslani mengatakan, akibat pandemi Covid-19, semua sektor, khususnya ekonomi sangat berdampak negatif terhadap perekonomian Indonesia.

“Akibat korona yang menghantam dunia sangat luar biasa. Ekonomi turun hingga minus 4,36 pada tahun 2020. Ekonomi di seluruh dunia merah. Kontraksinya cukup signifikan. Indonesia berkontraksi di angka minus 2,19 persen, masih lebih baik dari negara lainnya di dunia,” ungkap Rosan ketika menjadi narasumber pada Webinar dengan topik “Strategi Percepatan dan Pemulihan Ekonomi Bagi Pengusaha NTT di Tahun 2021” bersamaan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) IV KADIN NTT, Kamis (11/2) siang.

Webinar ini juga menghadirkan Ketua Komisi III DPR RI, Herman Herry selaku narasumber dan dihadiri Ketua KADIN NTT, Ir. Abraham Paul Liyanto bersama pengurus KADIN NTT dan kabupaten/kota serta asosiasi pengusaha di NTT lainnya.

Rosan menyebutkan, secara global, kasus Covid-19 kini mulai menunjukkan tren penurunan. Hanya di Indonesia yang kasusnya masih terus meningkat sampai sekarang. Meski demikian, Rosan optimistis bahwa kasus ini akan menurun seiring upaya pemerintah melaksanakan program nasional vaksinasi Covid-19 untuk menciptakan herd imunity (kekebalan kelompok) di masyarakat.

Rasa optimistis Rosan itu diungkapkannya dengan melihat tren pertumbuhan ekonomi global di tahun 2021 yang akan kembali membiru berdasarkan hasil evaluasi International Monetary Fund (IMF). “Mudah-mudahan ini berdampak baik bagi kita semua,” kata Rosan.

Rosan menyebutkan, tekanan terhadap perekonomian di Indonesia juga sudah mulai menurun. Hal ini bisa dilihat dari angka penjualan sepeda motor yang mulai meningkat. “Semoga ini berdampak positif bagi perekonomian kita ke depan,” lanjut pria kelahiran 1968 ini.

BACA JUGA: Tampil di Webinar KADIN, Herman Herry: NTT Adalah Raksasa Tidur

Selain itu, sambung Rosan, pertumbuhan dana di bank juga naik sangat signifikan hingga 12 persen. “Ini yang harus kita dorong agar terjadi konsumsi. Jika ini tidak jalan maka dana pihak ketiga akan makin banyak tersimpan, dengan demikian perekonomian pasti tidak tumbuh karena tidak ada konsumsi,” sebutnya.

Di NTT, demikian Rosan, yang paling banyak kontrasksi ekonomi di tahun 2020 adalah sektor jasa kontruksi, perdagangan, transportasi. Meski demikian, NTT dengan sektor unggulan di pariwisata merupakan potensi yang dapat menunjang pertumbuhan ekonominya. “Saya yakin Labuan Bajo (Taman Nasional Komodo, Red) akan maju pesat. Saya setahun bisa tiga sampai empat kali ke Labuan Bajo untuk diving,” bebernya.

Rosan mengungkapkan dua hal penting yang dapat dijadikan sebagai driver pembangkit ekonomi Indonesia. Pertama adalah program vaksinasi yang tengah digalakan pemerintah. Kedua adalah hadirnya Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker). Terkait UU Ciptaker ini, pemerintah telah membuat turunan aturannya, sehingga jika selesai dalam waktu dekat, produk ini akan menumbuhkan investasi. “Ini adalah dua hal penting yang menjadi driver pertumbuhan ekonomi di masa depan,” sebut Rosan.

Dikatakan, program vaksinasi ini memberi rasa kepercayaan diri dan akan mengurangi faktor ketidakpastian terhadap akhir dari pandemi Covid-19. Oleh karena itu, tutur Rosan, KADIN Indonesia menginisiasi adanya vaksinasi gotong royong (vaksinasi mandiri) dengan melibatkan pengusaha di tanah air.

Rosan menguraikan lima urgensi inisiasi program, vaksinasi gotong royong ini. Pertama adalah sebagai akselerasi dari program vaksinasi Covid-19 nasional. Kedua, memperluas herd imunity atau kekebalan kelompok secara nasional. Ketiga, membantu menggerakan roda perekonomian. Keempat, mengurangi beban APBN, dan kelima sebagai wujud komitmen dan aksi nyata pengusaha Indonesia dalam memerangi pandemi Covid-19 ini.

Rosan mengaku, untuk program vaksinasi gotong royong ini, pemerintah sedang menyiapkan regulasinya. “Kita targetkan pada pekan kedua Februari regulasi itu sudah bisa selesai. Skemanya pengusaha beli dari pemerintah atau impor langsung. Ini diharapkan sudah bisa berjalan pada Maret 2021. Range harganya juga tidak memberatkan, berkisar antara Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta. Nanti vaksinasi dilakukan setiap tahun karena vaksinasi ini hanya bertahan maksimal satu sampai dua tahun,” pungkas Rosan. (aln)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top