Polda Jatim Tangkap Sindikat Penyelundup Kendaraan Bodong ke Timor Leste | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Polda Jatim Tangkap Sindikat Penyelundup Kendaraan Bodong ke Timor Leste


Wadirreskrimum Polda Jatim, AKBP Nasrun Pasaribu saat konferensi pers soal sindikat penyelundup kendaraan bodong, Kamis (11/2). (FOTO: Istimewa)

PERISTIWA/CRIME

Polda Jatim Tangkap Sindikat Penyelundup Kendaraan Bodong ke Timor Leste


SURABAYA, TIMEXKUPANG.com-Sub Direktorat (Subdit) Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur, menangkap sindikat penyelundupan sepeda motor bodong ke Timor Leste dari Surabaya. Dalam kasus ini, polisi menangkap lima orang tersangka.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan, mereka yang ditangkap yakni SH, 36, sebagai pencari kendaraan; DI, 40, sebagai pengepul; M, 45, sebagai pengepul; dan PA, 43, sebagai pembuat dokumen ekspor.

“Ini pengungkapan kasus penjualan kendaraan roda empat dan dua (curian) ke luar negeri,” kata Gatot kepada wartawan, Kamis (11/2).

Sementara itu, Wadirreskrimum Polda Jatim, AKBP Nasrun Pasaribu menambahkan, kasus para tersangka sudah beraksi sejak 2017. Ratusan kendaraan yang dijual tersangka ke Timor Leste merupakan hasil tindak pidana, seperti curian atau hasil kredit yang sengaja tidak dibayar, lalu digelapkan dengan dijual ke pihak lain.

Sebelum diekspor, kendaraan roda dua dan roda empat yang diperoleh tersangka, disimpan di gudang di Jalan Greges Nomor 61, Kota Surabaya. Selanjutnya, komplotan pengepul kendaraan bermotor bodong ini mengirim ke Timor Leste melalui jalur laut. “Setiap bulannya selalu ada (motor) yang dikirim (tersangka) ke Timor Leste,” ucap Nasrun.

BACA JUGA: Polres Sikka Amankan 20 Unit Kendaraan Roda Dua Asal Solo

Pera tersangka mengirim kendaraan-kendaraan bodong itu dua kali dalam sebulan. Jumlahnya sesuai permintaan, rata-rata 10 sampai 15 unit. Satu unit motor dibandrol dengan harga Rp 7 juta. Kendaraan itu kemudian diterima oleh jaringan tersangka yang di Timor Leste.

“Salah satu tersangka pernah kerja di Timor Leste sehingga punya jaringan di sana,” imbuh Nasrun.

Sesampainya di Timor Leste, kendaraan bodong tersebut diganti dengan dokumen yang diduga palsu, menyesuaikan aturan di negara tersebut. “Di Timor Leste sudah ada penampungnya atau penyandang dananya. Kendaraan dari Indonesia yang hanya ada STNK, di sana diubah semua dan yang tidak ada dibuatkan (dokumen kendaraan),” pungkas Nasrun.

Dalam kasus ini, Polda Jatim mengamankan 76 unit kendaraan bermotor roda dua berbagai merk, 7 unit kendaraan roda empat jenis pick up berbagai merk, 3 unit dump truk, 5 unit ponsel berbagai merk, 2 unit laptop, dan 25 kontainer.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 481 KUHPidana subsider Pasal 480 KUHP Juncto Pasal 55 KUHP. Mereka terancam hukuman paling lama tujuh tahun penjara. (jpc/jpg)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top