Momentum Imlek, 32 Narapidana Konghucu Dapat Remisi Khusus | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Momentum Imlek, 32 Narapidana Konghucu Dapat Remisi Khusus


ILUSTRASI. Sejumlah narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Sidoarjo, Jawa Timur. Tahun ini dalam rangka perayaan Imlek, seorang napi Konghucu di Jawa Timur mendapat remisi khusus. (FOTO: JawaPos.com)

NASIONAL

Momentum Imlek, 32 Narapidana Konghucu Dapat Remisi Khusus


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) memberikan remisi khusus (RK) Hari Raya Imlek 2021 kepada 32 narapidana pemeluk agama Konghucu yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Remisi merupakan bentuk apresiasi yang diberikan negara bagi narapidana yang telah menunjukkan perubahan perilaku lebih baik,” kata Dirjen PAS Kemenkum HAM, Reynhard Silitonga, Jumat (12/2).

Reynhard merinci, dari 32 narapidana penerima RK Imlek, seluruhnya mendapatkan RK I (pengurangan sebagian). Rinciannya 8 orang mendapat pengurangan hukuman 15 hari, 14 orang mendapat pengurangan hukuman 1 bulan, 8 orang mendapat pengurangan hukuman 1 bulan 15 hari, dan 2 orang mendapat pengurangan hukuman 2 bulan.

“Usulan remisi berasal dari berbagai wilayah di Indonesia dengan optimalisasi penggunaan teknologi informasi Sistem Database Pemasyarakatan (SDP). Prosesnya menjadi lebih cepat, murah, akurat, dan transparan. Hak narapidana terjamin, akuntabilitas, dan integritas petugas terjaga,” tegas Reynhard.

Dia juga menyebut, kantor wilayah (Kanwil) Kemenkumham Kepulauan Bangka Belitung menyumbang jumlah penerima RK Imlek terbanyak, yaitu sebanyak 12 narapidana, disusul Kanwil Kemenkumham Banten sebanyak 4 narapidana, dan Kanwil Kemenkumham Kalimantan Barat sebanyak 3 narapidana.

Sisanya berasal dari Kanwil Kemenkumham Bali, DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Barat sebanyak 2 orang. Adapun Kanwil Kemenkumham Jambi, Jawa Timur, dan Kepulauan Riau masing-masing 1 orang.

“Bukan sekadar pengurangan masa pidana, namun diharapkan dapat meningkatkan keimanan dan motivasi narapidana agar menjadi manusia yang lebih baik lagi,” harap Reynhard.

Dia juga menegaskan, Ditjen PAS terus berusaha mengakomodir seluruh hak Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), terlebih di masa pandemi Coronavirus disease (Covie-19) yang saat ini masih mewabah dan berdampak luas terhadap semua segi kehidupan masyarakat.

“Pandemi Covid-19 masih menjadi tantangan kinerja di tahun 2021. Oleh karena itu, pelaksanaan tugas dan fungsi Pemasyarakatan harus menyesuaikan dengan adaptasi kebiasaan baru serta laksanakan protokol kesehatan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas,” tandas Reynhard. (jpc/jpg)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

To Top