Pipa BLUD-SPAM Rusak, Distribusi Air ke 674 Pelanggan Terganggu | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pipa BLUD-SPAM Rusak, Distribusi Air ke 674 Pelanggan Terganggu


UPAYA PERBAIKAN. Petugas BLUD-SPAM Matim berusaha menormalkan jaringan pipa yang tersumbat material batu dan kayu di tengah hutan Lok Pahar, Kecamatan Congkar. (FOTO: BLUD-SPAM for TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Pipa BLUD-SPAM Rusak, Distribusi Air ke 674 Pelanggan Terganggu


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Hujan yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Manggarai Timur (Matim) mengakibatkan pipa transmisi Badan Layanan Umum Daerah Sistem Pengelolaan Air Minum (BLUD-SPAM) Wae Buang, di Kecamatan Kota Komba dan Wae Kewo di Kecamatan Congkar, rusak. Akibatnya pelayanan bagi 674 pelanggan untuk dua wilayah ini ikut terganggu.

Di Wae Kewo, pada titik tertentu, pipa rusak akibat longsor. Hal ini mengakibatkan pipa transmisinya tidak berfungsi karena pada lubang pipa tersumbat material kayu, tanah, dan batu. Petugas dari BLUD-SPAM Matim, saat ini tengah berada di lokasi memperbaiki jaringan transmisi yang rusak tersebut.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan di dua wilayah ini. Tentu pelayanan dari kami terhambat, karena jaringan transmisi mengalami rusak diakibatkan bencana,” ungkap Kepala Bagian Keuangan dan Umum BLUD-SPAM Matim, Fransiskus Y. Aga, kepada TIMEXKUPANG.com melalui pesan WhatApp, Jumat (13/2).

Menurut Fransiskus, petugas dari BLUD-SPAM membutuhkan waktu sedikit lama untuk memperbaiki pipa atau jaringan tranmsisi yang rusak tersebut. Selain lokasinya jauh dari jalan raya dan permukiman warga, juga ada kendala karena cuaca hujan di dua wilayah itu. Selain itu, hambatan lainnya adalah kondisi medan pada titik lokasi kerusakan sangat menantang.

“Untuk identifikasi titik hambatan pada pipa yang ada, kita membutuhkan waktu dua hari. Perbaikan butuh waktu sedikit lama, selain karena cuaca, juga medan untuk jalur pipa ini cukup menantang. Kita harus jalan di tengah hutan. Ini cukup mengganggu saat memobilisasi alat kerja seperti mesin genzet dan peralatan sambung pipa HDPE,” kata Fransiskus.

Fransiskus menyebutkan, untuk menuntaskan persoalan ini, petugas yang ada terpaksa harus bermalam di pondok warga yang mudah terjangkau dari lokasi. Untuk jaringan pipa yang bersumber dari Wae Buang, ada sebanyak 205 pelanggan di Wae Lengga, Kota Komba, yang mengalami dampak dari gangguan tersebut. Sementara jaringan Wae Kewo sebanyak 469 pelanggan, meliputi wilayah Watunggong hingga Lengko Ajang, Kecamatan Congkar.

Fransiskus mengatakan, pihaknya memperkirakan Senin (15/2) perbaikan kerusakan sudah bisa selesai. Sehingga pelanggan IKK Kecamatan Congkar dan Kota Komba, kembali terlayani. BLUD-SPAM Matim terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat Matim. “Saya berharap masyarakat dapat mengerti kondisi yang saat ini terjadi akibat bencana tersebut,” harapnya. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top