Puluhan Ribu Dokumen Kependudukan Warga Matim Harus Diganti, Ini Penjelasan Kadis Dukcapil | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Puluhan Ribu Dokumen Kependudukan Warga Matim Harus Diganti, Ini Penjelasan Kadis Dukcapil


Kepala Disdukcapil Matim, Robertus Bonafantura saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (11/2). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Puluhan Ribu Dokumen Kependudukan Warga Matim Harus Diganti, Ini Penjelasan Kadis Dukcapil


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Perubahan nama dan pemekeran kecamatan di Kabupaten Manggarai Timur (Matim) ternyata berdampak terhadap urusan administrasi kependudukan (Adminduk) warga setempat.

Sebanyak 68.699 dokumen Kartu Tanda Penduduk (KTP) dari warga terpaksa harus diganti. Prosesnya pun membutuhkan waktu karena Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Matim masih harus mengadakan blanko e-KTP dengan dana dari APBD.

“Ini merupakan konsekuensi dari perubahan nama dan pemekaran kecamatan. Makanya dokumen kependudukan harus dirubah. Seperti KTP, Kartu Keluarga, dan lainya. Untuk pengadaan blanko KTP ini, dibebankan kepada APBD Matim,” ujar Kepala Disdukcapil Matim, Robertus Bonafantura, saat ditemui media ini di ruang kerjanya, Kamis (11/2).

Robertus menyebutkan, ada lima kecamatan yang mengalami perubahan, yakni perubahan nama dan karena pemekaran. Dua kecamatan yang mengalami perubahan nama, yakni Kecamatan Poco Ranaka berubah menjadi Kecamatan Lamba Leda Selatan, dan Kecamatan Poco Ranaka Timur berubah nama menjadi Kecamatan Lamba Leda Timur. Sementara tiga kecamatan lainnya yang dimekarkan, yakni Lamba Leda Utara, Congkar, dan Kecamatan Kota Komba Utara.

Dengan perubahan ini, kata Robertus, maka dokumen kependudukan warga, khususnya KTP elekreonik harus dirubah. Hanya saja, saat ini belum bisa dilakukan karena bergantung pada ketersediaan blanko. Sedangkan kartu keluarga dan dokumen lainnya, dipastikan tidak mengalami kesulitan.

“Untuk seluruh data atau dokumen kependudukan itu, kita tentunya akan rubah semua. Kalau kepingan blanko e-KTP sudah ada, kita bisa langsung cetak, sebab untuk cetak itu tidak sulit. Hanya saja, saat ini blankonya belum tersedia,” ungkap Robertus.

Robertus mengaku, pihaknya merencanakan untuk pengadaan sekira 50 ribu kepingan blanko e-KPT. Pihaknya juga memperhitungkan warga yang sudah meninggal dunia atau merantau. Sehingga program untuk mencetak kembali fisik e-KTP perubahan bagi warga di lima kecamatan itu akan lebih diprioritaskan bagi mereka yang menetap di wilayah Matim.

Khusus dua kecamatan yang mengalami perubahan nama, lanjut Robertus, tidak sulit untuk merubah semua dokumen kependudukan. Itu karena nomor indeks kecamatan tidak diganti. Sementara untuk tiga kecamatan pemekaran, pihaknya masih menunggu nomor indeks kecamatan. Pihaknya sudah melayangkan surat ke Direktorat Jenderal Kependudukan Kemendagri untuk menyampaikan perubahan ini.

“Kami sudah bersurat ke pusat untuk memasukan kode indeks dari tiga kecamatan pemekaran dalam aplikasi Sistem Administrasi Kependudukan (SIAK) Dinas Dukcapil Matim,” katanya.

Robertus menyebutkan, untuk sementara waktu, pencetakan e-KTP, baik KTP baru maupun yang hilang, rusak atau karena pindah alamat, pihaknya akan melayani dengan menerbitkan surat keterangan (Suket). Sementara untuk dokumen lain, seperti Kartu keluarga dan Akta, bisa langsung dicetak jika masyarakat sangat membutuhkan dokumen kependudukan dimaksud.

“Material untuk dokumen Kartu Keluarga dan Akta itu ada, dan kita bisa langsung proses cetak. Tapi karena pandemi Covid-19, saat ini kita belum layani masyarakat secara fisik di kantor Dukcapil. Semua data dari masyarakat dikirim secara online melalui aplikasi milik Dukcapil Matim. Setelah proses cetak, kita serahkan ke desa untuk dibagi ke masyarakat,” pungkas Robertus. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top