Virus Nipah Berpotensi Menjadi Pandemi Jilid II di Indonesia | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Virus Nipah Berpotensi Menjadi Pandemi Jilid II di Indonesia


ILUSTRASI. Gejala yang ditimbulkan oleh virus Nipah menyerupai influenza. Foto ilustrasi ini diperagakan Ajeng Nimas Puspa Ratnasari. (FOTO: ANGGER BONDAN/JAWA POS)

NASIONAL

Virus Nipah Berpotensi Menjadi Pandemi Jilid II di Indonesia


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Belum reda dari penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang tengah melanda dunia, kini muncul virus baru yang berpotensi menjadi pandemi jilid dua di Indonesia. Ancaman tersebut datang dari Virus Nipah.

Virus Nipah adalah virus yang ditemukan pertama kali di Malaysia tahun 1999 silam. Bahkan, virus tersebut mengakibatkan wabah di kalangan peternak babi saat itu. Penularan virus tersebut disebabkan kontak langsung manusia dengan babi sakit atau jaringan yang terkontaminasi.

’’Virus ini berpotensi menjadi pandemi kedua. Sebab, sifat virus dan cara penularannya mirip dengan SARS-CoV-2,’’ kata dosen Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair), Dr. dr. Agung Dwi Wahyu, M.Si., M.Ked.Klin., Sp.MK.

Agung mengatakan, gejala yang ditimbulkan menyerupai influenza. Di antaranya, badan meriang, demam, hingga otot-otot terasa nyeri. ’’World Health Organization (WHO) dalam situsnya menyebutkan bahwa tingkat kematian pada virus tersebut diperkirakan mencapai 75 persen,’’ ujarnya.

Dia menjelaskan, ada beberapa hal yang mengakibatkan tingkat kematian mencapai 75 persen. Yakni, penanganan yang kurang komprehensif. Selain itu, gejala yang tidak umum dan kejadiannya sangat cepat. Juga, belum ditemukan vaksin atau obat untuk virus tersebut.

’’Tidak ada pengobatan yang spesifik untuk virus tersebut. Pengobatannya hanya penatalaksanaan suportif agar penderita bisa bertahan hidup,’’ jelasnya.

Menurut dia, virus itu berpotensi menjadi pandemi karena sudah ada penularan dari manusia ke manusia. WHO mencatat pada 2001, wabah virus Nipah muncul di Siliguri, India.

Penularan virus itu terjadi pada layanan kesehatan. Masa inkubasinya mirip dengan SARS-CoV-2, yakni 5–14 hari. ’’Sebanyak 75 persen kasus di antaranya terjadi pada staf rumah sakit serta pengunjung,’’ katanya. (ayu/c7/git/jpc/jpg)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

To Top