Cegah Covid-19 di Kota Kupang, Dinkes Usul Rp 17 M dari Dana Refocusing | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Cegah Covid-19 di Kota Kupang, Dinkes Usul Rp 17 M dari Dana Refocusing


Kadis Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati (kanan) saat mendampingi Wawali Kupang, dr. Herman Man dalam sesi konferensi pers Januari 2021 lalu. (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Cegah Covid-19 di Kota Kupang, Dinkes Usul Rp 17 M dari Dana Refocusing


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang tengah mengkaji dan membahas upaya refocusing APBD 2021 untuk penanganan pencegahan pandemi Covid-19.

Pemkot sendiri sebagaimana diungkapkan Wakil Wali (Wawali) Kota Kupang, dr. Hermanus Man bahwa akan menyiapkan anggaran dari refocusing ABPD 2021 lebih kurang Rp 80 miliar untuk penanganan Covid-19. Hal ini dilakukan untuk menjawab permintaan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) agar Pemkot menyediakan anggaran yang cukup untuk mencegah penyebaran korona yang angkanya melonjak di Kota Kupang. Peryataan ini disampaikan Wawali Herman Man dalam acara Obrolan Malam bersama Forum Academia NTT (FAN) dan Wahana Visi Indonesia (WVI), Sabtu (13/2).

Nanti dari hasil refocusing anggaran yang Rp 80 miliar itu, sebanyak sepertiga anggaran akan difokuskan untuk penanganan 3T (tracing, testing, treatmen), termasuk di dalamnya membiayai proses isolasi terpusat pasien dengan gejala ringan atau orang tanpa gejala (OTG)

Sebagaimana diketahui, angka terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Kupang hingga akhir pekan ini (13/2) saja berjumlah 3.379 kasus. Dari jumlah itu, yang masih dirawat 1.874 orang, sembuh 1.419 orang, dan meninggal 86 pasien.

Karena itu, untuk langkah penanganan dan pencegahan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kupang telah menyiapkan perhitungan dan usulan anggaran sebanyak Rp 17 miliar dari rencana refocusing tersebut.

Saat ini, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Kupang masih melakukan kajian dan pembahasan terkait perencanaan kebutuhan anggaran, penggunaannya, dan dananya harus diambil dari pos-pos mana saja.

Kepala Dinkes Kota Kupang, drg. Retnowati menjelaskan, kebutuhan anggaran yang pihaknya usulkan sebesar Rp 17 miliar itu akan dipakai membiayai beberapa kegiatan dan program yang telah dibahas dan disepakati.

“Salah satu itemnya adalah membiayai pengobatan pasien yang melakukan isolasi mandiri, seperti pengadaan obat anti virus, vitamin dan antibiotik lainnya,” kata drg. Retno saat diwawancarai di ruang kerjanya Kamis (11/2).

Selain itu, lanjut drg. Retno, ada juga item pembiayaan untuk pasien yang akan ditampung pemerintah di tempat-tempat yang akan disewa. “Sebenarnya isolasi mandiri itu jika merupakan pasien tanpa gejala, maka melakukan isolasi mandiri di rumah. Yang bergejala ringan diiisolasi di tempat-tempat yang disediakan pemerintah. Jadi nanti akan diseleksi oleh dinas melalui tenaga medis yang bertugas,” jelasnya.

Dokter Retno mengatakan, pasien yang melakukan isolasi mandiri di rumah adalah mereka yang merupakan pasien tanpa gejala. Ini juga akan dipantau oleh petugas medis, dan akan diberikan obat-obatan yang dibutuhkan, misalnya obat anti virus dan vitamin.

“Sebelum melakukan isolasi mandiri di rumah, petugas juga akan melihat kondisi rumah yang dijadikan tempat isolasi, jika tidak sesuai dengan standar maka akan diarahkan untuk melakukan isolasi di tempat yang disediakan pemerintah,” ujarnya.

Terkait rencana merekrut tenaga kesehatan untuk membantu penanganan Covid-19, drg. Retno mengaku, hal ini akan diatur oleh RSUD S. K. Lerik karena anggaranya ada di rumah sakit.

“Dinas Kesehatan bertanggung jawab untuk penanganan tracing, testing, dan treatment untuk yang melakukan isolasi mandiri, baik di rumah maupun di tempat-tempat yang disediakan pemerintah. Sementara treatment di rumah sakit, menjadi tanggung jawab rumah sakit,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe menyetujui dan mendukung Pemkot Kupang melakukan refocusing anggaran untuk pencegahan dan penanganan Covid-19.

Yeskiel Loudoe mengaku, DPRD sebagai mitra dan penyelenggara pemerintahan di daerah, sangat mendukung semua upaya yang dilakukan pemerintah termasuk refocusing anggaran.

BACA JUGA: Perang Melawan Covid-19, Pemkot Kupang akan ‘Persenjatai’ RT-RW

Menurutnya, semua yang telah dilakukan pemerintah akan didukung, karena semuanya tentang kemanusiaan, berjuang menyelamatkan dan demi kesehatan dan kesejahteraan semua masyarakat Kota Kupang.

Yeskiel memberi beberapa catatan penting untuk pemerintah, yaitu perencanaan anggaran harus dilakukan secara baik agar tidak terjadi masalah di kemudian hari. “Kami minta agar anggaran itu nantinya digunakan secara baik, jangan sampai dianggarkan lain lalu dipakai tidak sesuai,” tegasnya.

Dia menegaskan, refocusing anggaran yang dilakukan tahun 2020 kemarin, harus diakui tidak dijalankan dengan maksimal. Pelayanan dan upaya pencegahan dan lainnya tidak maksimal, dan itu fakta yang harus dijadikan sebagai pembelajaran bagi pemerintah.

“Jadi kemarin disampaikan oleh Wakil Walikota itu sangat didukung oleh DPRD karena penyampaian dan kajian yang dilakukan itu sangat bagus, tetapi jangan sampai pelaksanaannya di tingkat bawah tidak sesuai,” katanya.

Anggota DPRD Kota Kupang empat periode ini mengatakan, sesuai arahan Presiden Jokowi, pemerintah daerah menerapkan sistem pengawasan dimulai dari tingkat mikro, yaitu RT, RW, dan Kelurahan.

“Karena terkait pengawasan, data dan lainnya, ada pada tingkat paling bawah, oleh sebab itu anggaran juga harus didukung sampai ke mereka agar mereka juga bekerja secara maksimal,” ujarnya.

Yes Loudoe menekankan agar Pemkot jangan hanya semangat melakukan refocusing tetapi tidak tepat sasaran dan tidak fokus pada penyelesaian penanganan pandemi ini.

“Karena mengurus Covid-19 ini bukan hal mudah. Bayangkan setiap hari harus ada mobil jenazah yang masuk ke TPU Fatukoa. Bagaimana kesedihan dan keputusasaan masyarakat yang ditinggalkan keluarganya karena Covid-19 ini,” ujarnya.

Ketua DPC PDIP Kota Kupang ini menegaskan, situasi sekarang ini bukan lagi situasi tanggap darurat tetapi sudah darurat. “Jadi saya mendukung refocusing tetapi harus dilakukan kajian secara baik penggunaannya untuk apa saja, karena ini berhubungan dengan kemanusiaan,” terangnya.

Dia juga meminta agar pemerintah tidak memangkas anggaran yang berhubungan dengan penanganan kesejahteraan sosial, bencana alam, dan semua program yang berhubungan dengan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Pemerintah perlu duduk bersama dengan DPRD untuk membahas refocusing ini agar jangan terjadi simpang siur, tetapi semuanya dibahas bersama dan menghasilkan produk bersama antara DPRD dan pemerintah,” terangnya.

Yes Loudoe menilai bahwa Pemkot Kupang telah berupaya dengan sebaik mungkin melakukan berbagai upaya untuk pencegahan dan penanganan Covid-19.

“Tetapi jangan sampai pelayanan yang baik itu hanya berlaku bagi pejabat saja tetapi tidak merata sampai pada masyarakat. Karena itu perlu adanya pemerataan pelayanan yang sesuai standar untuk semua masyarakat Kota Kupang, tidak membeda-bedakan mana pejabat dan mana masyarakat,” pintanya.

Yes Loudoe juga meminta Pemkot melakukan revisi terhadap surat edaran Wali Kota Kupang terkait dengan penerapan protokol kesehatan, sehingga tidak terjadi gejolak di masyarakat khususnya para pelaku usaha.

“Jadi pemerintah juga harus menerima semua masukan yang baik agar pelaksanaan di lapangan benar-benar terfokus. Sangat diperlukan sinergitas antara Pemerintah Kota Kupang, DPRD Kota Kupang, dan juga Pemerintah Provinsi NTT untuk bisa menangani Covid-19 di Kota Kupang,” pungkasnya. (mg25)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top