Bahas Strategi Lawan Covid-19 di NTT, FAN-WVI Gelar Diskusi Hadirkan 5 Pembicara | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bahas Strategi Lawan Covid-19 di NTT, FAN-WVI Gelar Diskusi Hadirkan 5 Pembicara


Moderator FAN, Elcid Li. (FOTO: DOK. PRIBADI)

KABAR FLOBAMORATA

Bahas Strategi Lawan Covid-19 di NTT, FAN-WVI Gelar Diskusi Hadirkan 5 Pembicara


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-NTT merupakan provinsi dengan jumlah testing dan kemampuan testing terendah se-Indonesia. Dengan angka testing yang amat rendah ini, kemampuan mendeteksi penyebaran Covid-19 juga amat rendah. Idealnya satu orang positif, membutuhkan 30 orang contact tracing. Dengan angka kenaikan penderita Covid-19 sebanyak 100 orang per hari di NTT, idealnya ada 3.000 test per hari. Saat ini kapasitas test di NTT masih di bawah angka 400 hari per hari atau hanya sebesar 13,3 persen dari total kapasitas pemeriksaan saat ini.

Minimnya jumlah test di NTT mempengaruhi kemampuan deteksi/pemetaan penyebaran Covid-19. Hal ini memungkinkan penyebaran semakin terbuka. Untuk itu Forum Academia NTT (FAN) bekerjasama dengan Wahana Visi Indonesia (WVI) didukung World Health Organization (WHO) menggelar serial diskusi terkait pandemi Covid-19 di NTT.

“Khusus diskusi malam ini, tema yang diangkat adalah Minimnya Test PCR dan Strategi Melawan Covid-19 di Provinsi NTT,” ungkap Elcid Li, Moderator FAN kepada media ini, Senin (15/2) siang.

Elcid menyebutkan, diskusi ini ditayangkan di laman facebook dan chanel youtube milik FAN secara live mulai pukul 19.30-21.00 Wita.

Elcid menjelaskan, diskusi malam ini mencoba menggali tentang kondisi ril kemampuan pemeriksaan/testing di NTT. Saat ini NTT ada dalam posisi terendah se-Indonesia dalam hal testing. “Semboyan 3T (Testing, Tracing, dan Treatment) di NTT belum bisa dilakukan secara optimal karena ‘T’ yang pertama masih amat rendah,” katanya.

Elcid menyebutkan, untuk diskusi malam ini hadir lima orang narasumber, yakni Dr. dr. Idawati Trisno, M.Kes (Tim Pakar Satgas Covid-19 NTT), Dr. Fima Inabuy (Ketua Tim Lab Biokesmas Provinsi NTT), Ir. Erlina Salmun M.Kes (Kabid P2P Dinkes NTT), Dr. Inche Sayuna, M.Hum (Wakil Ketua DPRD NTT), dan Dr. Michael L. Riwukaho (Penyintas Covid-19/Warga Kota Kupang).

Menurut Elcid, dengan menghadirkan para pembicara dengan latar belakang yang berbeda ini diharapkan memberikan perspektif yang beragam, dan memperkaya para pengambil kebijakan untuk melihat dari berbagai sisi, terutama dalam proses pengambilan keputusan dan kebijakan dilakukan dengan tepat dan cepat di masa pandemi ini.

“Diskusi ini akan dipandu Dr. Wilson Therik selama 90 menit. Para penonton dapat menyampaikan pertanyaan maupun tanggapan dalam live chat di facebook maupun youtube yang akan dikirimkan langsung ke moderator. Kami berharap diskusi semacam ini semakin mendorong seluruh pihak untuk memaksimalkan segala daya upaya untuk memetakan dan memutuskan rantai penyebaran virus, dalam perang melawan Covid-19 semua pihak harus terlibat, termasuk masyarakat,” pungkas Elcid Li. (aln)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top