Banjir Bandang Menerjang, Lahan Pertanian Warga Desa Bhera Rusak Parah | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Banjir Bandang Menerjang, Lahan Pertanian Warga Desa Bhera Rusak Parah


TERANCAM. Salah satu rumah di dekat bantaran sungai Kaliwajo, Desa Bhera, Kabupaten Sikka, terancam amukan banjir bandang yang menerjang wilayah itu akhir pekan lalu. Banjir ini mengakibatkan lahan pertanian warga mengalami kerusakan. (FOTO: KAREL PANDU/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Banjir Bandang Menerjang, Lahan Pertanian Warga Desa Bhera Rusak Parah


MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Sikka dan sekitarnya tiga hari terakhir pekan lalu menyebabkan banjir bandang di wilayah Desa Bhera, Kecamatan Mego. Lebih kurang 16 hektare lahan pertanian warga berupa sawah rusak parah akibat terjangan banjir bandang itu.

Warga Desa Bhera hanya berharap kiranya pemerintah dapat menormalisasi sungai Kaliwajo dan membangun turap pengaman agar lahan warga bisa diselamatkan.

Direktur Wahana Tani Mandiri Sikka, Wilfridus Keupung, kepada media ini di Maumere, Minggu (14/2) menjelaskan, banjir bandang ini terjadi akibat hujan yang mengguyur selama tiga hari berturut-turut sehingga menyebabkan sungai Kaliwajo yang melintasi persawahan di Desa Bhera rusak disapu banjir.

“Banjir bandang yang meluluhlantakan areal persawahan warga Desa Bhera harus segera ditindaklanjuti dengan melakukan normalisasi kali tersebut, karena itu butuh perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sikka,” kata Wim, sapaan akrab Wilfridus.

Selain merusakan lahan persawahan warga, lanjut Wim, banjir itu juga merusakan sejumlah rumah warga yang terletak dekat bantaran sungai. Hal ini memaksa warga terdampak banjir harus mengungsi ke tempat aman.

“Selain lahan warga yang rusak, sejumlah rumah warga yang berada dekat bantaran sungai juga tersapu banjir bandang. Karena itu pemerintah harus segera bentindak untuk memberikan bantuan kepada warga,” harap Wim.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Bhera, Simon Wara. Menurutnya, banjir itu tak cuma merusak areal persawahan warga, namun juga merusak tanaman palawija maupun tanaman komoditi lainnya.

Simon menyebutkan, selain lahan pertanian yang tersapu banjir, ada empat rumah warga yang rusak parah akibat banjir bandang itu.

“Lahan sawah warga habis disapu banjir bandang. Selain itu empat rumah warga juga menjadi sasaran banjir. Bahkan dapur, dan MCK milik warga juga ludes terbawa banjir,” ungkap Simon.

Kades Simon mengaku, sebelum bencana ini, pihaknya sudah memberikan warning kepada masyarakat agar selalu waspada, apabila terjadi hujan secara terus menerus, maka warga segera berpindah ke lokasi yang aman. Kades Simon berharap adanya uluran tangan atau bantuan dari Pemkab Sikka terhadap warganya yang mengalami musibah ini.

“Kami sudah sampaikan kepada warga untuk selalu waspada apabila terjadi hujan secara terus-menerus agar segera berpindah ke lokasi yang aman. Atas musibah yang menimpa warga kami, sebagai Kepala Desa Bhera, saya berharap adanya uluran tangan dari semua pihak untuk membantu warga korban bencana ini,” harap Simon.

Saat ini, lanjut Simon, warga yang mengalami musibah telah mendapatkan bantuan sembako dari Caritas Keuskupan Maumere. Bantuan tersebut berupa 25 karung beras, 25kg ikan teri, dan masker. Sementara dari BRI Unit Paga memberi bantuan berupa beras 25kg, 5 papan telur ayam. Bantuan ini cukup membantu masyarakat yang mengalami musibah.

Salah satu Ketua RT di Desa Bhera, Aga Situs menyebutkan, lahan warga yang tersapu banjir itu berada di Kiria A, Kiria B, hamparan Detujanga dan Langga La. Khusus lahan yang berada di Kiria B yang tersisa tinggal empat bidang saja. Jika hujan terus menerus, dipastikan seluruh lahan akan tersapu banjir.

Melihat kondisi lahan warga yang rusak parah itu, kata Aga, masyarakat berharap agar pemerintah dapat membantu melakukan pengerukan atau menormalisasi sungai itu. “Masyarakat saat ini hanya berharap adanya bantuan untuk melakukan normalisasi kali, agar lahan warga bisa selamat dari banjir bandang,” harap Aga. (Kr5)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top