Bawaslu Resmi Minta Mendagri Tak Lantik Orient Jadi Bupati Sabu Raijua | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bawaslu Resmi Minta Mendagri Tak Lantik Orient Jadi Bupati Sabu Raijua


Anggota Bawaslu RI, Ratna Dewi Pettalolo. (FOTO: Dok. JawaPos.com)

POLITIK

Bawaslu Resmi Minta Mendagri Tak Lantik Orient Jadi Bupati Sabu Raijua


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) melayangkan surat kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan meminta agar segera memberi pandangan terhadap kasus Orient Patriot Riwu Kore. Pasalnya, Bupati Kabupaten Sabu Raijua terpilih itu masih tercatat sebagai warga negara Amerika Serikat (AS).

Anggota Bawaslu RI, Ratna Dewi Pettalolo mengatakan, dalam rekomendasinya, Bawaslu meminta Mendagri untuk tidak melantik Orient sebagai Bupati Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Bawaslu berpandangan, secara hukum Oreint tidak memenuhi syarat menjadi calon bupati setelah ditemukannya status kewarganegaraan ganda Orient dari rangkaian hasil pengawasan Bawaslu Kabupaten Sabu Raijua,” ujar Ratna kepada wartawan, Senin (15/2).

Meskipun, penetapan pasangan calon (paslon) terpilih telah dilaksanakan berdasarkan Keputusan KPU Kabupaten Sabu Raijua Nomor 25/HK.03.1-Kpt/5320/KPU-Kab/I/2021 tanggal 23 Januari 2021. Namun adanya keadaan fakta hukum baru kewarganegaraan tersebut membuat syarat pencalonan Orient tak lagi terpenuhi.

“Hal ini sesuai Pasal 7 ayat (1) UU Pemilihan jo. Pasal 4 ayat (1) Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2020, sebagai syarat fundamental harus warga negara Indonesia (WNI),” katanya.

BACA JUGA: Kemenkumham Koordinasi dengan Kemendagri Terkait Status Orient Riwu Kore

BACA JUGA: Orient Riwu Kore: Saya WNI, Bukan Warga Negara Ganda

Perlu diketahui, Orient sendiri sebelumnya telah ditetapkan sebagai calon Bupati Sabu Raijua berpasangan dengan Thobias Uly yang diusung Partai Demokrat dan PDIP, dan telah mendapatkan suara terbanyak sebesar 48,3 persen.

Namun, fakta hukum bersumber surat Kementerian Luar Negeri (Kemendagri) Nomor: 02992/PK/02/2021/64/10 tanggal 10 Februari 2021 dan surat Kedutaan Besar AS Nomor 00709 tanggal 10 Februari 2021 menyatakan bahwa benar Orient adalah warga negara AS. Mengingat kewenangan pelantikan kepala daerah merupakan ranah administrasi pemerintahan, maka Bawaslu membuat surat rekomendasi kepada Mendagri.

Sejauh ini, keputusan penetapan pasangan calon terpilih pemilihan Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Sabu Raijua tahun 2020 telah disampaikan kepada Ketua DPRD Sabu Raijua yang telah diteruskan kepada Mendagri melalui Gubernur NTT untuk memperoleh pengesahan pengangkatan dengan Keputusan Mendagri yang hingga kini belum dilaksanakan.

“Untuk itu, Bawaslu meminta Mendagri tak melaksanakan pengesahan dan pengangkatan Orient sebagai Bupati Kabupaten Sabu Raijua lewat Keputusan Mendagri atas adanya temuan fakta hukum kewarganegaraan ganda tersebut,” tegasnya.

Dalam analisa Bawaslu, sesuai Pasal 23 huruf a, b, h, atau i UU Nomor 12/2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia, jo Pasal 31 ayat (1) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2007, menegaskan apabila seseorang WNI memperoleh kewarganegaraan lain, maka yang bersangkutan dengan sendirinya (otomatis) kehilangan kewarganegaraan, sehingga status sebagai WNI tidak ada lagi. (jpc/jpg)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top