Dirut Bank NTT Pimpin Tim Donor Plasma Konvalesen | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Dirut Bank NTT Pimpin Tim Donor Plasma Konvalesen


DONOR PLASMA. Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho saat mendonorkan plasma darah konvalesen di UPT PMI NTT, Kamis (15/2). (FOTO: STENLY BOYMAU/TIMEX)

BISNIS

Dirut Bank NTT Pimpin Tim Donor Plasma Konvalesen


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Tingginya kebutuhan plasma darah di Kota Kupang dalam upaya menolong pasien positif Covid-19 yang jumlahnya sudah di atas 3.000 kasus menarik simpati Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho. Pasalnya disaat kebutuhan akan plasma darah begitu tinggi, sementara pasokannya terbatas.

Terpanggil karena rasa kemanusiaan, Dirut Alex memimpin timnya yang adalah penyintas Covid-19 melakukan donor plasma konvalesen di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Transfusi Darah PMI NTT, Senin (15/2).

Bank NTT yang dipimpin Alex Riwu Kaho ini hadir membawa harapan, dimana sang Dirut menginisiasi gerakan massal donor plasma konvalesen, yang diawali dengan aksi spontan oleh Alex Riwu Kaho.

Pagi kemarin itu, Dirut Alex didampingi Kadiv Rencorsec, Endri Wardono, tiba di kantor PMI NTT di Jl. Veteran, Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo. Di sana, Alex menjalani chek up medis dan pengambilan sampel darah untuk dianalisa. Dua jam kemudian barulah dilakukan donor plasma.

Dirut Alex menegaskan bahwa saat ini jumlah masyarakat terpapar cukup tinggi. Syukur, ada yang memiliki imun tubuh baik sehingga antibody dalam tubuh mampu menangkal virus. Namun menjadi masalah bagi mereka yang tidak, dan kondisinya sedang drop. Tentu membutuhkan terapi plasma konvalesen. Dan plasma ini hanya bisa diambil dari para penyintas, atau mereka yang sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19, dan dari sisi medis, layak untuk melakukan donor.

“Apa yang Bank NTT lakukan hari ini adalah bentuk keterpanggilan kita sebagai bagian dari anak bangsa, bagian dari masyarakat NTT. Karena ada banyak yang terpapar dan membutuhkan dukungan kita. Kita pernah mengalaminya dan tahu bagaimana beratnya berada pada posisi itu. Namun dengan plasma konvalesen yang kami donorkan ini, besar harapan kami, dapat sedikit meringankan beban sakit yang diderita pasien,” tegas Dirut Alex dalam keterangan tertulis Humas Bank NTT, kemarin (15/2).

Dia memberi dukungan kepada mereka yang sedang terpapar, agar jangan putus asa lalu menyerah. “Tidak perlu takut, cemas, ikutilah terus imbauan dari pemerintah serta mengonsumsi makanan-makanan sehat. Terus memiliki semangat bahwa bisa melewati masa-masa inkubasi dari Covid-19 ini,” pesan Alex.

Menurut Alex, keterpanggilan dari Bank NTT sangatlah beralasan, karena bangsa ini tidak boleh berlama-lama terpuruk dalam suasana pandemi. Semua elemen anak bangsa harus bahu-membahu, saling menopang untuk bangkit. Dengan cara, mendonorkan plasma bagi mereka yang butuh.

“Kita merasa terpanggil dalam masa sulit ini, dengan terus mendorong, memberikan plasma konvalesen sehingga semuanya kembali beraktivitas di tempat kerjanya, dan roda ekonomi harus terus berputar. Kita harus bangkit bersama,” tegas Alex dengan nada optimis.

Sebagai wujud keseriusan Bank NTT terhadap suksesnya agenda kemanusiaan ini, kemarin, tidak hanya Dirut Alex saja yang melakukan donor plasma, melainkan dia beserta 34 orang karyawannya. Mereka rata-rata sudah sembuh, dan saatnya memberi demi kemanusiaan.

Sebelumnya, Dirut Alex bertemu Kepala UPT PMI NTT, dr. Samson Ehe Teron, SpPk. “Tadi dalam percakapan dengan Kepala PMI NTT, dua minggu lagi kita akan melakukan donor konvalesen dengan semua pihak. Kita akan melibatkan masyarakat yang lebih luas lagi. Untuk itu mari, kita memberi demi kemanusiaan. Kita haruslah menolong orang yang sedang membutuhkan,” ajak Alex.

Untuk menyukseskan agenda ini, berbagai persiapan sudah dilakukan, yakni koordinasi administrasi, baik secara internal, Bank NTT menyiapkan gift-gift menarik sebagai apresiasi atas kontribusi kemanusiaan yang diberi.

Terimakasih Bank NTT

“SAYA atas nama lembaga ini, mengucapkan terima kasih kepada Dirut Bank NTT, Pak Alex Riwu Kaho yang hari ini bersama stafnya, datang ke kantor PMI NTT untuk melakukan donor plasma konvalesen. Ini adalah sebuah tindakan terpuji, yang harus kita apresiasi. Karena manajemen sudah melibatkan pendonor yang jumlahnya banyak, untuk ikut mendonor,” ungkap Kepala UPT PMI NTT, dr. Samson Ehe Teron, SpPk, kepada Timor Express, Kamis (15/2) di kantornya, saat menerima Dirut Bank NTT dan rombongan.

Samson memberi apresiasi yang tinggi kepada manajemen Bank NTT, apalagi, pada 25 Februari nanti akan ada kegiatan bersama, donor plasma yang tidak saja untuk lingkup Bank NTT melainkan pihak luar. Seperti FLJK, maupun masyarakat luar. “Tentu ini sebuah langkah baik, dan kami dari PMI siap untuk ikut menyukseskan niat baik ini. Kami dari sisi tenaga, siap membantu,” katanya.

Samson berharap semua pihak dapat mengikuti langkah yang sama. Yakni bersama PMI NTT, tidak saja menjadi penyintas, yang mendonorkan plasmanya ke mereka yang sakit, melainkan juga aktif melakukan donor darah.

Diakui bahwa PMI hanya bertugas memfasilitasi, yang memberi dan membutuhkannya. Sehingga pihaknya sebagai bank darah, bertanggung-jawab menjaga ketersediaan darah agar dalam situasi-situasi mendesak, mereka siap mendistribusikannya.

Samson menambahkan bahwa tren kebutuhan plasma konvalesen bervariasi. Terbanyak, pekan lalu mereka menerima order 20 kantong plasma darah dari dokter, di sejumlah rumah sakit. Tentu ini jumlah yang banyak. Sehingga, pihaknya berusaha membangun jejaring untuk memenuhinya.

“Kita pernah diminta 20 kantong, dan paling sedikit enam kantong tiap hari. Itu harus kita penuhi. Sementara antrean yang mendonorkan plasmanya di PMI, bervariasi. Ada 18, namun ada yang empat dan sebagainya. Fluktuatif. Kita buka mulai dari pagi, dan biasanya datang 6-7 orang. Nah persoalannya adalah jika tidak cukup, kita minta ke Surabaya. Jika di Surabaya, biaya per kantong itu Rp 2,5 juta, sedangkan kita di sini, disubsidi oleh pemerintah. Kita dibantu kantong dari pemerintah sehingga kita cuma operasionalnya saja,” beber dr. Samson.

Mengacu dari kasus-kasus tersebut, kata dr. Samson, PMI NTT sangat membutuhkan kepedulian semua pihak, terutama para penyintas, untuk mengakses informasi dan melakukan donor plasmanya. (aln)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top