Jalan Negara di Perbatasan Tertimbun Longsor, Dinas PUPR Belu Turun Tangan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Jalan Negara di Perbatasan Tertimbun Longsor, Dinas PUPR Belu Turun Tangan


TERTIMBUN MATERIAL LONGSOR. Salah satu titik jalan Negara di Kecamatan Kakuluk Mesak yang tertimbun material longsor akibat hujan yang mengguyur wilayah setempat pada Sabtu (13/2) malam. (FOTO: JOHNI SIKI/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Jalan Negara di Perbatasan Tertimbun Longsor, Dinas PUPR Belu Turun Tangan


ATAMBUA. TIMEXKUPANG.com-Ruas jalan Negara yang menghubungkan Motaain-Atapupu-Atambua tertimbun material longsor hingga menyebabkan akses transportasi di wilayah itu sempat lumpuh. Berkat kesigapan pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) Kabupaten Belu, alat berat diturunkan dan mengeruk material longsor dari badan jalan itu.

Pantauan media ini, material longsor dalam jumlah besar jatuh dan menutupi badan jalan. Petugas dengan alat berat dikerahkan Dinas PUPR dan alat berat Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur membersihkan jalan itu sejak Minggu (16/2).

Longsor itu diakibatkan oleh hujan deras yang mengguyur wilayah itu dan menyebabkan tanah di tebing tepi jalan runtuh lalu menutupi badan jalan. Badan jalan yang tertimbun material longsor lebih kurang sepanjang 50 meter di Desa Kenebibi dan Desa Jenilu, Kecamatan Kakuluk Mesak. Titik lainnya di wilayah Lakafehan dan Raikatar, Kecamatan Kakuluk Mesak.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Belu, Vincent K. Laka saat di temui Senin (15/2) mengatakan, proses pengerukan material timbunan longsor pada badan jalan yang paling parah terdapat di salah satu titik lokasi. Sehingga dirinya berkooordinasi dengan Balai Pelaksana Jalan untuk melakukan pengerukan agar tidak menghambat arus transportasi.

“Dari kemarin (Minggu-red) kita di lokasi untuk keruk timbunan longsor di badan jalan itu. Sekarang kendaraan sudah bisa melintas,” jelasnya.

BACA JUGA: Jalan Negara Sabuk Merah Perbatasan Tertimbun Longsor, Ini Penyebabnya

Menurut Vincent, meski status jalan masuk status jalan negara tetapi untuk kelancaran mobilitas jalan sehingga pihaknya bergerak cepat untuk turun dilokasi untuk memperbaiki kerusakan longsor itu. Pihaknya melakukan pengerukan jalan setelah dilakukan koordinasi dengan pihak Balai Jalan Negara. Langkah cepat Dinas PUPR seperti bukan baru pertama tetapi sudah sering dilakukan sehingga membantu masyarakat agar tidak kesulitan. “Ini jalan negara. Tapi kan yang gunakan itu kita di Kabupaten sehingga kita harus bergerak cepat untuk turun tangan,” tandasnya.

Vincent menyebutkan, longsor tersebut terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah sekitar selama empat jam pada Sabtu malam sehingga sejumlah titik badan jalan dipenuhi kerikil dan tanah akibat longsor.

Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), BPJN NTT, Donatus Nelo, saat dikonfirmasi Senin (15/2) mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari tenaga lapangan bahwa sejumlah titik jalan yang longsor sudah bisa dilintasi kendaraan. Ada armada truk dan louder yang dikerahkan ke lokasi. “Alat berat kita sudah kerahkan ke lokasi kerusakan yang parah. Dan laporan staf saya kendaraan sudah bisa dilintasi,” ujarnya.

Donatus juga mengapresiasi Dinas PUPR Belu yang bergerak awal ke lokasi untuk melakukan perbaikan longsor jalan tersebut. Sehingga dengan hadirnya sejumlah alat berat dari Dinas PUPR dan Balai jalan, timbunan material itu dengan cepat disingkirkan sehingga arus transportasi kembali lancar.

Terhadap sejumlah titik kerusakan jalan, kata Donatus, akan segera dilakukan penanganan sesuai kondisi ketersediaan anggaran. Sebab untuk tahun ini biaya pemeliharaan volume jalan sepanjang 112 KM anggarannya sangat minim akibat Covid-19. (mg33)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top