Wawali Kupang: Angka Sementara Refocusing Anggaran Rp 52 Miliar | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Wawali Kupang: Angka Sementara Refocusing Anggaran Rp 52 Miliar


Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man. (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Wawali Kupang: Angka Sementara Refocusing Anggaran Rp 52 Miliar


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang tengah memproses refocusing anggaran dari APBD tahun anggaran 2021 untuk mendukung penanganan pencegahan Covid-19. Dari upaya yang telah dilakukan, saat ini angka sementara refocusing sebesar Rp 52 miliar.

Wakil Wali (Wawali) Kota Kupang, dr. Hermanus Man mengatakan, sampai saat ini Tim Angggaran Pemerintah Daerah (TAPD) masih melakukan kajian dan memasuki tahapan finalisasi untuk refocusing anggaran guna mendukung penanganan pencegahan Covid-19 di Kota Kupang.

“Jadi untuk sementara Rp 52 miliar yang dilaporkan oleh TAPD. Anggaran yang ada ini akan dipakai terlebih dahulu, karena sesuai dengan instruksi Gubernur NTT anggaran yang ada itu harus dipakai segera agar secepatnya dimulai (Penanganan Covid-19, Red),” ungkap Herman Man saat diwawancarai di Balai Kota Kupang, Selasa (16/2).

Herman Man mengatakan, angka ini akan dilaporkan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur karena sesuai instruksi Gubernur, Pemkot Kupang melakukan refocusing anggaran sebesar Rp 80 miliar, namun saat ini baru di-refocusing Rp 52 miliar, dan dana ada ini akan segera dipakai.

“Kita juga masih melakukan perhitungan karena anggaran refocusing ini akan membiayai mulai dari tingkat bawah yaitu RT, laboratorium kesehatan dan lainnya. Anggarannya hampir mencapai Rp 25 miliar,” katanya.

Selain itu, lanjut Wawali Herman, anggaran refocusing ini juga akan diperuntukan bagi pasien yang melakukan isolasi mandiri, obat obatan, vitamin, serta obat antivirus dan lainnya.

Wawali memastikan bahwa refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19 ini tidak akan memangkas anggaran yang diperuntukkan untuk pembayaran hutang pemerintah kepada pihak ketiga yang di-refocusing pada tahun anggaran 2020.

“Pembayaran hutang pemerintah kepada pihak ketiga merupakan anggaran prioritas yang tidak bisa di-refocusing, dan harus segera dibayarkan pada tahun anggaran 2021 ini,” ujarnya.

BACA JUGA: Pemkot Rencana Refocusing Rp 80 M, DPRD: Pentingnya Jujur dan Transparan

BACA JUGA: Cegah Covid-19 di Kota Kupang, Dinkes Usul Rp 17 M dari Dana Refocusing

Wawali menjelaskan, pada prinsipnya refocusing anggaran melihat pada skala prioritas yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.

“Ada dua hal yang perlu diperhatikan yaitu penghidupan dan kehidupan. Penghidupan itu terkait hidup sehari-hari, dan kehidupan itu terkait ekonomi. Jadi kedua hal ini sangat penting untuk diperhatikan,” tegasnya.

Refocusing anggaran ini, demikian Wawali, memang sedikit terkendala karena sekarang pemerintah menggunakan Sistem Informasi Pemerintah Daerah atau SIPD. Oleh karena itu telah diinstruksikan agar bisa menggunakan jalur manual terlebih dahulu dan akan disempurnakan kemudian menggunakan SIPD. “Kami targetkan minggu ini refocusing anggaran sudah selesai dan bisa langsung dimulai. Nanti tinggal Wali Kota Kupang menandatangani saja,” sebut Herman Man.

Sementara itu, Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Kupang, Adrianus Talli mengatakan, refocusing menjadi hal yang sangat penting terutama di kondisi darurat seperti ini. Tetapi harus melihat dasar hukumnya, apakah refocusing ini masih menggunakan dasar hukum tahun 2020 lalu, yang sesuai surat edaran Menteri Keuangan (Menkeu) itu, dan apakah surat edaran tersebut berlaku sampai tahun 2021 ini atau tidak.

Selain itu, kata Adi Talli, jika refocusing merupakan perintah Gubernur NTT, apakah ada petunjuk tertulis atau tidak. Jangan sampai dikemudian hari terjadi persoalan, lalu pemerintah dan DPRD disalahkan Karena melakukan refocusing tanpa ada dasar hukum yang jelas.

“Melakukan refocusing tahun 2021 harus memiliki rujukan dan dasar hukum yang jelas. Selain itu, refocusing juga bukan persoalan tentang berapa angkanya, tetapi yang terpenting adalah urgensinya dan peruntukannya,” katanya.

Anggota DPRD Kota Kupang tiga periode ini menyebutkan, pengalaman refocusing tahun 2020 sebesar Rp 45 miliar tidak terlihat hasilnya. Lalu refocusing tahun ini merupakan akibat dari penanganan dan penggunaan anggaran tahun 2020 yang tidak serius.

“Sehingga tahun ini, Jika pemerintah melakukan refocusing anggaran maka harus jelas, berapa pun jumlahnya, semuanya harus masuk akal. Anggaran refocusing ini diambil dari pos-pos anggaran mana saja, diperuntukkan untuk apa saja dan diberikan di OPD mana,” tegasnya.

Pada prinsipnya, tandas Adi Talli, anggaran yang di-refocusing benar-benar untuk pencegahan dan penanganan Covid-19 dan dapat dilihat hasilnya. (mg25)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top