Jabatan Bupati Malaka Berakhir, dr. Stef Beber Capaian 5 Tahun Memimpin | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Jabatan Bupati Malaka Berakhir, dr. Stef Beber Capaian 5 Tahun Memimpin


SAMBUTAN. Bupati Malaka periode 2016-2021, dr. Stef Bria Seran, MPH (kedua kiri) memberi sambutan pada acara sertijab Bupati kepada Pelaksana harian Bupati yang dijabat Donatus Bere di Betun, Rabu (17/2). (FOTO: PISTO BERE/TIMEX)

PEMERINTAHAN

Jabatan Bupati Malaka Berakhir, dr. Stef Beber Capaian 5 Tahun Memimpin


BETUN, TIMEXKUPANG.com-Jabatan Bupati Malaka yang selama lima tahun dipegang dr. Stefanus Bria Seran resmi berakhir, Rabu (17/2). Hal itu ditandai dengan seremoni serah terima jabatan (Sertijab) Bupati Malaka periode 2016-2021 kepada Pelaksana harian (Plh) Bupati, yang dijabat Donatus Bere.

Donatus yang saat ini memangku jabatan sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Malaka ditunjuk Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBLL) yang menjadi pelaksana harian hingga Bupati-Wabup Malaka terpilih yang sesuai rencana dilantik pada pekan keempat bulan ini.

Dalam sambutan terakhirnya, dr. Stef Bria Seran berpesan kepada Sekda Malaka agar bersama para pimpinan perangkat daerah (OPD) bekerja dengan baik, menjaga kekompakan, tidak membuat kesalahan dan mengedepankan persatuan agar kedepannya Kabuapten Malaka menjadi lebih baik lagi.

Sementara itu, kepada Ketua DPRD Malaka, dr. Stef menitipkan pesan agar anggotanya bisa belajar sistem administrasi negara agar lebih memahami arah kebijakan dalam administrasi kenegaraan.

“Ketua DPRD Tolong beritahu kepada anggotanya untuk belajar administrasi negara agar tidak salah dalam menjalankan tugas dalam menentukan kebijakan,” pesannya.

Dokter Stef menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh perangkat daerah yang telah membantunya selama lima tahun memimpin, juga kepada para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda serta semua stekeholder agar saling mendukung demi kemajuan Kabupaten Malaka ke depan.

Ucapan terima kasih juga disampaikan dr. Stef untuk awak media yang sudah menjalin hubungan baik selama ini, yang sudah membantu mempublikasikan program-program pembangunan Kabupaten Malaka dimasa kepimpinanan SBS-DA (Stef Bria Seran-Alm. Daniel Asa).

“Terima kasih kepada semua atas segala dukungannya selama lima tahun masa kepemimpinan SBS-DA,” ungkap dr. Stef.

Dokter Stef mengatakan, lima tahun lalu, tepat ditanggal yang sama, ia bersama almarhum Daniel Asa dilantik Gubernur NTT, Frans Lebu Raya di Kupang, dan hari ini (17/2) juga, mau tidak mau, suka tidak suka, harus menyerahkan tugas kembali sebab masa jabatan bupati atau kepala daerah sesuai ketentuan itu hanya lima tahun.

Dokter Stef Bria Seran menyebutkan bahwa menjadi Bupati Malaka di daerah pemekaran ini tidak gampang karena semua terbatas. “Tetapi kami dikuatkan oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo pada tanggal 6 April 2016, dimana semua kepala daerah hasil Pilkada 2015 melakukan rapat koordinasi pertama dengan Bapak Presiden, dan pada kesempatan itu beliau berpesan bawa kepala daerah hanya dua orang, sehingga harus melakukan upaya-upaya percepatan untuk kesejahteraan masyarakat, untuk kerja yang lurus dan cukup dua program, jagan banyak program kerja. Saat itu, saya merasa bersyukur, dan secara spontan berdoa karena sesuai dengan apa yang kita prioritaskan,” urainya.

Masih menurut dr. Stef, mimpinya bersama Wabup Daniel Asa (Alm) memimpin Malaka lima tahun lalu adalah ingin membuat sesuatu yang fundamental agar anak cucu bisa mengenang apa yang telah dilakukan Bupati-Wabup Malaka perdana.

Dalam kesempatan itu, dr. Stef juga menyampaikan seluruh capaian yang telah ia buat selama memimpin Malaka bersama Alm. Daniel Asa. Baik itu lima program prioritas, yang salah satunya sangat terkenal yakni Revolusi Pertanian Malaka (RPM).

Lima program prioritas itu, kata dr. Stef, merupakan sebuah rancangan program untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat Malaka. Semua itu pemerintah buat bagi kebutuhan masyarakat, misalnua program pengobatan gratis dimana hanya ada di Malaka, program pembangunan infrastruktur yang begitu cepat dengan jalan hotmix hampir diseluruh desa, penanganan bencana banjir, juga program pendidikan.

Capaian lain yang dibeber dr. Stef adalah raihan predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK RI atas laporan kinerja keuangan pembangunan. “Memang tidak gampang karena kabupaten lain sudah lama berdiri tapi belum WTP. Juga penyelengara ETMC menjadi tuan rumah terbaik sepanjang sejarah ETMC di NTT,” beber dr. Stef yang menambahkan, saat ini di Malaka belum ada Bupati-Wabup terpilih hasil Pilkada Malaka 2020 karena sedang disengketakan di Mahkamah Konstitusi (MK). (mg30)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

To Top