Rekanan Tak Mampu, Kontrak Diputus, Proyek Bioskop Misbar Terbengkalai | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Rekanan Tak Mampu, Kontrak Diputus, Proyek Bioskop Misbar Terbengkalai


MANGKRAK. Inilah Bioskop Misbar di Kelurahan Kelapa Lima, Kota Kupang, yang belum selesai dikerjakan. Gambar diabadikan Selasa (16/2). (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Rekanan Tak Mampu, Kontrak Diputus, Proyek Bioskop Misbar Terbengkalai


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Pembangunan Bioskop Misbar di bekas lahan Restoran Teluk Kupang, Jl. Timor Raya yang dibangun sejak 2020 terbengkalai setelah pihak ketiga atau rekanan tak mampu menuntaskan pekerjaan tersebut. Proyek tersebut dibangun atas bantuan dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Yanuar Dally mengatakan, sesuai informasi yang diterima, pada Desember 2020 lalu, rekanan tidak mampu mengerjakan pembangunan tersebut sampai selesai sehingga telah diputuskan kontrak kerjanya.

“Jadi memang semua kewenangan untuk melakukan tender atau penunjukan pihak ketiga dilakukan oleh pihak Badan Ekonomi Kreatif. Pemerintah Kota Kupang hanya menunggu informasi dan koordinasi dari Badan Ekonomi Kreatif,” kata Yanuar saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (16/2).

Yanuar menyebutkan, Pemkot Kupang hanya menyiapkan lahan untuk pembangunan bioskop tersebut, sementara anggaran dan proses tender atau lelang dilakukan oleh pihak Bekraf.

Yanuar mengatakan, rekanan atau pihak ketiga yang ditunjuk pertama kali untuk mengerjakan proyek tersebut juga diputus kontraknya karena tidak mampu menyelesaikan pekerjaan. Setelah itu ditunjuk lagi rekanan lainnya, namun kejadiannya pun sama, sang rekanan tak mampu melanjutkan proyek itu hingga selesai sehingga diputus kontrak kerjasamanya.

Menurut Yanuar, Pemkot Kupang saat ini masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat apa langkah selanjutnya. “Apakah akan melakukan tender ulang atau tidak, semuanya menunggu koordinasi dari pemerintah pusat karena itu merupakan kewenangan mereka. Pemerintah Kota Kupang hanya menyiapkan lahan dan nantinya ketika pekerjaan sudah selesai akan diserahterimakan ke Pemerintah Kota Kupang,” terangnya.

Yanuar menerangkan, semua perencanaan dan desain bangunan dilakukan Bekraf, sementara Pemkot Kupang dalam hal ini Dinas Pariwisata, bertugas membangun toilet multifungsi menggunakan APBD Kota Kupang. Dananya sudah dianggarkan pada anggaran murni 2021 ini.

“Toilet multi fungsi itu dianggarkan Rp 200 juta pada sidang murni 2021 kemarin. Pembangunan toilet ini akan dilakukan setelah pembangunan bioskop tersebut selesai,” sebutnya.

Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Kupang, Adrianus Talli mengatakan, proyek ini harusnya menjadi perhatian serius pemerintah pusat karena sudah dua kali gagal dituntaskan oleh dua rekanan berbeda.

Menurut Adi Talli, bangunan ini dibangun di wilayah Kota Kupang sehingga baik pemerintah pusat dan Pemkot Kupang harus menyikapi dengan serius. Pasalnya hasil dari pekerjaan ini nanti akan dinikmati masyarakat Kota Kupang.

“Jika kita Pemerintah Kota Kupang hanya menerima hasilnya tanpa kita bereaksi maka kita akan mendapatkan hasil yang tidak baik. Pemerintah seharusnya lebih proaktif untuk memperhatikan hal ini, dan segera menyampaikan ke pemerintah pusat,” pintanya.

Menurut Adi Talli, Pemkot Kupang tidak bisa hanya diam saja, karena pekerjaan ini dibuat di Kota Kupang. Pemerintah harus lebih proaktif membangun koordinasi dengan pemerintah pusat. Jika diperlukan diminta agar Pemkot Kupang yang melaksanakannya.

“Saya pikir bahwa kontraktor di Kota Kupang juga banyak yang bonafit dan mampu untuk melaksanakannya. Karena sudah dua kali gagal, apa salahnya jika Pemerintah meminta agar proses tender diberikan kepada Pemerintah Kota Kupang untuk melaksanakannya dan mendapatkan kontraktor yang lebih berkualitas,” pungkasnya. (mg25)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top