Serahkan Jabatan, Raymundus Akui Sukses Turunkan Angka Kemiskinan di TTU | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Serahkan Jabatan, Raymundus Akui Sukses Turunkan Angka Kemiskinan di TTU


SERAHKAN MEMORI JABATAN. Raymundus Sau Fernandes saat menyerahkan memori jabatan Bupati-Wabup TTU periode 2016-2021 kepada Plh Bupati TTU, Fransiskus Fay di aula Kantor Bupati TTU, Rabu (17/2). (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PEMERINTAHAN

Serahkan Jabatan, Raymundus Akui Sukses Turunkan Angka Kemiskinan di TTU


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Masa jabatan Bupati-Wakil Bupati (Wabup) Timor Tengah Utara (TTU) periode 2016-2021, yang dijabat Raymundus Sau Fernandes-Aloysius Kobes resmi berakhir, Rabu (17/2).

Untuk mengisi kekosongan jabatan selama belum ada bupati definitif, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menunjuk Penjabat Sekda TTU, Fransiskus Fay sebagai Pelaksana harian (Plh). Jabatan Plh ini akan berjalan hingga pelantikan Bupati-Wabup TTU terpilih, yakni David Juandi-Eusebius Binsasi.

Serah terima jabatan (Sertijab) dari Raymundus ke Fransiskus, digelar di aula lantai dua Kantor Bupati TTU, Rabu (17/2). Serimonial sertijab ini disaksikan Ketua DPRD TTU, Hendrik Frederikus Bana.

Turut hadir dalam momen tersebut, Ketua PN Kefamenanu Kelas II, I Made Aditya Nugraha, Dandim 1618/TTU Letkol Arm. Roni Junaidi, Plt. Kajari TTU, Agustinus Baka, Wakil Ketua DPRD TTU, Yasintus Lape Naif, Waka Polres TTU, Kompol Herman Nelson Lona, Ketua KPU, Bawaslu, dan sejumlah pimpinan OPD.

Pantauan langsung Timor Express, serimonial sertijab Bupati TTU tidak dihadiri Wabup TTU periode 2016-2021, Aloysius Kobes. Diduga, ketidakhadiran ini akibat hubungan Aloysius dan Raymundus yang telah pecah kongsi dalam perjalanan selama masa kepemimpinan.

Hal itu dibuktikan sepanjang kepemimpinan mereka pasca-terpilih, masing-masing berjalan sendiri dan tidak pernah terlihat bersama dalam setiap mementum apapun. Meski demikian, serimonial sertijab tetap berlangsung tanpa dihadiri Aloysius dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Raymundus Sau Fernandes kepada Timor Express usai sertijab menyampaikan terima kasih kepada pimpinan Forkopimda, pimpinan OPD, pimpinan DPRD dan anggota, pimpinan BUMN/BUMD serta seluruh masyarakat TTU yang telah mendukung dirinya menjadi pemimpin di daerah itu.

Bupati dua periode itu berpesan kepada Plh. Bupati TTU dan juga Bupati TTU terpilih yang akan dilantik nanti untuk dapat melayani masyarakat TTU dengan hati tanpa membedakan suku, agama, ras, dan budaya.

“Kami ingin menitipkan beberapa hal untuk bupati terpilih untuk dapat melayani masyarakat TTU dengan hati sehingga dapat merasakan apa yang sesungguhnya dibutuhkan masyarakat dan dapat ditindaklanjuti. Seluruh pelayanan harus berdasar pada ketentuan hukum, jika semuanya berjalan di atas rel dan aturan hukum yang berlaku di negara ini, maka langkah akan aman sampai tujuannya,” pesan Raymundus.

Menurut Raymundus, selama 15 tahun masa kepemimpinannya, sejak 2005 hingga 2010 sebagai Wakil Bupati TTU lalu 2010 hingga 2020 sebagai Bupati TTU, terdapat banyak suka dan duka.

BACA JUGA: Masa Jabatan Ray-Alo Berakhir, Fransiskus Fay jadi Plh Bupati TTU

Persoalan utama yang dihadapi saat itu yakni kemiskinan yang secara makro berdasarkan data dari BPS 65,62 persen di tahun 2010. Hal itu bukan permasalahan yang mudah dan sampai dengan saat ini pihaknya berharap BPS dalam waktu dekat akan me-launching data kemiskinan di TTU pada posisi 18 atau 19 persen.

Dijelaskan, turunnya angka kemiskinan di TTU tersebut berkat kerja sama semua komponen yang ada di daerah, baik itu dari unsur pemerintah, legislasi dan juga pihak swasta.

“Kami ingin mengucapkan limpah terima kasih karena kita mampu menurunkan angka kemiskinan dalam kurun waktu 10 tahun, dan mengantar TTU keluar dari daerah tertinggal. Ini menjadi pekerjaan berat Bupati dan Wakil Bupati TTU berikutnya secara berani mengakui keadaan yang sesungguhnya,” jelasnya.

Sementara Plh. Bupati TTU, Fransiskus Fay mengatakan, peralihan tongkat estafet kepemimpinan dalam bingkai kehidupan berbangsa dan bernegara adalah hal yang wajar terjadi.

Akan tetapi bila melihat rentang waktu kebersamaan selama dua periode kepemimpinan maka peristiwa hari ini, merupakan peristiwa yang luar biasa.

“Saya mengatakan peristiwa ini adalah peristiwa yang luar biasa karena dua pemimpin besar TTU yang telah melakukan banyak hal untuk masyarakat TTU menyerahkan hasil-hasil kerjanya selama ini untuk dapat dilanjutkan demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah ini,” ungkap Fransiskus.

Fransiskus menambahkan, kepemimpinan Raymundus-Aloysius juga telah berhasil membina aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat yang ada di TTU ini dengan baik, sehingga saat ini banyak tampil kader-kader yang siap untuk membangun daerah ini.

Fransiskus mengaku, banyak prestasi yang telah ditorehkan duet Raymundus-Aloysius dalam lembaran sejarah perjalanan pemerintahan TTU dan mengharumkan nama TTU di kancah nasional. Banyak program dan kegiatan yang telah dirasakan dan dinikmati manfaatnya oleh masyarakat TTU.

“Terima Kasih Kepada Bapak Ray dan Bapak Alo. Banyak prestasi yang diraih selama memimpin daerah ini. Kami akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan sesuai dengan amanah undang-undang,” pungkasnya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

To Top