FAN-WVI-Pemprov NTT Gelar Lomba TikTok ‘Remaja Lawan Covid-19’ | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

FAN-WVI-Pemprov NTT Gelar Lomba TikTok ‘Remaja Lawan Covid-19’


Kepala Dinas P & K NTT, Linus Lusi, S.Pd., M.Pd. (FOTO: ISTIMEWA)

PENDIDIKAN

FAN-WVI-Pemprov NTT Gelar Lomba TikTok ‘Remaja Lawan Covid-19’


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Forum Academia NTT (FAN), Wahana Visi Indonesia (WVI) bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas P & K) Provinsi NTT menggelar lomba TikTok bertajuk Remaja Lawan Covid-19. Lomba ini digelar dengan maksud mengajak para remaja untuk terlibat dalam kampanye melawan Covid-19 sekaligus sebagai pionir kampanye publik gerakan solidaritas lawan Covid-19.

Pelaksanaan lomba ini dibuka sejak 15 Februari 2021, dan akan ditutup pada 23 Februari 2021. Menariknya, lomba ini mendapat dukungan penuh dari organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO).

Tema lomba video TikTok tersebar pada tiga tema pilihan: (1) Vaksinasi Covid-19, (2) Pencegahan Covid-19, dan (3) Apresiasi untuk Para Tenaga Kesehatan. Selama lomba akun Instagram tidak boleh dikunci atau diprivasi.

Bagi para remaja yang ingin mengikuti lomba ini, syaratnya antara lain: (1) peserta berusia 12-24 tahun, (2) domisili atau berasal dari NTT, (3) peserta meng-unggah (upload) video di IG (Instagram) Feed dan men-tag @forumacademiantt & @wahanavisiindonesia dan gunakan hastag #TikTok Challenge #Remaja LawanCovid19

Beri Ruang Untuk Remaja

General Manager Zone NTT WVI, Eben Ezer Sembiring mengatakan, upaya melibatkan para remaja dalam kegiatan ini bertujuan menggugah kaum mudah ikut berperan dalam upara memerangi pandemi Covid-19.

“Kita perlu memberi ruang yang tepat bagi anak-anak untuk turut berpartisipasi dalam perang melawan Covid-19. Lewat kesempatan ini anak-anak bisa berpartisipasi melakukan sosialisasi tentang pencegahan, vaksin dan dukungan bagi tenaga kesehatan sesuai cara, gaya, dan bahasa anak-anak,” ujar Eben Ezer Sembiring dalam keterangan tertulis FAN kepada media ini, kemarin (17/2).

Sementara itu, Kepala Dinas P dan K NTT, Linus Lusi, S.Pd., M.Pd mengatakan bahwa TikTok merupakan media yang sangat diminati para remaja dari berbagai kalangan saat ini. “Dengan lomba ini diharapkan ada gerakan penyadaran kolektif, sekaligus mode aktual membawa pesan-pesan yang sifatnya mendidik, memberikan penguatan buat tenaga kesehatan,“ harap Linus Lusi.

Menurut Linus, dengan pilihan lomba ini, kaum remaja dan para siswa hendak mengatakan bahwa mereka berdiri siaga di belakang para tenaga kesehatan dalam membantu penanganan pencegahan Covid-19. “Ciri khas para pelajar di NTT adalah pantang menyerah, penuh dedikasi, disipilin ketat menerapkan protokol kesehatan,” ungkap Linus.

Linus secara khusus menyampaikan apresiasi atas upaya dan kerja keras Fima Inabuy sebagai Ketua Tim Laboratorium Biologi Kesehatan Masyarakat (Biokesmas) NTT bersama para laboran dalam upaya mendukung langkah penanganan pencegahan pandemi ini.

“Dalam kesempatan ini saya juga ingin menitipkan pesan bahwa kami berbangga terhadap kerja dari Ibu Fima Inabuy di Laboratorium Biokesmas Provinsi NTT dan kawan-kawan laboran lainnya. Kami ingin menyatakan bahwa para pelajar ada bersama Anda semua,” kata Linus Lusi.

Elcid Li, PhD, salah seorang moderator FAN menyatakan bahwa kampanye perang melawan Covid-19 perlu menjadi gerakan masif dan digelar oleh berbagai kalangan umur.

“Para remaja jelas terkena dampak dan harus bersekolah dari rumah selama Covid-19. Untuk itu kita perlu menemukan berbagai kanal untuk melibatkan mereka dalam perang melawan Covid-19,” katanya.

Elcin berharap, semoga dengan cara ini kejenuhan selama pandemi, dapat diatasi dengan berbagai aksi kreatif dari anak-anak muda. Dengan TikTok para remaja bisa bekreasi, dan menguji pengetahuan mereka soal Covid-19 dengan cara yang meriah.

Lomba ini menyediakan hadiah menarik. Untuk informasi tambahan Informasi lebih lanjut dapat menghubungi panitia lomba di no 087880246011 (WA). Lomba akan ditutup pada tanggal 23 Februari 2021.

Yadi Diaz salah seorang musisi NTT yang berdomisili di Bali juga antusias untuk menyebarkan berita ini. “Wakil remaja diaspora NTT di Bali akan ikut juga dan kami akan berikan kejutan,” kata Yadi via telefon. Lomba ini juga membuka peluang warga NTT yang berdomisili di provinsi maupun negara lain untuk terlibat.

“Kami sangat antusias dan akan ikut serta dengan tim, dan saat ini kami sudah berlatih keras, dengan harapan bisa menang,” kata Angela Poe yang biasa dipanggil Anche, 24, tenaga kesehatan asal Ende.

Sedangkan Yuli, 20, mahasiswi Politani Kupang juga tertantang untuk terlibat. “Saya akan ajak teman-teman, semakin ramai semakin menarik pastinya,” kata Yuli.

Lomba ini membuka pilihan mode penampilan baik individual atau kelompok dan tidak dibatasi jumlah karya yang dikirimkan baik secara individual atau kelompok. (*/aln)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

To Top