Banjir Kata Maaf di Sertijab Bupati Manggarai | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Banjir Kata Maaf di Sertijab Bupati Manggarai


AKHIRI TUGAS. Bupati Manggarai periode 2016-2021, Deno Kamelus menyerahkan memori jabatan kepada Plh. Bupati, Fansi Jahang dalam acara sertijab di aula Ranaka, kantor Bupati Manggarai, Ruteng, Rabu (17/2). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

PEMERINTAHAN

Banjir Kata Maaf di Sertijab Bupati Manggarai


RUTENG, TIMEXKUPANG.com-Masa tugas Bupati dan Wakil Bupati Manggarai, Deno Kamelus-Viktor Madur, telah berakhir Rabu (17/2). Dalam acara serah terima jabatan dan purna tugas, Bupati Deno menyampaikan permohonan maaf kepada publik dan jajaran birokrasi di wilayah yang sudah melahirkan dua daerah otonom, Manggarai Barat (Mabar) dan Manggarai Timur (Matim) itu.

Acara sertijab itu berlangsung di aula Ranaka, kantor Bupati Manggarai, Kota Ruteng. Setelah keduanya memimpin Manggarai dalam periode 2016-2021, jabatan itu diserahkan ke Sekertaris Daerah (Sekda), Fansi Jahang, yang telah ditunjuk Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat sebagai Pelaksana harian (Plh) Bupati. Penunjukkan Plh ini menyusul Surat Gubernur NTT, Nomor: Pem.131/II/64/II/2021.

Dalam kesempatan itu, Deno Kamelus menyatakan, dirinya bersama istri dan anak-anak adalah manusia biasa yang tidak luput dari banyak kelemahan dan kekurangan. Demikian juga dengan Viktor Madur bersama istri dan anak-anak. Sehingga, dirinya menyampaikan terima kasih sekaligus permemohon maaf.

“Saya 15 tahun bekerja di Manggarai, dimana 10 tahun jadi wakil dan 5 tahun jadi bupati. Pak Viktor, 5 tahun jadi wakil. Kami bisa kerja baik, karena dukungan dari semua pihak. Ada juga kelemahan dan kekurangan. Atas hal itu saya menyampaiakn permohanan maaf kepada jajaran di birokrasi dan masyarakat Manggarai,” ungkap Deno.

Menurut Deno, tipe kepemimpinan seorang Deno sudah seperti itu, yakni bicara lurus dan apa adanya. Style seperti itu banyak yang tidak disukai dikalangan pejabat dan ASN. Dirinya tahu bahwa banyak pejabat dan ASN yang tidak suka selama ini. Untuk itu, pada kesemapatan itu, Deno memohon agar dimaafkan.

Deno melanjutkan, hal yang sama juga dengan isterinya. Mungkin selama ini, banyak yang tersinggung dan marah dengan isterinya karena tutur kata dan perbuatan yang tidak berkenan dan membuat sakit hati. Atas semua hal itu, Deno minta untuk dimaafkan.

Meski demikian, lanjut dia, tidak menutup juga fakta bahwa selama mengabdi di Manggarai, banyak hal telah dilakukan untuk rakyat Manggarai. Yang baik, keberhasilan dan prestasi yang dicapai itu adalah pencapaian bersama. Kalau yang tidak berhasil atau gagal, itu kegagalan dirinya bersama sang wakil.

Sementara Plh. Bupati, Fansy Jahang mengatakan, jajaran birokasi di Manggarai juga menyatakan maaf, kalau saja apa yang diinginkan Bupati dan Wakil, tidak dilaksanakan secara baik selama memimpin Manggarai. Pelbagai hal yang tidak baik jangan dibawa ke tempat tugas yang baru.

“Kami juga mohon maaf. Kami juga tetap berharap dan berdoa agar Bapak Deno dan Viktor, selalu sukses dalam bekerja di tempat yang baru,” ujarnya.

Acara ditutup dengan penyematan cincin oleh Plh. Bupati kepada Bupati dan Wakil Bupati periode 2016-2021. Kemudian diikuti dengan pemberian cendera mata oleh pimpinan perangkat daerah, BUMN, BUMD, instansi vertikal, dan pemerintah kecamatan sebagai simbol terima kasih atas dedikasi dari mantan bupati dan wakil bupati. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

To Top