Lobalain ‘Tancap’ Gas, Usai Rakor Dengan Kadis PMD | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Lobalain ‘Tancap’ Gas, Usai Rakor Dengan Kadis PMD


Camat Lobalain, Nusry E. Zacharias (kiri) didampingi dua tenaga ahli P3MD, Kabupaten Rote Ndao, dan Pendamping Desa Profesional, memberi keterangan terkait progres penetapan APBDes di wilayahnya bertempat di Kantor Camat Lobalain, Jumat (19/2). (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Lobalain ‘Tancap’ Gas, Usai Rakor Dengan Kadis PMD


Percepat Penetapan APBDes

BA’A, TIMEXKUPANG.com-Camat Lobalain, Nusry E. Zacharias, SE, langsung ‘tancap’ gas melakukan penyesuaian Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (RAPBDes) tahun anggaran 2021. Langkah ini dilakukanya, setelah mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Rote Ndao, Rabu (17/2) lalu.

Dari 15 desa di wilayah Kecamatan Lobalain, hingga Jumat (19/2), sudah dilakukan penyesuaian terhadap 9 desa. Tersisa 6 desa lainnya, yang ditargetkan selesai hari ini (20/2).

Kesembilan desa tersebut adalah, Desa Oelunggu, Sanggaoen, Lekunik, Tuanatuk, Helebeik, Oeleka, Holoama, Kuli Aisele, dan Lole Oen. Sedangkan enam desa lainnya adalah Ba’adale, Kuli, Oematamboli, Bebalain, Kolobolon, dan Suelain.

“Besok, Sabtu (20/2) kami selesai lakukan penyesuaian APBDesa. Yang selanjutnya akan di-input ke aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) oleh masing-masing desa,” kata Nusry E. Zacharias ketika dikonfirmasi Timor Expres, di ruang kerjanya, Jumat (19/2).

Menurutnya, jika tidak terjadi perubahan terhadap prioritas Dana Desa tahun 2021, maka semua desa di wilayah kecamatanya, sudah terlebih dahulu menetapkan APBDes. Yang disebutnya, Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (RAPBDesa) sudah dirampungkan dari bulan Desember 2020 lalu.

Perubahan tersebut, kata Nusry, dilakukan berdasarkan surat edaran Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan Republik Indonesia Nomor 2 dan Instruksi Kementerian Desa, Nomor 1 Tahun 2021. Dari kedua ketentuan tersebut, kemudian mewajibkan semua desa untuk mengalokasikan minimal 8 persen dari Dana Desa untuk penanganan pandemi Covid-19.

“Ada edaran dan instruksi dari kementerian, sehingga semua desa harus rubah lagi RAPBDes yang sudah siap ditetapkan sebagai APBDes. Karena penganggaran yang diminta minimal 8 persen dari pagu Dana Desa di setiap desa untuk penanganan Covid-19,” jelas Nusry.

BACA JUGA: Percepat Pencairan Dana Desa, Dinas PMD Rakor dengan Camat

Nusry menyebutkan, strategi yang digunakan guna memenuhi target yang disepakati bersama dalam forum Rakor adalah, menetapkan jadwal penyesuaian kepada semua desa di wilayahnya. Dari jadwal tersebut, diakuinya sebagai upaya untuk tidak menimbulkan kerumunan orang melakukan penyelesaian APBDes.

Jumlah peserta pun dibatasi, yakni tiga sampai empat orang. Dimana, empat orang untuk desa yang telah menyelenggarakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), dan tiga untuk yang tidak menyelenggarakan.

“Penyesuaian sudah terjadwal selama tiga hari, dengan peserta 3 sampai 4 orang. Kepala Desa (Kades) terpilih juga dihadirkan untuk mengikuti proses tersebut,” sebut Nusry yang saat itu didampingi Lowe Ch. Kalelado dan Adriana Seliamang, sebagai Tenaga Ahli Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Rote Ndao, dan Pendamping Desa Profesional, Thoby Buraen.

Terkait kehadiran Kades terpilih dalam proses penyuasaian APBDes, Camat Nusry mengatakan, adalah untuk mengetahui secara langsung penganggaran yang akan dilakukan pada awal masa kepemimpinanya. Sebab, proses perencanaan hingga penyusunan RAPBDes dilakukan oleh Penjabat Kades.

Sementara itu, dari informasi yang dihimpun Timor Express, menyebutkan, khusus untuk progres peyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) desain, Kecamatan Lobalain paling banyak desa yang sudah selesai menyusun. Jumlahnya ada 13 desa dari total 15 desa. Tersisa dua desa yang masih sementara menyelesaikan.

Menyusul Kecamatan Rote Barat Laut, dengan 5 Desa, Rote Selatan (3 Desa), dan masing-masing 2 desa di Kecamatan Rote Tengah, Rote Barat, dan Loaholu. Selanjutnya, Kecamatan Rote Barat Laut, Pantai Baru, Rote Timur dan Landu Leko, masing-masing 1 desa. Sedangkan Kecamatan Ndao Nuse, dari 5 desa yang dimilikinya, belum selesai menyusun dokumen tersebut.

Secara keseluruhan, dari 112 desa di Rote Ndao, tersisa 84 desa yang sedang berpacu menyelesaikan dokumen RAB. Dokumen ini harus segera diselesaikan karena batas akhir melakukan penyesuaian adalah Rabu (24/2). Setelah itu dilanjutkan dengan meng-input ke aplikasi Siskeudes. Dengan demikian diharapkan pada Sabtu (27/2) nanti sudah ditetapkan untuk dilakukan penetapan APBDes secara serentak. (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top