Tanggap Atasi Genangan Air, DPRD Apresiasi Gerak Cepat Dinas PUPR Belu | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Tanggap Atasi Genangan Air, DPRD Apresiasi Gerak Cepat Dinas PUPR Belu


BANGUN BAK RESAPAN. Sejumlah pekerja dikerahkan Dinas PUPR Belu untuk membangun bak resapan guna mengatasi genangan air di jalan ini. Gambar diabadikan Jumat (19/2). (FOTO: JOHNI SIKI/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Tanggap Atasi Genangan Air, DPRD Apresiasi Gerak Cepat Dinas PUPR Belu


ATAMBUA, TIMEXKUPANG.com-Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Belu, bergerak cepat mengatasi genangan air pada badan jalan raya dengan membangun bak resapan air.

Lokasi ini terletak di jalan utama penghubung ruas jalan Kota Atambua-Mota’ain, di perbatasan negara RI-RDTL. Tepatnya di Tenukiik, depan Kantor Dinas Dukcapil, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua.

Lokasi genangan ini setiap musim hujan sangat mengganggu dan membahayakan pelintas khususnya pengendara kendaraan bermotor karena sudah banyak korban jatuh. Genangan air setinggi betis orang dewasa sulit meresap karena tidak ada saluran drainase.

Kepala Dinas PUPR Belu, Vincent K. Laka saat ditemui di lokasi Jumat (19/2) menjelaskan, lokasi genangan air pada seluruh badan jalan ini sudah lama hampir 10 tahun. Alasan belum diperbaiki karena masyarakat pemilik lahan tidak memberikan izin untuk lahannya dibangun saluran pembuangan.

“Selama ini belum diperbaiki karena warga pemilik lahan tidak mau izinkan untuk alirkan air ke belakang kali,” ujarnya.

Menurut Vincent, selama ini sudah ada pengeluhan warga karena ada yang terjatuh dari sepeda motor atau kecipratan air saat melintas. Juga ada imbauan dari DPRD Belu agar segera dicarikan jalan keluar. Sehingga atas koordinasi dengan Wakil Ketua DPRD Belu, Yohanes Jefri Nahak menginisiasi agar segera diperbaiki dengan cara membangun bak resapan.

“Beliau (Yohanes Nahak, Red) menginisiasi untuk segera perbaiki. Katanya sudah banyak warga mengeluh genangan air sehingga dicarikan solusi. Sehingga hari ini kami sama-sama perbaiki ini dengan cara bangun resapan air,” tandasnya.

Dikatakan, perbaikan yang dilakukan tidak ada anggaran. Ini sebagai uji coba dengan cara mengalirkan air ke dalam bak resapan. Bila berhasil dilokasi ini akan ditindaklanjuti untuk titik genangan jalan lainnya. Pekerjaan ini butuh dua hari sudah baik sehingga pelintas sudah bisa aman.

“Kita tunggu genangan ini bisa hilang atau tidak. Ini uji coba kalau berhasil kita terapkan untuk lokasi yang kita kesulitan untuk alirkan air melalui lahan warga. Karena rata-rata semua orang tidak mau air pembuangan melintas ikut lahannya,” jelasnya.

Ia mengaku kegiatan ini dilakukan atas koordinasi yang baik antara dinas teknis bersama wakil rakyat. Sehingga perlu apresiasi atas kerja sama bersama untuk menggerakan dan mencarikan solusi untuk mengatasi genangan air dengan cara membangun bak resapan.

Dikatakan bentuk dukungan wakil rakyat seperti menyumbangkan material bersama dukungan mitra lainnya. Sedangkan dinas teknis menyiapkan dukungan fasilitas dan tenaga lapangan. Masalah seperti ini bisa diatasi tidak harus menunggu anggaran pemerintah.

BACA JUGA: Jalan Negara di Perbatasan Tertimbun Longsor, Dinas PUPR Belu Turun Tangan

“Beliau (Pak Jefri Nahak) juga menghibahkan beberapa bantuan material sehingga kita lakukan ini. Juga dukungan sedikit-sedikit dari mitra sehingga masalah seperti ini bisa diatasi bersama,” tandasnya.

Menurut Vincent, titik genangan air statusnya ruas jalan kabupaten. Kerusakan jalan dan genangan air sebenarnya sudah diatasi tahun lalu sesuai perintah Presiden Jokowi saat berkunjung ke Belu.

Perintah Presiden agar kerusakan ini ditangani langsung Kementrian PUPR dan Balai Jalan Wilayah NTT. Tetapi setelah disiapkan syaratnya dan sudah diusulkan ke pemerintah pusat terkendala karena pandemi Covid-19 sehingga belum bisa direalisasikan.

“Kita sudah siapkan, syaratnya lahan harus clear and clean. Kita sudah sampai tahapan sosialisasi. Tetapi penanganannya belum ada karena alokasi anggaran pemerintah pusat besar di-refocusing untuk Covid-19,” tandasnya.

Vincent yakin kerja sama baik dengan semua komponen masyarakat dan koordinasi baik antara DPRD dengan pemerintah tentunya tidak ada masalah untuk penanganan seperti ini.

Sementara Wakil Ketua DPRD Belu, Yohanes Jefri Nahak, mengakan dirinya berkoordinasi dengan Dinas PUPR karena dalam setiap kunjungan, ia selalu didatangi warga meminta untuk segera mengatasi masalah genangan air di kota. Karena setiap tahun musim hujan genangan air terjadi di semua badan jalan, dan butuh waktu lama baru airnya meresap habis.

“Sehingga saya sebagai wakil rakyat berkoordinasi dengan Kepala Dinas PUPR minta untuk menangani masalah genangan air. Syukur Pak Kadis langsung tanggap. Dicarikan jalan keluar dengan membangun bak resapan,” ujarnya.

Untuk itu Jefry menyampaikan terima kasih atas koordinasi dan dukungan dari Dinas PUPR. Walau tanpa dukungan anggaran pemerintah tetapi bisa sanggup mengatasi kebutuhan masyarakat. Langkah cepat dan tanggap patut diapresiasi karena bisa membantu banyak orang.

“Ya sebagai wakil rakyat dan masyarakat saya ucapkan terima kasih untuk Kadis PUPR. Setelah berkoordinasi beliau langsung bersikap sama-sama turun ke lokasi survei dan hari ini sudah memulai kerja bak resapan air,” tandas Ketua DPD II Golkar Belu ini.

Ia mengaku bangga karena melalui koordinasi yang baik masalah seperti ini bisa teratasi dengan mudah. Selain itu masyarakat tentunya ikut bangga dan senang karena masalah genangan air di kota yang sudah bertahun-tahun terjadi bisa dibereskan. “Sekarang kalau kita melintas sudah aman karena tidak ada lagi genangan air,” ungkap Jefry.

Jefri menambahkan, ke depan sebagai wakil rakyat yang peka terhadap kondisi kebutuhan orang banyak, tentunya akan mendorong Dinas PUPR untuk terus berinovasi dengan dukungan sebisa mungkin agar mengatasi keluhan-keluhan masyarakat seperti ini. “Upaya inovasi seperti Dinas PUPR ini kita sangat dukung. Sangat menyentuh banyak orang,” pungkasnya. (mg33)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top