Plh Bupati Belu Jamin Hak Insentif Nakes, Frans Manafe: Perawat Jangan Mogok Lagi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Plh Bupati Belu Jamin Hak Insentif Nakes, Frans Manafe: Perawat Jangan Mogok Lagi


Plh. Bupati Belu, Frans Manafe. (FOTO: JOHNI SIKI/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Plh Bupati Belu Jamin Hak Insentif Nakes, Frans Manafe: Perawat Jangan Mogok Lagi


ATAMBUA, TIMEXKUPANG.com-Tenaga perawat pada ruang isolasi Covid-19 RSUD Mgr. Gabriel Manek Atambua, kembali menjalankan aktifitas pelayanan medis setelah beberapa hari melakukan mogok kerja akibat belum direalisasikannya insentif bagi tenaga kesehatan (Nakes) selama lima bulan.

Para Nakes yang melakukan mogok kerja itu sudah kembali berdinas setelah adanya jaminan akan dibayar hak berupa insentif selama lima bulan, terhitung sejak Oktober 2020 hingga Februari 2021.

Persoalan belum adanya realisasi insentif bagi perawat di RSUD Atambua itu karena keterlambatan proses administrasi dari pihak managamen rumah sakit.

Pelaksana harian (Plh) Bupati Belu, Frans Manafe saat dikonfirmasi Minggu (21/2) mengatakan, aksi mogok perawat Covid-19 baru diketahuinya melalui laporan Direktur RSUD Atambua termasuk alasan mereka mogok.

“Saya baru terima laporan bahwa perawat mogok kerja. Alasannya insentif perawat di ruangan isolasi itu belum dibayar sejak Oktober 2020 hingga sekarang,” ujar Frans.

Setelah menerima laporan itu, lanjut Frans, Ia mengundang manajemen rumah sakit, Bagian Keuangan, dan Dinas Kesehatan Belu untuk selesaikan permasalahan ini.

Dikatakan, insentif perawat dibayar menggunakan APBN. Tetapi proses administasinya terlambat dari managemen rumah sakit, sehingga proses pembayaran hak perawat mengalami keterlambatan.

Frans menyebutkan, insentif untuk Nakes rumah sakit di Belu sebanyak Rp 526.800.000. Dana ini masih tersimpan, tinggal menunggu administrasi untuk pencairannya. “Alasan belum cair di akhir tahun itu karena pihak managemen tidak mengikuti prosesnya dengan baik sehingga terhambat,” tandasnya.

Terhadap permasalahan ini, demikian Frans, juga sudah disampaikan kepada delegasi perawat yang mendatangi ruangannya pada Jumat (19/2), dan sudah memberi jaminan bahwa hak tenaga medis tidak hilang. “Silakan kembali berdinas melakukan pelayanan seperti biasa,” pesan Frans kepada delegasi perawat itu.

BACA JUGA: Lima Bulan Belum Terima Insentif, Perawat Covid-19 di Belu Mogok Kerja

Setelah menjelaskan dan mendapat jaminan, tambah Frans, para Nakes bisa menerima sehingga para perawat yang mogok itu sudah kembali melakukan pelayanan terhadap para pasien Covid-19 sejak Jumat (19/2).

“Saya pantau, mereka sudah masuk kembali sejak Jumat (19/2) kemarin. Saya minta untuk jaga komunikasi dan pelayanan yang baik. Sebab ada kewajiban tentunya ada hak itu sejalan,” tandasnya.

Sementara itu, Plt. Kadis kesehatan, Florianus Nahak saat dikonfirmasi mengatakan, aksi mogok para perawat yang bertugas di ruang isolasi Covid-19 terkait insentif yang belum dibayar itu menjadi urusan internal RSUD, bukan Dinkes. Sebab ada juknis dari Kemenkes sejak September 2020.

“Masa Direktur tidak membaca juknis. Tadi sudah dijelaskan bersama Plh Bupati. Pihak RSUD baru memasukan data ke Dinkes pada Desember 2020, dan itu salah. Jadi Dinkes tidak ada urusan itu,” tegasnya.

Dikatakan, sesuai juknis Kemenkes, Dinas Kesehatan Belu mengurus para Nakes di 17 puskesmas ditambah rumah sakit swasta. Sedangkan Nakes RSUD Atambua diurus secara internal. Sehingga jangan saling mempersalahkan sebab alasan keterlamabatan administrasi bila tidak diikuti tentunya menimbulkan kendala.

“Kan tadi sudah diklarifikasi oleh pengelola progam bersama Direktur rumah sakit di hadapan Plh Bupati. Karena managemen rumah sakit tidak tahu karena mungkin belum baca juknisnya,” tegas Kaban BP4D Belu ini.

Sementara perawat pasien Covid-19 bersyukur karena sudah ada kepastian realisasi pembayaran setelah digelar tatap muka bersama Plh Bupati. Hak insentif akan dibayar dalam waktu dekat. Sehingga semua yang mogok kembali ke RSUD melakukan pelayanan.

“Mulai sore ini kami semua perawat kembali bertugas. Tadi sudah ada perintah dari Plh. Bupati,” ujar salah seorang perwakilan perawat yang meminta namanya tak di-publish.

Sebelumnya diberitakan pihak managamen RSUD Mgr. Gabriel Manek Atambua, belum membayar honor insentif perawat Covid-19. Tunggakan honor selama lima bulan terhitung sejak Oktober 2020. Sebagai aksi protes sebanyak 20 tenaga perawat melakukan aksi mogok kerja selama empat hari terhitung sejak Senin hingga Kamis (19/2/2021). (mg33)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top