PPKM Mikro Diklaim Mampu Turunkan Kasus Aktif Covid-19 dan Tekan BOR | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

PPKM Mikro Diklaim Mampu Turunkan Kasus Aktif Covid-19 dan Tekan BOR


SOSIALISASI PPKM MIKRO. Dua relawan kota Thomas Galih dan Yenyen Wahyono membawa poster di halte BST kawasan Sriwedari sebagai langkah untuk mensosialisasikan program PPKM, Rabu (13/1/2021). (FOTO: Damianus Bram/Jawa Pos Radar Solo)

NASIONAL

PPKM Mikro Diklaim Mampu Turunkan Kasus Aktif Covid-19 dan Tekan BOR


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro di Jawa dan Bali diperpanjang hingga dua minggu ke depan. Dampak PPKM yang diklaim sukses menurunkan kasus aktif nasional menjadi salah satu alasan.

Dalam keterangan resminya kemarin (20/2), Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Airlangga Hartarto mengatakan, perpanjangan PPKM akan dilaksanakan mulai 23 Februari hingga 8 Maret 2021. Ketentuan itu melanjutkan aturan PPKM sebelumnya yang berlaku mulai 9–22 Februari 2021.

Ada sejumlah pertimbangan yang menjadi landasan perpanjangan itu. Di antaranya, penurunan kasus aktif secara nasional hingga minus 17,27 persen selama sepekan terakhir. Hal itu didukung dengan tren kasus aktif di lima provisinsi yang juga berhasil diturunkan, seperti DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jogjakarta, dan Jawa Timur.

Kemudian, angka BOR (bed occupancy ratio/tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit, Red) sukses ditekan hingga di bawah 70 persen. Begitu pula angka kematian yang turun hingga 0,03 persen.

Lalu, tingkat kesembuhan menunjukkan tren positif, yakni naik 2,56 persen dibandingkan sebelumnya. Termasuk kepatuhan protokol kesehatan yang terkerek naik di kisaran 87,64 persen sampai 88,73 persen. ”Berdasarkan hal tersebut, tentu kita melihat untuk ditindaklanjuti perpanjangan PPKM,” paparnya.

Lebih jauh Airlangga menjabarkan bahwa parameter penerapan PPKM itu masih mengikuti aturan sebelumnya. Misalnya, penetapan zona merah. Suatu wilayah ditetapkan zona merah bila terdapat 10 rumah di satu RT yang memiliki kasus konfirmasi positif (dalam perawatan/isolasi mandiri) selama tujuh hari terakhir.

Bila itu terjadi, rumah ibadah dan tempat bermain anak wajib ditutup. Kegiatan masyarakat pun harus dibatasi maksimal hingga pukul 20.00 WIB.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin turut mengamini penurunan kasus yang terjadi di Indonesia.
Menurut dia, dalam 3–4 minggu terakhir kasus positif menurun sejalan dengan kebijakan yang diambil.”Alhamdulillah, terjadi penurunan kasus,” ungkapnya. (mia/c6/ttg/jpg)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

To Top