Banjir Terjang Tambak Tia Dea Oenggae, 20 Ribu Benih Ikan Hanyut ke Laut | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Banjir Terjang Tambak Tia Dea Oenggae, 20 Ribu Benih Ikan Hanyut ke Laut


TERGENANG. Tambak Tia Dea Desa Oenggae masih tergenang air. Tampak beberapa bagian pagar pembatas ikut rusak akibat terjangan banjir akhir pekan lalu. (FOTO: Istimewa)

PERISTIWA/CRIME

Banjir Terjang Tambak Tia Dea Oenggae, 20 Ribu Benih Ikan Hanyut ke Laut


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Tambak Garam Tia Dea yang berlokasi di Desa Oenggae, Kecamatan Pantai Baru, rusak akibat diterjang banjir. Tanggul pematang luar dan dalam serta pagar pembatasnya jebol. Akibatnya sebanyak 20 ribu benih ikan hanyut terbawa banjir.

Kejadianya bermula saat wilayah itu diguyur hujan selama dua hari berturu-turut, sejak Jumat (19/2) hingga Sabtu (20/2). Intesitasnya pun sangat tinggi, sehingga menyebabkan terjadinya banjir.

Akibatnya, tanggul induk/pematang tambak garam Tia Dea mengalami rusak berat, karena tidak mampu menahan volume air yang semakin banyak. Kerusakanya sepanjang 12 meter pada tanggul induk. Sedangkan pada bagian dalam, tergerus 6 meter di bagian bawah dan 3 meter di bagian atas sehingga berbentuk trapesium sedalam dua meter di dalam tambak.

Selain menerjang bagian tambak, pagar pembatas tambak pun disapu rata oleh banjir. Begitu pula tempat pembibitan ikan, yang didalamnya terdapat 20 ribu ekor ikan. Semuanya terbawa banjir ke laut.

Tak cuma itu. Banjir juga merendam tempat pemenian air tuah yang digunakan untuk memproses garam Kristal. Sehingga dari kejadian tersebut, penambak garam tidak dapat berbuat banyak, selain memperbaiki tanggul yang jebol secara swadaya.

“Kami langsung melakukan kajian cepat, setelah memperoleh laporan warga. Dan melaporkan ke pimpinan untuk ditindak-lanjuti,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Rote Ndao, Diksel Haning, SE, saat dikonfirmasi Timor Express, Minggu (21/2). Ia mengaku, kajian itu dilakukan bersama tim dari Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan.

Menurutnya, sebelum dihitung lebih detail oleh instansi teknis, sejumlah kerugian yang dialami penambak, sudah ditaksir berdasarkan kerusakan yang dialami. Yakni, tempat pemenian kristal garam, ditaksir Rp 64.000.000, benih ikan Rp 10.000.000, dan Rp 400.000 untuk biaya service mesin pompa air yang ikut rusak.

Semua kerugia, sebut Diksel, ditaksir mencapi Rp 74,4 juta. Itu di luar perbaikan tanggul induk dan pagar pembatas, yang disebutnya, akan diperbaiki secara swadaya oleh para penambak.

“Kerugian sebatas diperkirakan/ditaksir, karena detailnya dari instansi teknis. Sedangkan kerusakan tanggul dan pagar disanggupi untuk diperbaiki sendiri oleh anggota penambak,” kata Diksel.

Tambak garam tersebut, lanjut Diksel, sebelumnya didanai oleh APBD Rote Ndao tahun anggaran 2002. Tahun 2019, direhabilitasi oleh Dirjen Pengelolan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Program Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu Kabupaten Rote Ndao tahun 2019. Tambah itu baru berproduksi secara maksimal pada Juni 2020. Total produksinya saat itu mencapai 100 ton garam, dimana dikerjakan oleh 25 anggota.

Ketua Kelompok tambak garam Tia Dea Desa Oenggae, Marthen Vay Leuanan, mengakui taksiran kerugian tersebut, yang menurutnya, ditaksir bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD saat meninjau lokasi terdampak.

Sedangkan terhadap benih ikan yang sementara ditangkar, Marthen, mengatakan, hanya seberapa yang berhasil diperoleh setelah kejadian tersebut. Paling banyak terbawa banjir ke laut, karena kedalaman melebihi tinggi tanggul induk yang diperkirakan mencapai satu meter lebih.

“Hanya beberapa ekor yang didapat dari 20 ribu ekor, karena banjir. Benih-benih ikan tersebut sudah berusia satu tahun,” beber Marthen. (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top