Bujuk Korban dengan Uang Rp 2.000, Kakek LN Setubuhi Bocah 4 Tahun, Begini Kata Kapolres Matim | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bujuk Korban dengan Uang Rp 2.000, Kakek LN Setubuhi Bocah 4 Tahun, Begini Kata Kapolres Matim


Kapolres Matim, Nugroho A. Siswanto. (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Bujuk Korban dengan Uang Rp 2.000, Kakek LN Setubuhi Bocah 4 Tahun, Begini Kata Kapolres Matim


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Seorang kakek LN, 70, warga Desa Tengku Lewar, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), dilaporkan ke polisi lantaran diduga melakukan persetubuhan terhadap anak di bawah umur. Mirisnya, si gadis itu baru berusia empat tahun.

“Iya benar, ibu korban telah melaporkan kasus ini ke Polsek Dampek pada 15 Februari 2021. Sesuai Laporan Polisi (LP) Nomor: LP.03/Sek.Lamba Leda/Res.Matim/Polda NTT,” ujar Kapolres Matim, AKBP Nugroho A. Siswanto, di ruang kerjanya, Senin (22/2).

Menurutnya, pelaku sudah diambil keterangan dan belum bisa diamankan. Alasanya, kondisi kesehatan pelaku terganggu. Sementara korban sudah dilakukan visum oleh pihak Puskesmas setempat. Pihaknya belum menetapkan pelaku sebagai tersangka, meski pelaku mengakui perbuatanya.

“Karena sakit, pelaku ini belum bisa diamankan. Saat diambil keterangan, pelaku mengakui perbuatanya. Status pelaku ini belum tersangka, karena kita masih butuh alat bukti lainnya. Kasusnya masih ditangani Polsek Dampek,” kata Kapolres Nugroho.

Mengingat korban dalam kasus ini masuk kategori anak di bawah umur, maka nantinya setelah dilakukan oleh Tempat Kejadian Perkara (TKP), Polsek Dampek akan limpahkan ke Polres Matim di Borong. Selanjutnya ditangani bagian Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Polres, dan harus didamping oleh bidang perlindungan anak di BP2KB Matim.

“Kasus seperti ini harus dilakukan penanganan khusus. Soal ancaman hukuman, itu di atas limatahun. Nanti kalau yang diduga sudah sehat, kita bisa bawa ke Borong,” katanya.

Dalam kronologisnya, sebut Kapolres, sesuai keterangan korban, dia disetubuhi di rumah milik pelaku pada 13 Februari 2021. Dimana korban bersama sejumlah temannya, sedang bermain di salah satu halaman rumah warga desa setempat pada pukul sekira 16.00. Tiba-tiba pelaku datang, dan memanggil serta mengajak dan menarik tangan korban ke rumahnya.

Ketika tiba di rumah pelaku, korban sempat menangis. Tapi korban dibujuk dengan uang sebesar Rp 2.000, dengan maksud agar tidak menangis. Setelah itu keduanya keluar dari dalam rumah dan meminta korban untuk segera pulang. Saat korban tiba di rumahnya, ia bertemu saudara kandungnya. Uang yang dipegang korban pun ditanya oleh saudaranya itu.

“Saat ditanya, korban menjawab uang itu didapat dari LN. Korban juga cerita, uang itu dapat setelah korban disetubuhi oleh LN. Setelah ibu korban tiba rumah, pulang dari kebun, saudara kandung dari korban menceritakan kejadian yang dialami korban. Kepada ibunya, korban membenarkan kejadian yang dialaminya itu,” cerita Kapolres Nugroho.

Mendengar cerita memilukan itu, korban dibawa ibunya ke petugas medis yang ada di desa itu. Oleh petugas medis sarankan ibunya untuk diantar ke dokter di Puskesmas Benteng Jawa. Terkait peristiwa tersebut, ibu korban melaporkan ke Pospol Benteng Jawa. Selanjutnya diteruskan ke Polsek Dampek. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top