Pembayaran 100 Persen, Ini Warning Dewan untuk Proyek Rumput di Kota Kupang | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pembayaran 100 Persen, Ini Warning Dewan untuk Proyek Rumput di Kota Kupang


Proyek penanaman rumput hias di boulevard Jl. Frans Seda, Kota Baru. Gambar diabadikan Sabtu (20/2). (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Pembayaran 100 Persen, Ini Warning Dewan untuk Proyek Rumput di Kota Kupang


Jangan Manfaatkan Masa Pemeliharaan untuk Tanam Rumput Baru

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Proyek penanaman rumput hias di sepanjang jalan El Tari hingga Jalan Adi Sucipto Penfui menemui kendala karena belum tuntas sampai saat ini.

Anggaran senilai Rp 500 juta yang dialokasikan pada tahun anggaran 2020 itu sudah dibayarkan 100 persen kepada pihak ketiga atau rekanan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Kota Kupang, Orson Nawa mengatakan, kegiatan penanaman rumput hias ini sudah dilakukan Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima pertama. Hal ini dilakukan pada Desember 2020.

“Sementara untuk pembayaran, telah dilakukan 100 persen, yaitu Rp 500 juta. Setelah dilakukan PHO kemarin, telah dibuatkan komitmen sesuai dalam kontrak agar pihak rekanan berkewajiban untuk menanam kembali, ” ujarnya.

Orson menjelaskan, sampai saat ini pihak ketiga masih terus melakukan pemeliharaan dan mengganti semua rumput yang mati sampai benar-benar bisa tumbuh dengan baik. Ini sesuai komitmen yang ada dalam kontrak.

“Jadi pemerintah memberikan waktu sampai akhir Februari 2021 untuk terus melakukan pemeliharaan dan pembenahan jika ada rumput yang mati, tentunya semua menjadi tanggung jawab pihak ketiga,” kata Orson.

Masih menurut dia, sampai akhir Februari nanti, tim teknis akan turun untuk memastikan semua rumput hidup atau tumbuh dengan baik, dan apakah sudah sesuai dengan kontrak atau tidak.

“Prinsipnya ada tim teknis yang akan melakukan pemeriksaan di lapangan, kita berharap rekanan mampu untuk mengerjakan dengan baik, dan hasilnya sesuai dengan kontrak,” tandas Orson.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Kupang, Tellendmark Judently Daud mengatakan, ketika masuk masa pemeliharaan tanaman atau rumput yang ditanam itu benar-benar dipelihara dan dirawat, sehingga terlihat rapih dan dipastikan tumbuh berkembang. Bukannya menanam baru.

“Jadi ketika sudah serah terima tahap pertama seharusnya sudah bisa dipastikan bahwa semua rumput itu hidup dan berkembang dengan baik. Kalau kita pakai masa pemeliharaan untuk mengganti yang mati atau menanam baru mendekati habisnya masa pemeliharaan, yaitu pada akhir Februari, maka ketika rumput tersebut mati lagi pada Maret, lalu siapa lagi yang harus bertanggung jawab? Sehingga masa pemeliharaan memang benar-benar dipakai untuk memelihara dan merawat rumput yang sudah tumbuh bukan rumput yang baru ditanam,” warning politikus Partai Golkar ini.

Mantan Ketua DPRD Kota Kupang ini menjelaskan, kegiatan yang sudah dibayarkan 100 persen ini seharusnya sekarang dalam masa pemeliharaan di mana semua rumput dipastikan tumbuh dengan baik. Bukannya memanfaatkan waktu pemeliharaan untuk menanam baru.

“Jadi misalnya setelah masa pemeliharaan berakhir dan banyak rumput yang mati, siapakah yang akan bertanggung jawab? Jadi jangan memanfaatkan masa pemeliharaan untuk menanam baru,” tandasnya. (mg25)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top