Resmikan Bendungan Napun Gete, Jokowi: Air Kunci Kemakmuran NTT | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Resmikan Bendungan Napun Gete, Jokowi: Air Kunci Kemakmuran NTT


TEKAN TOMBOL SIRINE. Presiden Jokowi menekan tombol sirine saat meresmikan Bendungan Napun Gete di Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, Selasa (23/2). Tampak Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, Bupati Sikka, Robi Idong. (FOTO: Tangkapan layar/istimewa)

KABAR FLOBAMORATA

Resmikan Bendungan Napun Gete, Jokowi: Air Kunci Kemakmuran NTT


MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) akhirnya meresmikan pembangunan Bendungan Napun Gete di Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, setelah sempat tertunda dua kali.

Jokowi yang tiba di Kota Maumere, Selasa (23/2) sore, setelah sebelumnya melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumba Tengah pada pagi harinya, meresmikan bendungan yang dikerjakan PT. Nindya Karya (Persero) sejak Desember 2016 itu dengan dana APBN senilai Rp 880 miliar lebih.

Peresmian bendungan dengan luas genangan mencapai 99,78 hektare dan kapasitas tampung air seluas 11,2 juta kubik itu ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh RI 1 disaksikan menteri Kabinet Indonesia Maju yang menyertai Jokowi, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, Wakil Gubernur, Josef Nae Soi, Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, dan para undangan yang hadir.

Mengawali sambutannya, Jokowi mengaku sudah tidak bisa menghitung lagi berapa kali Ia datang ke NTT. “Setiap saya datang ke NTT awal-awal, selalu yang diminta adalah bendungan, yang diminta adalah waduk. Dan permintaan itu adalah betul. Jangan minta yang lain-lain. Karena kunci kemakmuran di NTT ini adalah air,” ungkap Presiden Jokowi saat meresmikan Bendungan Napun Gete, di Sikka, Selasa (23/2) petang.

Jokowi menyebutkan bahwa begitu ada air, semua bisa ditanam, tanaman tumbuh, buahnya diambil dan daunnya dipakai untuk peternakan. NTT, kata Jokowi, sangat bagus untuk sektor peternakan.

“Dan tadi pagi juga Pak Gubernur (Viktor Bungtilu Laikodat, Red) menyampaikan bahwa di Kabupaten Sumba Tengah dulunya banyak ekspor sapi ke Hongkong, tapi kok berhenti. Ya…karena kecukupan airnya kurang,” kata Jokowi.

Atas fakta tersebut, demikian Jokowi, dibangunlah tujuh bendungan di NTT selama masa kepemimpinannya sebagai Presiden. Pertama adalah pembangunan Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang yang sudah selesai tahun 2018, lalu Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu yang selesai pada 2019, dan sekarang peresmian Bendungan Napun Gete di Sikka. “Alhamdullilah. Ini patut kita syukuri. Tinggal empat (Bendungan, Red) dalam proses,” sebut Jokowi.

Jokowi mengaku, saat tiba di Pulau Sumba, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) meminta tambahan dua bendungan lagi. “Padahal di provinsi yang lain, paling banyak itu dua atau satu. Tapi memang di sini sangat dibutuhkan. Seperti Bendungan Napun Gete, seperti yang disampaikan Pak Bupati menyangkut keluasan 99 hektare dengan kapasitas tampung airnya bisa 11,2 juta meter kubik. Ini bisa mengairi 300 hektare lahan pertanian. Ini kan sebuah lompatan yang tidak kecil, tetapi produktifitas itu harus betul-betul dimunculkan, jangan hanya pertaniannya saja. Limbah pertanian bisa dipakai untuk makanan ternak,” pesan Jokowi.

Jokowi menuturkan, setelah seluruh bendungan di NTT selesai, dengan kepemimpinan Gubernur-Wakil Gubernur yang baik, Bupati-Wakil Bupati yang baik dalam memimpin rakyatnya, menggiring semuanya untuk produktif, Ia yakin tidak lama lagi NTT akan makmur, dan tidak menjadi provinsi yang masuk kategori kurang.

BACA JUGA: Jokowi Tambah Luas Lumbung Pangan di Sumba Tengah, Ini Alasannya

“Di Sumba Tengah, kita harapkan menjadi lumbung pangan, di Sikka kalau hamparannya sudah jadi, bisa menjadi lumbung pangan juga. Saya juga sudah minta agar di Bendungan Rotiklot bisa menarik air untuk mendukung produksi pangan, dan inilah masa depan yang kita inginkan. Jadikan yang minus menjadi surplus. Di Sumba Tengah tadi baru panen satu kali. Saya tadi minta Menteri PUPR agar tambah airnya sehingga bisa panen padi dua kali dan jagung sekali sehingga setahun itu tiga kali panen. Ini lompatan produktifitas yang akan saya ikuti,” tegas Presiden RI dua periode ini.

Terpisah, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basoeki Hadimuljono menjelaskan bahwa waduk Napun Gete ini memiliki keistimewaan karena adanya base flownya. Bahkan dinilai lebih bagus dibanding Bendungan Ratiklot di Belu yang daya tampungnya mencapai 3,3 juta meter kubik. Sementara waduk Raknamo di Kabupaten Kupang memiliki kapasitas tampung 13 juta meter kubik.

Bupati Robi: Mahakarya Jokowi untuk Sikka

Sebelumnya, Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo dalam acara peresmian itu mengatakan, Pemerintah dan seluruh masyarakat Sikka merasa haru, bangga, dan bersukacita menyambut kunjungan Presiden Jokowi.

Bendungan Napun Gete, kata Bupati yang akrab disapa Robi Idong itu merupakan program pemerintah pusat dan proyek strategis nasional. Pembangunannya dimulai sejak Desember 2016 dan memiliki kapasitas tampung air 11,22 juta M3, debit air 214 liter/detik, dan mendukung irigasi, pelayanan air minum, potensi listrik, pengembangan pariwisata, dan pengendalian banjir.

“Ini merupakan mahakarya yang dipersembahan Presiden Jokowi dalam upaya pemenuhan hak-hak dasar masyarakat termasuk upaya penanganan stunting,” ungkap Bupati Robi.

Pemkab dan masyarakat Sikka, demikian Bupati Robi, menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Presiden Jokowi.

Dengan terbangunnya bendungan ini, tambah Bupati Robi, Pemkab dan masyarakat Sikka akan lebih giat meningkatkan indeks pertanaman dari 100 menjadi 300 atau tanam tiga kali dalam setahun untuk meningkatkan produktifitas pertanian dalam mendukung ketahanan pangan dan pemulihan ekonomi nasional.

“Pada areal lahan kering sedang dikembangkan irigasi tetes secara digital untuk mengatur pengairan dan injeksi pemupukan memanfaatkan smartphone yang dikembangkan salah satu petani milenial di Sikka, dan kegiatan ini mendapat dukungan Bapak Gubernur NTT,” ungkap Bupati Robi.

Untuk diketahui, dalam kunjungan kerjanya di Sikka, Presiden Jokowi didampingi Manteri PUPR, Basoeki Hadimuljono dan Sekretaris Kabinet, Pramono Anung. Hadir juga Gubernur VBL, Wakil Gubernur Josef Nae Soi dan unsur forum komunikasi pimpinan daerah. (Kr5/aln)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top