Terkait Kasus yang Dialami Ali Antonius, Begini Permintaan Keluarga | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Terkait Kasus yang Dialami Ali Antonius, Begini Permintaan Keluarga


Fransiskus Dj Tulung (tengah) didampingi Imbo Tulung, SH., dan Fransisko Andriani Djaga Djemalu (Keponakan Ali Antonius) saat konferensi pers di di kediaman Ali Antonius yang beralamat di jalan Rantai Damai II No. 2 TDM, Selasa (23/2). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Terkait Kasus yang Dialami Ali Antonius, Begini Permintaan Keluarga


Antisipasi Resistensi Berlebihan Hingga Menyinggung Pihak Lain

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Kasus dugaan pemberian keterangan palsu yang menyeret pengacara senior Ali Antonius tengah bergulir di Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT. Kini keluarga mengharapkan kepada semua pihak untuk menahan diri karena dengan statemen yang dikeluarkan sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan bisa menyebabkan resistensi.

Keluarga menyampaikan terima kasih kepada semua yang merasa peduli dengan tersangka, namun itu hanya bentuk atensi dan keprihatinan dari pihak lain terhadap kasus pengacara kondang itu.

Hal ini disampaikan Fransiskus Dj Tulung, mewakili keluarga di kediaman Ali Antonius yang beralamat di jalan Rantai Damai II No. 2, Kelurahan Tuak Daun Merah, Selasa (23/2).

Pada kesempatan tersebut, Frans Tulung menyebutkan bahwa ketika kasus ini mencuat, banyak informasi dan statemen bersiliweran dunia maya maupun media. Tetap itu bukan produk dari keluarga. Itu hanya sebatas rasa kepedulian mereka terhadap tersangka.

Menurut Frans Tulung, bahkan ada yang mengomentari dan menimbulkan limbah yang mengganggu dan memberi turbolensi antar mitra dari kejaksaan maupun dari pihak lain-lainnya.

Keluarga berharap agar berita dan komentar bisa dihentikan sehingga jaksa fokus dengan kewenangan dan mempersiapkan diri untuk sidang. Keluarga juga mengonsulidasi diri menghadapi persidangan.

“Kami kuatirkan jika ada berita-berita atau kometar yang menohok dan membangun turbolensi baru antara kami dan siapa saja, bisa menganggu proses hukum yang tengah bergulir. Bisa menghambat proses karena ada pemikiran dari keluarga maupun kejaksaan. Jika selama berproses ada hal yang menyinggung perasaan pihak lain, kami minta maaf atas nama keluarga,” ujar sosok yang juga pengacara senior di NTT ini.

Frans Tulung melanjutkan, keluarga hanya ingin kasus ini berjalan dengan baik hingga hilirnya yakni pengadilan barulah ada timbang uji di sana sesuai racikan hukumnya masing-masing.

BACA JUGA: Jadi Aktor Intelektual, Advokat Senior NTT jadi Tersangka

BACA JUGA: Terkait Penetapan Tersangka Advokat AA, Begini Komentar Pakar Hukum

Ketenangan tersangka dalam kasus ini sangat penting. Untuk itu semua agar menahan diri sehingga tidak ada distorsi baru. “Setelah kami menyampaikan hal ini, apabila ada pihak lain yang masih membicarakan ini lalu menyinggung pihak-pihak lain bukan tanggung jawab keluarga. Dan itu bukan dari keluarga,” tandasnya.

Frans menegaskan, pihak keluarga tidak ingin menghalangi kerja pers, namun perlu ada batasan-batasan sehingga proses hukum dapat berjalan sesuai aturan mainnya. “Banyak diksi-disksi yang sangat menyengat, kami minta maaf. Kepada pihak-pihak yang peduli, kami ucapkan terima kasih,” imbuhnya.

Terhadap para advokat yang ditunjuk keluarga, dirinya serahkan sepenuhnya kepada mereka. Namun sampai saat ini masih proses koordinasi. Terkait upaya praperadilan, Frans atas nama keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada tim penasehat hukum.

Disadari bahwa dalam menjalankan sebuah profesi mesti ada tantangan yang dialami. Namun dalam kasus ini sungguh di luar dugaan. “Kami meyakini ini sebagai batu sandungan dan akan berjalan sesuai prosesnya,” tambah Frans.

Sementara itu, Imbo Tulung menambahkan, semua tahapan dan proses hukum serta langkah hukum yang diambil dalam perkara tersebut, sepenuhnya diserahkan kepada tim penasehat hukum.

Namun pada intinya, tersangka Ali Antonius menyampaikan terima kasih atas atensi dari rekan-rekan. Namun perlu diketahui, keluarga tidak terlibat dalam ekspresi orang-orang tersebut.

Imbo berharap tidak ada gangguan sampingan yang kemudian muncul dan mengganggu proses hukum ini tetapi biarlah kasus ini berjalan fair.

“Memang hal ini tidak pasti, namun terdapat pihak yang dirugikan maka kami keluarga menyampaikan permohonan maaf. Tetapi pasca peristiwa yang digelar keluarga ini, maka setiap statemen yang keluar merupakan tanggung jawab pribadi dan tidak ada sangkut paut dengan Pak Anton maupun keluarga, kecuali penasehat hukum yang ditunjuk,” tegasnya. (mg29)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top