Insentif Covid-19 Bagi Nakes Kota Kupang Sudah Dibayar Sampai Juli 2020 | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Insentif Covid-19 Bagi Nakes Kota Kupang Sudah Dibayar Sampai Juli 2020


Kadis Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati. (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Insentif Covid-19 Bagi Nakes Kota Kupang Sudah Dibayar Sampai Juli 2020


drg. Retno: Sisa Dana Insentif 2020 Masih Dikonsultasikan dengan BPKP

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Dinas Kesehatan Kota Kupang telah mencairkan dana insentif Covid-19 bagi tenaga kesehatan (Nakes) di Kota Kupang, yang bertugas di Puskesmas dan RSUD S. K. Lerik. Pencairan itu sampai Juli 2020.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, saat diwawancarai di Balai Kota Kupang, Selasa (23/2), mengatakan, anggaran yang telah dikirim oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) ke Kota Kupang untuk pembayaran insentif Covid-19 sebesar Rp 2,8 miliar.

Sementara estimasi atau klaim yang dikirimkan Rp 5,9 miliar. Dengan perbandingan jumlah anggaran yang dicairkan dan klaim yang disampaikan ke Kemenkeu tentunya tidak bisa dibayarkan secara keseluruhan.

“Karena uang yang ditransfer hanya Rp 2,8 miliar, sehingga anggaran itu dibagi untuk semua tenaga kesehatan yang terlibat dalam penanganan Covid-19, baik yang ada di Puskesmas maupun Rumah Sakit S. K. Lerik,” kata Retnowati.

Dia menjelaskan, Kemekeu juga telah mentransfer lagi anggaran sebesar Rp 1,5 miliar untuk tambahan pembayaran insentif Covid-19 bagi nakes yang tertunda atau yang tersisa pada 2020 kemarin. Namun menurut drg. Retnowati, anggaran ini harus diaudit dan dikonsultasikan ke BPKP agar tidak terjadi masalah dikemudian hari, dan harus sesuai aturan.

“Untuk anggaran Rp 1,5 miliar ini, kita belum bisa bagikan kepada tenaga kesehatan karena masih harus dikonsultasikan dengan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan atau BPKP,” ujarnya.

Dokter Retowati menyebutkan, pembayaran insentif Covid-19 bagi para nakes ini dilakukan dengan menilai beberapa aspek, salah satunya terkait jumlah eskalasi kasus yang ditangani.

“Selain itu, besaran insentif juga berbeda antara dokter spesialis, dokter umum, perawat dan tenaga kesehatan lainnya. Juga jenis kasus yang ditangani apakah itu probable, ICU, ICCU, dan lainnya. Jadi semua ada kategorinya,” tutur drg. Retnowati.

Dikatakan, yang ditangani Dinas Kesehatan Kota Kupang hanya tenaga kesehatan yang mengabdi di Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, misalnya yang ada di Puskesmas dan di RSUD S. K. Lerik saja.

BACA JUGA: KPK Ingatkan Manajemen RS Tak Potong Insentif Nakes

BACA JUGA: Insentif Nakes Batal Disunat, Anggaran Kesehatan Naik jadi Rp 254 T

“Sementara untuk rumah sakit swasta TNI dan Polri semuanya langsung mengirimkan ke Kementerian Keuangan, dan kementerian yang akan langsung mentransfer ke rekening masing-masing,” terangnya.

Dokter Retnowati mengaku, untuk pembayaran insentif Covid-19 bagi nakes yang ada di Puskesmas memang baru dilakukan dua tahap. Tahap pertama itu, bulan Maret, April, Mei. Sementara tahap kedua dibayarkan untuk bulan Juni dan Juli 2020.

Kepala Puskesmas Oesapa, drg. Shinta Ndaumanu, mengatakan, pembayaran insentif Covid-19 memang baru dibayarkan oleh Kemenkeu sampai Juli 2020.

Dia menjelaskan, untuk insentif Covid-19 ini, setiap Puskesmas memiliki laporan tersendiri, dimana sebelum laporan tersebut dikirim ke Kemenkeu, diverifikasi terlebih dahulu oleh BPKP.

Setelah proses verifikasi, kata drg. Shinta, barulah dibayarkan sesuai dengan rujukan BPKP. Semua nakes terlibat dalam penanganan Covid-19 ini, namun untuk pengisian dan pengiriman laporan, harus menyesuaikan dengan ketentuan atau aturan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Jadi Puskesmas bertugas untuk promotif preventif. Karena kondisi sekarang di mana semua rumah sakit penuh, maka tugas Puskesmas adalah melakukan penanganan terhadap pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah,” terangnya.

Dokter Shinta menuturkan, meski insentif Covid-19 ini baru dibayarkan sampai Juli 2020, namun tidak berdampak pada kinerja dan pelayanan para nakes.

“Kami tetap bekerja dengan baik, mengabdi dengan penuh pelayanan. Jika kami mendapatkan berkat dengan dibayarkan insentif dari Kementerian Keuangan, tentunya itu merupakan berkat. Tetapi kami juga menyadari bahwa kemampuan pemerintah untuk memberikan anggaran itu, bukan hanya untuk Kota Kupang saja, tapi untuk seluruh daerah di Indonesia sehingga hal ini sangat dimaklumi,” terangnya.

Dokter Shinta menambahkan, hak para nakes untuk mendapatkan gaji dan tunjangan kinerja (Tukin) juga dibayarkan secara rutin oleh pemerintah daerah sehingga tidak ada alasan bagi nakes untuk tidak menjalankan pelayanan dan tanggung jawabnya. (mg25)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top