Kenalan Dua Hari di Medsos, J Nekad Perkosa Gadis 17 Tahun di Hutan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kenalan Dua Hari di Medsos, J Nekad Perkosa Gadis 17 Tahun di Hutan


Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Wira Satria Yudha. (FOTO: JOHNI SIKI/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Kenalan Dua Hari di Medsos, J Nekad Perkosa Gadis 17 Tahun di Hutan


ATAMBUA, TIMEXKUPANG.com-Nasib naas menimpa MAMB. Pelajar 17 tahun ini diperkosa teman prianya di dalam hutan jati, Kampung Amea, Desa Mandeu, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu.

Korban diperkosa oleh J, 18, yang juga masih berstatus pelajar. Pelaku merupakan warga Dusun Amea, Desa Mandeu, Kecamatan Raimanuk.

Pelaku baru kenal korban di media sosial (Medsos) Facebook dua hari sebelum kejadian terlarang itu. Atas perbuatan itu, korban bersama keluarga akhirnya melaporkan peristiwa memilukan itu ke Polsek Raimanuk.

Kapolres Belu, AKBP Khairul Saleh melalui Kasat Reskrim, AKP Wira Satria Yudha wartawan di ruang kerjanya Selasa (23/2) mengatakan, kasus dugaan pemerkosaan itu sudah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan. “Kasusnya sedang ditangani di Polsek Raimanuk,” kata Wira.

Menurut Wira, pelaku J sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan dititipkan di tahanan sel Mapolres Belu untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Wira menyebutkan, berdasarkan laporan dan hasil penyidikan, peristiwa pemerkosaan itu terjadi pada Minggu (21/2) sekira pukul 16.30 Wita. Pelaku dan korban sama-sama masih berstatus pelajar. Sesuai keterangan saksi korban, keduanya berkenalan dua hari melalui medsos.

Korban kemudian menyewa sepeda motor milik pelaku dengan persetujuan harga sebesar Rp 70.000. Setelah korban mengembalikan sepeda motor pelaku, si pelaku mengantar korban kembali ke rumah.

Dalam perjalanan pulang, demikian Wira, ketika tiba di tempat kejadian perkara (TKP) hutan jati, pelaku menghentikan sepeda motor. J lalu beraksi memaksa korban turun dari motor. Korban menolak tetapi pelaku terus berupaya menggendong korban secara paksa ke dalam hutan dan melakukan perbuatan bejatnya.

Ketika itu, tutur Wira, korban berteriak minta tolong, namun karena kondisi TKP sepi sehingga tidak ada yang mendengar teriakan si gadis malang itu. Usai melancarkan aksinya, pelaku meninggalkan korban seorang diri di tengah hutan.

“Korban sempat berteriak minta tolong tapi karena sepi tidak ada yang dengar. Usai melakukan perbuatannya pelaku meninggalkan korban di TKP,” jelas Wira.

Wira mengatakan, korban akhirnya ditolong oleh dua warga asal kampung itu yang kebetulan melintas dekat TKP, yakni Jhon Rainatu, 60, dan Magdalena Merin, 55.

Atas peristiwa itu, lanjut Wira, korban bersama keluarga akhirnya melaporkan ke Polsek Raimanuk. Selama ini pelaku dan korban tidak ada hubungan spesial karena keduanya baru berkenalan melalui social media Facebook dua hari sebelumnya.

“Kemungkinan pelaku sengaja mengantar korban lewat jalur yang sepi itu untuk mempermudah perbuatan pelaku. Karena lokasi hutan sepi,” tambahnya.

Wira menjelaskan, atas perbuatanya, pelaku dijerat Pasal 81 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Penganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas Undang-Undang RI Nomer 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 76 d Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan paling singkat tiga tahun beserta denda paling banyak Rp 300.000.000 dan paling sedikit Rp 60.000.000. (mg33)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top