NTT Dapat Kiriman 72.400 Dosis Vaksin Korona, Aparat Bersenjata Kawal Ketat | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

NTT Dapat Kiriman 72.400 Dosis Vaksin Korona, Aparat Bersenjata Kawal Ketat


TERIMA VAKSIN. Kabid Yankes Dinkes Provinsi NTT, Ema Simanjuntak (masker pink) usai menerima kiriman vaksin Covid-19 di Gudang Farmasi BTT, Kelurahan Oesapa Barat, Rabu (24/2). Tampak aparat keamanan bersenjata lengkap mengawal proses pengiriman vaksin ini. (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

NTT Dapat Kiriman 72.400 Dosis Vaksin Korona, Aparat Bersenjata Kawal Ketat


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) kembali mengirimkan sebanyak 72.400 dosis vaksin Covid-19 ke NTT. Vaksin tersebut merupakan pengiriman tahap kedua termin pertama yang akan difokuskan bagi pelayan publik dan lansia.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Kabid Yankes) Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi NTT, Ema Simanjuntak usai menerima vaksin tersebut menjelaskan total vaksin yang diterima 7.240 vial atau 72.400 dosis vaksin. “Satu vial isinya 10 dosis,” kata Ema Simanjuntak ketika dikonfirmasi Timor Express di Gudang Farmasi BTT, Kelurahan Oesapa Barat, Rabu (24/2).

Menurut Ema, vaksin Covid-19 tersebut akan disalurkan ke kabupaten/kota dalam waktu dekat. Sebelum didistribusi, harus dilakukan pemeriksaan serta penghitungan ulang oleh petugas kesehatan dan petugas dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) NTT.

Dikatakan, proses distribusi akan disesuaikan dengan jumlah sasaran penerima vaksin yang telah didata di masing-masing kabupaten/kota.  “Jumlah vaksin ini tentu tidak melayani semua sasaran penerima. Namun tidak perlu kuatir karena masih ada vaksin yang akan dikirim pada termin kedua. Kami pastikan semuanya akan menerima,” ujar Ema.

BACA JUGA: Jaga Pasokan, Kemenkes Distribusikan Lagi 7 Juta Vaksin

BACA JUGA: Kemenkes: Vaksinasi Gelombang Kedua untuk Pedagang, Guru, dan Lansia

Mengenai sistem pelayanan, demikian Ema, tidak ada perbedaan dengan vaksinasi terhadap tenaga kesehatan (Nakes) sebelumnya yakni harus melalui skrining oleh petugas yang berkompeten. “Vaksinasi akan dilakukan di fasilitas kesehatan yang ada,” katanya.

Terkait vaksin untuk lansia, Ema menjelaskan bahwa sudah ada izin edar dan memiliki kesamaan dengan vaksin sebelumnya. “Jadi vaksin untuk lansia, awalnya dalam masa penelitian fase ketiga. Dalam proses vaksinasi, uji klinis menunjukan bisa digunakan untuk lansia dan para penerima komorbid, maka izin penggunaan pada masa darurat dikeluarkan,” jelasnya.

Ema juga berharap agar pemerintah daerah memperhatikan fasilitas pendukung agar ketika vaksin disalurkan tidak menimbulkan permasalahan. “Melalui zoom meeting kami sudah instruksikan agar pemberlakuan vaksin setelah diterima juga sama dengan sebelumnya. Tenaga vaksinator juga tetap menggunakan yang lama, dibantu nakes lainnya,” tandasnya.

Selain itu, lanjut Ema, hingga saat ini tahapan vaksinasi untuk nakes sedang berlangsung, termasuk mereka yang menjadi sasaran penerima namun belum sempat divaksin karena sakit dan masalah lainnya. “Kami harap akhir bulan ini vaksin untuk nakes segera selesai dan masuk para pelayan umum dan para lansia,” tutupnya. (*)

Penulis: Intho Herison Tihu

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top