Jawa-Nusra Waspada, Siklon Tropis Bisa Picu Hujan Deras sampai Besok Malam | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Jawa-Nusra Waspada, Siklon Tropis Bisa Picu Hujan Deras sampai Besok Malam


HUJAN BUKAN HALANGAN. Presiden RI, Jokowi disambut hujan deras ketika mengunjungi dua kabupaten di NTT, yakni Sumba Tengah dan Sikka, Selasa (23/2). Di Sumba Tengah meski hujan petir, Jokowi tetap melangkah menuju persawahan yang menjadi program lumbung pangan (Food Estate). Begitupun ketika tiba di Sikka dalam rangka meresmikan Bendungan Napun Gete, hujan tak menghalangi langkah RI 1 meresmikan proyek strategis nasional untuk upaya mewujudkan kemakmuran rakyat itu. (FOTO: Tangkapan layar video SETPRES/ISTIMEWA)

NASIONAL

Jawa-Nusra Waspada, Siklon Tropis Bisa Picu Hujan Deras sampai Besok Malam


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan kemungkinan terbentuknya sebuah siklon tropis di perairan Samudra Hindia di selatan Jawa Timur (Jatim) dalam tempo maksimal 48 jam terhitung sejak kemarin (24/2). Dampaknya, siklon tropis itu diperkirakan memicu hujan deras yang hampir merata di seluruh Jawa dan Nusa Tenggara (Nusra).

Bibit siklon tropis dengan kode 98S tersebut telah terdeteksi oleh Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta dalam bentuk pusat tekanan udara rendah (low pressure area: LPA) di perairan selatan Kepulauan Nusa Tenggara sejak 23 Februari 2021 lalu.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati memperkirakan, kemungkinan transformasi bibit siklon tropis menjadi siklon tropis sangat tinggi. ’’Jadi, probabilitasnya menengah hingga tinggi,” jelas Dwikorita dalam jumpa pers virtual kemarin (24/2).

Pusat tekanan rendah tersebut telah berubah menjadi bibit siklon pada 24 Februari pukul 13.00 WIB dan diberi nama 98S. Dwikorita memperingatkan akan terjadinya curah hujan yang ekstrem dengan kisaran 150 milimeter yang merata hampir di seluruh Jawa. Hujan ini, kata Dwikorita, mirip dengan hujan yang terjadi di akhir pekan ketiga Februari di sekitar Jabodetabek yang telah memicu banjir.

’’Hujan diperkirakan akan berlangsung mulai selepas pukul 00.00 WIB dini hari (tadi, Kamis, 25/2) dan dapat berlangsung sampai pagi, siang, sore, hingga malam hari keesokan hari (26/2, Red). Ini hujan intensitas lebat dan menerus,” ungkapnya.

Karena itu, Dwikorita mengatakan, bukan hanya DKI Jakarta yang wajib waspada terhadap banjir dan banjir bandang. Kawasan sekitar seperti Kota Depok, Kabupaten Bekasi, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan juga perlu waspada.

Sebagian besar Banten dan seluruh lima kota administratif DKI Jakarta juga dinyatakan dalam kondisi siaga. Selain itu, kota-kota lain yang disebutkan secara khusus oleh Dwikorita seperti Kota Indramayu dan Kota Pekalongan.

Sementara itu, di Semarang, Jawa Tengah (Jateng), sampai pukul 17.00 kemarin, Stasiun Tawang masih tergenang. Kepala Humas Daop 4 Semarang Krisbiyantoro menyebutkan bahwa genangan sekitar 30 cm.

Menurut dia, ketinggian itu mulai surut. ”Di hall dan peron stasiun kemarin (Selasa, 23/2) sedalam 75 cm,” ungkapnya kemarin (24/2).

Krisbiyantoro mengatakan bahwa rel atau jalur KA bisa dilewati. Sehingga akan bisa digunakan untuk operasional perjalanan KA.

Perjalanan KA jarak jauh, jelas dia, tetap jalan. Misalnya KA Argo Anggrek, Maharani, Dharmawangsa, dan Jayabaya. Sedangkan perjalanan KA lokal Kedungsepur dari Semarang tujuan Ngrombo kemarin dibatalkan.

BACA JUGA: Lagi, Banjir Rendam Sawah di Rote Ndao, Petani Rugi Ratusan Juta Rupiah

BACA JUGA: Hujan Deras Iringi Kunker Jokowi di Sumba Tengah, Lalu Resmikan Bendungan Napun Gete di Sikka

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengusulkan anggaran sebesar Rp 3,19 triliun ke pusat untuk menangani persoalan banjir dan rob di pesisir Jateng, mulai Pekalongan hingga Pati.

Usulan itu disampaikan Ganjar kepada Menteri Perencanaan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam rapat koordinasi usulan program prioritas nasional untuk mendukung major project RKP tahun 2022 kemarin. Selain Ganjar, sejumlah gubernur mengusulkan program pembangunan prioritas di daerah masing-masing.

’’Sebenarnya ada banyak usulan ke pusat, ada proyek-proyek strategis yang kita dorong. Namun, untuk kali ini, saya ingin prioritaskan bagaimana penanganan banjir di pantura. Ini yang paling penting yang mesti segera dibereskan,’’ kata Ganjar.

Dalam paparannya, Ganjar menjelaskan, anggaran itu digunakan untuk penanganan banjir dan rob di sejumlah daerah di pantura, termasuk peningkatan sarana prasarana kawasan industri yang ada di sana.

’’Memang di pantura ini ada dua hal, satu soal infrastruktur mesti beres, tapi banjir yang paling penting,” katanya seperti dikutip dari rilis Humas Pemprov Jateng.

Ada pengamat yang bilang, lanjut Ganjar, kondisinya cukup berbahaya. ’’Khusus di Pekalongan pengamat bilang harus cepat ditangani agar tidak tenggelam,’’ terangnya.

Selain Pekalongan, wilayah yang harus mendapat perhatian adalah Semarang dan Demak. Menurut Ganjar, daerah-daerah itu butuh penanganan yang sifatnya khusus, meski tidak boleh mengesampingkan wilayah lain.

’’Yang lain sebenarnya juga kita siapkan di level daerah. Tapi, karena ini dengan pusat, maka kita butuh bantuan penanganan di wilayah-wilayah itu,’’ jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyatakan, usulan-usulan program prioritas itu akan ditindaklanjuti di tingkat pusat. Sejumlah kementerian terkait akan diajak bicara terkait usulan-usulan dari daerah tersebut.

“Mudah-mudahan dengan cara seperti ini bisa kita tajamkan programnya dan semakin inline antara pusat dan daerah. Terkait penanganan banjir yang diusulkan, memang sudah dialokasikan dalam APBN tahun ini,” ucapnya. (tau/syn/lyn/c17/ttg/jpg)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

To Top