Mantan Ketua MK Tegaskan Bupati Sabu Raijua Tak Dapat Dilantik | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Mantan Ketua MK Tegaskan Bupati Sabu Raijua Tak Dapat Dilantik


Mantan Ketua MK juga mantan Ketua DKPP, Prof. Jimly Asshiddiqie. (FOTO: HENDRA EKA/JAWAPOS)

POLITIK

Mantan Ketua MK Tegaskan Bupati Sabu Raijua Tak Dapat Dilantik


Jimly: Posisi Bupati Bisa Diisi Wakilnya Sesuai UU

JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Prof. Jimly Asshiddiqie menegaskan, penetapan Bupati Sabu Raijua, Provinsi NTT, Orient Patriot Riwu Kore harus dicabut dan tidak dapat dilantik.

Hal ini menyusul kontroversi status kewarganegaraan Orient yang ternyata masih berstatus warga negara Amerika Serikat. “Sebagai konsekuensinya, pelantikan mesti diisi oleh wakilnya. WNA tidak boleh di-SK-kan dilantik. Maka buktinya diperoleh pada tahapan apapun sebelum ditetapkan final, pejabat yang bersangkutan wajib mencoret namanya dari penetapan pejabat resmi dan posisinya diisi oleh Wakilnya sesuai UU,” ujar Jimly yang juga mantan Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) periode 2012-2017 ini, Jakarta, Rabu (24/2).

Senada dengan Jimly, eks Komisioner KPU periode 2012-2017, Hadar Nafis Gumay meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk membatalkan penetepan Bupati terpilih Kabupaten Sabu Raijua.

BACA JUGA: Bawaslu Resmi Minta Mendagri Tak Lantik Orient Jadi Bupati Sabu Raijua

BACA JUGA: Orient Riwu Kore: Saya WNI, Bukan Warga Negara Ganda

Sebab, salah satu persyaratan pencalonan kepala daerah ialah untuk warga negara Indonesia (WNI). Sehingga pencalonan Orient dinilai secara otomatis sudah batal demi hukum.

“Jadi sekarang, setelah Bawaslu mendapat kepastian ini (status warga negara Orient), Bawaslu mengeluarkan saja rekomendasi ke KPU untuk membatalkan penetapan. Karena berdasarkan salah satu syarat pencalonan itu harus berwarga negara Indonesia. Namun ternyata dia WNA,” kata Hadar.

Sebelumnya, usai bertemu Kapolda NTT, Irjen Pol. Lotharia Latif belum lama ini, Bupati terpilih Sabu Raijua, Orient P. Riwu Kore menegaskan bahwa dirinya 100 persen WNI, bukan warga negara asing atau berkewarganegaraan ganda. Meski demikian, Orient tak menampik bahwa ia merupakan salah satu pemegang paspor Amerika Serikat. Terhadap hal ini, Orient mengaku sudah ada yang mengurus penyelesaian dokumennya itu. (jpc/jpg/aln)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top