Tembak Mati Anggota TNI AD, Sanksi Pemecatan Bagi Bripka CS | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Tembak Mati Anggota TNI AD, Sanksi Pemecatan Bagi Bripka CS


Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran. (FOTO: Dery Ridwansah/JawaPos.com)

PERISTIWA/CRIME

Tembak Mati Anggota TNI AD, Sanksi Pemecatan Bagi Bripka CS


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Irjen Pol Ferdy Sambo memastikan akan menindak tegas ulah Bripka CS yang menembak mati anggota TNI AD dan dua pegawai kafe. Pelaku dipastikan akan diproses secara pidana.

“Tersangka Bripka CS anggota Polri, Polsek Kalideres, Jakarta Barat dilakukan proses pidana oleh Ditkrimum Polda Metro Jaya,” kata Ferdy dalam keterangan tertulis, Kamis (25/2).

Selain itu, Bripka CS juga akan dipecat dari keanggotan Polri sesuai dengan Pasal 11, 12, dan 13 Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003. Pemecatan ini akan dilaksanakan melalui Sidang Komisi Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud Pasal 35 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002.

“Bid Propam Polda Metro Jaya dan Div Propam Polri akan memproses Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) kepada yang bersangkutan,” tegas Ferdy.

Sebelumnya, tragedi berdarah terjadi disebuah kafe di kawasan Cengkareng Barat, Jakarta Barat, pada Kamis (25/2) sekira pukul 04.30 WIB. Dalam insiden ini, dilaporkan 3 orang meninggal dunia.

“Benar terjadi kasus penembakan yang menyebabkan 3 orang meninggal dunia,” kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo saat dikonfirmasi, Kamis (25/2).

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran membenarkan jika salah satu korban tewas adalah seorang prajurit TNI AD berinisial S. “Salah satu korban adalah anggota aktif prajurit TNI AD,” kata Fadil.

Fadil menuturkan, pelaku penembakan diketahui sebagai anggota Polri berinisial Bripka CS. Selain menewaskan 3 orang, aksi Bripka CS juga membuat 1 orang terluka.

Mantan Kapolda Jawa Timur itu mengaku sudah berkomunikasi dengan Pangdam Jaya, dan Pangkostrad selaku atasan korban. Polda Metro Jaya akan mengambil langkah-langkah untuk meringankan beban para korban.

Fadil juga menyesalkan terjadinya peristiwa berdarah ini. Dia memastikan akan bertindak tegas atas perbuatan anggotanya. “Kami akan menindak pelaku dengan tegas, akan melakukan penegakan hukum yang berkeadilan,” pungkasnya.

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman (FOTO: Dery Ridwansah/JawaPos.com)

TNI Jangan Terprovokasi

Sementara itu, Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman menaruh perhatian atas insiden tewasnya anggota TNI AD berinisial S usai ditembak anggota polisi, Bripka CS. Dudung berharap peristiwa ini tidak berkepanjangan.

Melalui Kapendam Jaya Letkol ARH Herwin Budi Saputra, Dudung meminta kepada seluruh prajuritnya agar mencegah terjadinya perselisihan atas peristiwa ini. Seluruh diminta menahan diri agar tidak terprovokasi.

“Pesan ini disampaikan agar satuan jajaran di bawah Kodam Jaya maupun yang ada di Jakarta tidak membuat isu-isu yang dapat merusak stabilitas keamanan di ibu kota,” kata Herwin di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (25/2).

Dudung menekankan kasus ini diselesaikan sesuai hukum yang berlaku. Dia tidak ingin ada kerusuhan atau kekerasaan buntut dari pembunuhan ini.

“Mungkin ini yang kami sampaikan kepada rekan-rekan baik prajurit di lapangan agar tidak terjadi dinamika yang terprovokasi. Kita tetap mengharapkan sinergitas antara TNI-Polri,” kata Herwin.

Di sisi lain, Dudung juga telah memerintahkam Pomdam Jaya untuk mengawal penyelesaian kasus ini. Hal itu guna memastikan terwujudnya keadilan terhadap para korban. (jpc/jpg)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top