Tembok Penahan Abrasi Telindale yang Jebol segera Diperbaiki | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Tembok Penahan Abrasi Telindale yang Jebol segera Diperbaiki


JEBOL. Kondisi tembok penahan abrasi di Pantai Telindale, Desa Maubesi, yang jebol akibat terkikis banjir pada Selasa (23/2). Kerusakan ini segera diperbaiki kontraktor pelaksana. (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Tembok Penahan Abrasi Telindale yang Jebol segera Diperbaiki


Kontraktor Sudah Buat Surat Pernyataan

BA’A, TIMEXKUPANG.com-Tembok penahan abrasi yang dibangun di lokasi wisata Pantai Telindale, Desa Maubesi, Kecamatan Rote Tengah, segera diperbaiki. Kontraktor pelaksananya sudah menandatangani pernyataan untuk dikerjakan secepatnya. Pasalnya tembok ini ambruk atau jebol dalam masa pemeliharaan.

Pekerjaan penganggulan abrasi ini dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana CV Yevalmax, akhir tahun 2020 lalu. Total nilai pekerjaan Rp 586.300.000, yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU), Kabupaten Rote Ndao tahun anggaran 2020.

Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), proyek ini akhirnya selesai dikerjakan. Namun, pada Selasa (23/2), tembok ini ambruk atau jebol sepanjang 20 meter. Tembok dengan tinggi sekira empat meter itu jebolnya karena tak mampu menahan beban berat dari volume air yang sangat banyak. Dimana semua aliran air mengarah ke posisi tembok yang jebol itu.

Kejadian ambruknya tembok penahan ini akibat tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah sekitar pada Selasa (23/2) dini hari, bahkan beberapa hari sebelumnya curah hujan juga tinggi dan berlangsung lama sehingga berdampak pada jebolnya bangunan tersebut.

Belum lagi, saluran drainase yang tersedia tidak berfungsi secara maksimal. Padahal terbangun persis di sebelahnya, yang hanya berjarak beberapa meter dengan bibir pantai. Drainase tersebut tak bisa berfungsi maksimal karena selain ukuranya kecil, juga sudah tertimbun sedimen tanah.

Bahkan, posisi tanggul yang terbangun di lereng gunung, sangat mungkin menjadi daerah aliran air disaat hujan. Dengan tidak berfungsinya drainase, semua air langsung mengalir ke arah yang lebih rendah, yang kemudian menyebabkan jebolnya tanggul tersebut.

“Beberapa hari ini memang hujang sangat deras. Apalagi posisinya di daerah kemiringan, dimana air tidak mengalir melalui saluran drainase,” kata Kepala Dinas PUPR Rote Ndao, Dominggus Modok, saat mendampingi Bupati Paulina Haning-Bullu meninjau langsung tanggul yang jebol itu.

Drainase yang sudah hilang fungsi tersebut, sebut Dominggus sebagai akibat dari adanya galian tanah di atas bangunan drainase yang kemudian dengan mudah terbawa air hujan menumpuk di drainase.

“Ada tanah galian dari aktifitas di atas drainase. Sehingga sangat mudah terbawa air, yang kemudian menutup saluran drainase,” kata Dominggus.

Dari kerusakan yang terjadi, Dominggus menegaskan untuk segera dilakukan perbaikan oleh kontraktor pelaksana.

Bahkan, menurutnya, kontraktor yang melaksanakan pekerjaan tersebut, sudah menyatakan sanggup memperbaiki kerusakan tembok melalui surat pernyataan.

“Kontraktornya siap bertanggung-jawab untuk memperbaiki kerusakan ini. Sudah ada surat pernyataan yang dibuat sendiri,” ujarnya.

Terpisah, Matias Siokain, kontraktor pelaksana kegiatan pembangunan tersebut, menyatakan kesanggupannya memperbaiki kerusakan itu ketika dikonfirmasi Timor Express, Kamis (25/2).

Matias mengaku akan segera melakukan perbaikan terhadap kerusakan tembok penahan yang ada. Bahkan, setelah lokasi tersebut ditinjau langsung Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu, bersama Kadis PUPR, Dominggus Modok, Rabu (24/2), pihaknya langsung menerjunkan alat berat. Tujuannya untuk mempercepat proses perbaikan yang sudah dinyatakan melalui surat pernyataan. “Hari ini, Kamis (25/2) alat berat langsung ke lokasi. Biar lebih cepat proses perbaikan kerusakan,” pungkas Matias. (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top