Lantik 5 Ketua PKK Kecamatan di Matim, Begini Pesan Bupati Agas | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Lantik 5 Ketua PKK Kecamatan di Matim, Begini Pesan Bupati Agas


PELANTIKAN. Ketua TP PKK Kabupaten Matim, Ny. Theresia Wisang Agas saat melantik lima Ketua TP PKK tingkat kecamatan di aula ruang rapat Bupati Matim, Kantor Bupati, di Lehong, Kecamatan Borong, Kamis (25/2). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Lantik 5 Ketua PKK Kecamatan di Matim, Begini Pesan Bupati Agas


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Ny. Theresia Wisang-Agas, melantik lima orang Ketua TP PKK Kecamatan di daerah itu, Kamis (25/2). Menariknya, dari lima Ketua TP-PKK itu, satu orang diantaranya, laki-laki.

Mereka yang dilantik itu, yakni Ketua TP PKK Kecamatan Sambi Rampas, Ny. Maria S. Muksin; Ketua TP PKK Kecamatan Lamba Leda, Ny. Maria D. Rohos. Ketua TP PKK Kecamatan Kota Komba, Inosensius Indel; Ketua TP PKK Kecamatan Kota Komba Utara, Ny. Maria Imakulata Saka; dan Ketua TP PKK Kecamatan Congkar, Ny. Sumarni Jehada.

Pelantikan ke-5 orang Ketua TP PKK itu berdasarkan keputusan Ketua TP PKK Kabupaten Matim Nomor 01/KEP/II/2021. Kegiatan pelantikanya berlangsung di aula ruang rapat Bupati Matim, Kantor Bupati, di Lehong, Kecamatan Borong.

Hadir Bupati sekligus pembina PKK, Agas Andreas, lim camat, Kadis PMD Matim, Yosep Durahi, dan seluruh pengurus PKK Matim. Acara Pelantikan berlangsung dengan tetap menerapkan potokol Kesehatan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19. Seperti jumlah yang hadir dibatasi, duduk berjarak, dan memakai masker.

“Dari Lima orang yang dilantik hari ini, satu orang diantranya laki-laki. Jadi di Matim sudah tiga orang ketua TP PKK kecamatan dari kaum laki-laki, yakni kecamatan Kota Komba, Borong, dan Rana Mese,” ujar Ny. Theresia Wisang Agas kepada TIMEXKUPANG.com usai acara pelantikan.

Menurut dia, tentu dalam hal pemberdayaan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan keluarga, bukan hanya ditugaskan atau dibebankan pada perempuan saja. Tapi juga sangat diharapkan keterlibatan kaum laki-laki di masyarakat. Sehingga dengan adanya tiga orang ketua TP PKK dari kaum laki-laki di Matim, bisa memberikan contoh atau semangat kepada masyarakat.

“Selama ini keterlibatan laki-laki sangat rendah. Keterlibatan kita itu bukan soal financial, tapi turut dalam menyejahterakan keluarga. Harapan kita keterlibatan laki-laki di PKK, bisa memberikan semangat bahwa yang berperan dalam mengatur atau mengurus kesejahteraan keluarga itu bukan hanya kaum perempuan, tapi juga laki-laki,” kata Ny. Theresia.

Theresia mengaku percaya kepada para Ketua TP PKK yang dilantik itu, akan mampu melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Dimana semuanya dalam menjalankan tugas, bisa meningkatkan peran serta PKK dalam menyukseskan pembangunan di wilayah masing-masing. Para Ketua TP PKK kecamatan juga diharapkan bisa melaksanakan 10 program pokok PKK dengan baik.

BACA JUGA: Ibu-ibu PKK Matim Dilatih Menyulap Limbah Kain Tenun Jadi Souvenir

“Saya berharap, mereka yang telah dilantik hari ini, bisa melaksanakan 10 program pokok PKK. Tentu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Saya juga mengajak semua pihak harus terlibat aktif dalam kegiatan PKK, khususnya kegiatan pemberdayaan,” harapnya.

Sementara Bupati Agas mengatakan, pelantikan yang dilakukan itu tentu dapat dimaknai sebagai tugas pelayanan kepada masyarakat. PKK itu mitra pemerintah, sehingga harus mendukung pemerintah dalam menyukseskan program-program dengan berpedoman pada 10 program PKK.

Diharapkan kepada Ketua TP PKK kecamatan, agar terus mendukung pekerjaan suami sebagai kepala wilayah di kecamatan masing-masing dengan cara memberikan pikiran-pikiran positif untuk membangun wilayah dan melayani masyarakat.

Menurut Bupati Agas, pentingnya kehadiran TP PKK, untuk masyarakat yang sejahtera, berdaya, dan berbudaya. Sejalan dengan visi Bupati-Wakil Bupati Matim, yakni SEBER.

“PKK itu bukan saja menjadi urusan perempuan, tapi juga laki-laki. Kita punya konsep, seperti dalam budaya orang Manggarai, yakni Siri Bongkok Roko Molas Poco. Artinya seorang Perempuan itu Soko Guru dalam rumah tangga,” ungkap Bupati Agas.

Bupati Agas juga meminta agar Ketua TP PKK Kecamatan yang dilantik bisa memperhatikan Kader Posyandu yang ada di wilayahnya masing-masing. Sebab kata dia, peran kader Posyandu itu sangat penting di desa-desa. Salah satunya membantu menekan kematian ibu dan anak, serta meningkatkan usia harapan hidup.

Selain itu, Bupati Agas juga meminta Ketua TP PKK melakukan penyuluhan dan pembinaan, serta mendata dasa wisma. Demi memudahkan jalannya suatu program, para Camat sebagai Pembina TP PKK Kecamatan, bisa membantu dengan mengalokasikan anggaran untuk TP PKK Kecamatan.

“Sebab keberhasilan suatu program itu butuh dukungan anggaran. Saya minta para camat, tolong bantu dengan anggaran. Setelah pulang dari sini, segera melantik Pengurus TP PKK Kecamatan. Tapi tetap dengan menerapkan protokol Kesehatan Covid-19,” pesan Bupati Agas. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top